Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
martabak spesial


__ADS_3

Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


" Bee, aku mau ke bangka ya. Aku mau susul Sisil. Kurang asem banget kan Sisil, mereka pergi jalan jalan gak bilang dan ajak aku " Adu Dita pada Dirga


" Bangka? " Tanya Dirga


" Iya "


" Mereka udah sampai? " Tanya nya lagi


" Kamu tahu bee mereka pergi? " Tanya Dita


" Tahu, semalam Sisil telpon mama mau ajak pergi liburan. Tapi aku gk tau pergi ke mana nya "


" Tapi aku gk lihat ada mama di sana " Ucap Dita mengingat di dalam video Sisil tidak ada mama Laras


" Iya mama gk ikut, karena papa gk bisa ikut. Oma sama opa juga gk bisa ikut " Jelas Dirga


" Kamu mau nyusulin mereka ke sana? " Tanya Dirga menatap Dita


" Iya mau baget " Angguk Dita semangat


" Kita sekalian prewedding aja di sana. Di sana banyak tempat yang bagus loh bee " Promosi Dita


" Kok kamu tahu? " Dirga menaikan sebelah alisnya


Kemudian Dita pun menceritakan kalau ia pernah pergi ke sana bersama Sisil dulu. Saat mereka masih di bangku sekolah mereka mewakili sekolah untuk kegiatan pertukaran siswa.


Melihat Dita yang seperti nya ingin sekali ke sana, akhirnya Dirga pun menyetujui untuk menyusul. Dita juga mengatakan jika Ega dan Jery akan menyusul juga. Jadi ia mengajak Dirga untuk pergi bareng bersama Ega dan Jery.

__ADS_1


Mereka pun janjian dengan Ega dan Jery untuk pergi bersama setelah pulang kerja nanti.


Jam lima sore pesawat yang di tumpangi oleh Ega, Jery, Dita dan Dirga landing dengan sempurna di parkiran bandar udara Depati Amir.


Dan mobil jemputan mereka sudah menunggu di depan. Mereka langsung di bawa oleh sopir ke rumah teman mama Arin. Karena Sisil dan yang lain menunggu di sana.


" Mama mba Sisil sama kak Bima mana? " Tanya Ega saat sampai ia tak melihat Sisil dan Bima


" Lagi pergi beli martabak sama anak tante Cantika " Jawab mama Rita


" Ooo " Ega hanya ber O ria


Tiga puluh menit kemudian mobil yang di tumpangi oleh Sisil dan Bima masuk ke perkarangan rumah tante Cantika temannya mama Arin.


Sisil turun dengan membawa dua kantong keresek di tangan kanan dan kiri nya. Bima juga sama ada dua kantong keresek di ke dua tangannya.


Dengan tak sabar Sisil membuka kotak martabak nya. Sisil membeli dua martabak spesial, satu martabak coklat, satu martabak keju, satu martabak wijen, satu martabak kacang dan dua martabak telur.


Bau harum martabak sangat menggoda. Tekstur nya yang tebal dan montok tapi sangat lembut. Limpahan keju, coklat seres dan susu membuat martabak itu menjadi sangat lemak legit.


Para orang tua hanya mampu memakan satu potong martabak manis saja. Sisa nya di makan para anak muda. Jadi para orang tua memakan martabak telor.


Jika yang lain tak sanggup memakan martabak manis itu. Lain hal nya dengan Sisil, ia mampu menghabiskan satu kotak martabak manis spesial seorang diri.


" Ckckck " Dirga menggeleng kan kepala melihat adik nya makan dengan rakus seperti orang yang satu tahun tidak makan.


" Sil, serius lo yang habisin ini semua? " Tanya Dita tak habis pikir, ia melihat kotak martabak yang di hadapan Sisil sudah kosong.


Sisil menggangguk dan nyengir kuda. Ia tak malu sama sekali sudah makan dengan rakus. Ia tak perduli orang mau bilang apa. Bodo amat, yang penting keinginan nya sudah terpenuhi.


" Ihhh lo kayak gk pernah makan martabak aja " Dita bergedik ngeri

__ADS_1


" Ck yang makan bukan cuma gue aja Dit, tapi nih berdua " Sisil berdecih dan mengelus perut nya. Mengatakan jika yang makan dia dan anak nya.


Jadi wajar saja jika porsi makan Sisil seperti porsi kuli. Sisil melihat martabak telur yang juga sama menggoda nya. Ia pun meminta satu potong.


Sekali gigit Sisil langsung ketagihan. Martabak telur nya sangat enak, bagaimana tidak isi daging nya sangat banyak. Seimbang dengan isian sayur nya. Sisil pun minta lagi dan lagi. Untung saja ada Bima yang mengontrol, kalau tidak Sisil pasti khilaf.


Malam semakin larut rombongan Sisil dan yang lain pamit untuk pergi ke hotel. Mereka akan menginap di hotel terdekat. Tante Cantika bukan tak mau menyuruh mereka menginap di rumah nya. Namun rumah nya tak bisa menampung rombongan Sisil. Mereka hanya memiliki empat kamar tidur saja. Itu pun sudah terisi semua, tidak mungkin mereka tidur di luar kamar bukan.


Pagi hari mereka pergi ke pantai dengan di temani oleh tante Cantika beserta suami dan anak-anak nya.


Mereka tak hanya main ke pantai saja tapi mereka juga berkunjung ke tempat wisata lain nya. Yang memang satu jalur dengan pantai.


Sebelum pulang tak lupa mereka mampir ke toko oleh-oleh. Banyak makan yang mereka beli.


Rombongan Sisil dan yang lainnya pulang kembali lagi ke tempat asal mereka pada senin pagi. Pagi pagi sekali mereka sudah berada di bandara. Ya, karena di sana pekerjaan mereka sudah menanti.


Jam tujuh pagi mereka sudah sampai di bandara dan langsung pulang ke tujuan masing-masing. Mobil jemputan mereka sudah menunggu. Dirga dan Dita langsung berangkat ke kantor.


Jery mengantarkan mama Arin dan Ega pula ke apartemen. Sedangkan Sisil, Bima, mama Arin, Nugraha, Alif dan Lisa pulang ke mansion.


Tiba di mansion, Bima langsung menganti pakaian kerja. Ia akan pergi bekerja, sedangkan Sisil memilih beristirahat. Karena tubuh nya sangat lelah. Maklum ia sedang berbadan dua jadi cepat kelelahan.


Setelah meminta salah satu art untuk menjaga Alif, Sisil masuk ke kamar nya. Ia ingin segera merubah kan tubuh lelah nya di atas kasus empuk mereka.


Tak butuh waktu lama, mata Sisil sudah terpejam dengan sempurna. Ia terbangun ketika jam makan siang. Itu pun di bangunkan oleh mama Arin. Jika tidak di bangunkan bisa bisa Sisil akan terbangun nanti sore.


Selesai makan siang Sisil mengajak Alif bermain. Hari ini ia benar-benar tidak pergi ke kantor. Untung saja sudah ada Ega yang bisa meng-handle pekerjaan Sisil.


Sisil bermain bersama Alif di taman belakang mansion. Semenjak ada Alif taman itu di sulap menjadi taman bermain anak. Agar Alif tidak bosan di sana. Berbagai macam permainan ada di sana.


Benar saja Alif sangat betah sekali berada di sana terutama bermain di taman itu. Semua mainan yang ia mau ada di sana. Daddy Bima sangat pengertian sekali, ia tahu apa yang Alif mau.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2