
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Malam hari sudah seperti biasa setelah makan malam mereka akan duduk santai di ruang keluarga. Hal ini sudah dari dulu mereka lakukan sekedar untuk saling mengobrol karena seharian sudah sibuk bekerja. Jadi mereka mengatur waktu untuk berkumpul di malam hari selesai makan malam. Walaupun hanya sebentar yang penting ada sedikit waktu untuk keluarga.
" Bim,, kata nya kalian mau pergi ke bangka ya? " Tanya mama Arin
" Iya, kok mama tahu? " Bukan Bima yang menjawab melainkan Sisil, namun ia malah balik bertanya.
" Tadi Jery yang bilang. Katanya kalian mau pergi ke sana mau beli martabak. Jauh banget sih Sil beli martabak nya sampai harus ke sana" Tutur mama Arin
" Iya ma. Itu kemauan yang di dalam sini " Ucap Sisil sambil mengelus perut nya
" Dia kepengen makan martabak bangka, dan mau nya langsung beli di sana. Karena martabak nya enak banget loh. Ihhh mama bahas martabak, kan Sisil jadi kebayang martabak nya sekarang. Jadi gk sabar kan " Keluh Sisil yang sudah membayangkan martabak spesial di depan matanya membuat ia sedikit ngiler.
" Mama kan cuma nanya Sil. Kamu aja yang kebayang bayang " Kekeh mama Arin, merasa lucu melihat Sisil yang ngiler
" Mama dengar katanya di sana banyak pantai yang bagus bagus. Mama mau ikut juga dong " Seru mama Arin
" Mama tahu dari mana di sana banyak pantai yang bagus? " Tanya Nugraha penuh selidik
" Mama kan punya teman, suaminya kerja di sana. Jadi dia ikut suaminya tinggal di sana sekarang. Pas dia pulang ke sini kami sering bertemu, dia suka cerita. Dia pernah ajak mama buat main ke sana, katanya di sana banyak pantai yang bagus. Makanan nya juga enak enak. Mama jadi mau ke sana" Jelas mama Arin
" Iya bener banget mama apa yang di bidang sama temen mama " Sisil membenarkan
" Kamu tahu yang? " Tanya Bima
" Aku udah pernah ke sana " Jawab Sisil
" Kapan? " Tanya Bima lagi
" Waktu masih sekolah dulu. Dulu aku salah satu siswa yang terpilih untuk mengikuti kegiatan pertukaran siswa " Seru Sisil
" Ya besok kami udah pulang, padahal aku mau ikut juga " Niken memanyunkan bibirnya merasa kecewa karena tak bisa ikut jalan jalan
" Lain kali aja mi. Alysa kan harus sekolah dan aku juga harus kerja " Hibur suaminya
" Aly pulangnya nanti aja ya mi, pi. Aly mau ikut oma sama aunty cantik " Pintar Alysa penuh harap
__ADS_1
" Gk boleh... Kamu harus sekolah " Bukan mami atau papi nya yang menjawab, tapi opa Nugraha nya yang menjawab cepat
" Opa " Rengek Alysa ingin ikut
" Gk boleh... Oma sama opa mau honey moon. Kalau kamu ikut nanti malah mengganggu kami " Celetuk Nugraha
" Aly janji deh gk akan ganggu oma sama opa. Aly ikut ya,, ya,, ya " Rayu Alysa
" Kan di sana ada uncle sama aunty cantik " Rengek nya lagi
" Kamu kan harus sekolah Aly. Kalau sering bolos nanti gk naik kelas loh " Bujuk mama Arin
" Opa sama oma pelit " Gerutu Alysa memanyunkan bibirnya
" Bukan pelit sayang, tapi oma sama opa itu sayang sama Aly. Gk mau kalau Aly sampai tinggal kelas " Bujuk papi nya lembut
" Ahh asik nya besok mau liburan ke pantai. Mau siap siap dulu ah. Kira kira apa aja ya yang perlu di bawa buat ke pantai? " Jery memanas manasi Alysa yang sedang merajuk, membuat Alysa semakin merajuk bahkan sekarang sudah menangis.
Jery beranjak dari duduknya hendak pergi ke kamar. Ia berjalan menuju kamar nya sambil tertawa melihat Alysa yang sudah menangis.
" Uncle Jer..... " Pekik Alysa kesal
*
*
Yang awalnya hanya Bima dan Sisil saja yang akan pergi. Tapi karena mama Arin ingin ikut juga, akhirnya mereka semua ikut pergi. Hitung hitung liburan keluarga.
Sisil juga mengajak mama Rita, Ega dan Jery akan menyusul setelah pulang kerja. Rio tak bisa ikut karena ada mata kuliah yang harus ia ikuti.
Niken sekeluarga tetap tak bisa ikut, awal nya mereka akan ikut karena kasihan melihat Alysa yang merengek. Namun sayang ada telpon yang masuk pada ponsel papi Alysa. Telpon dari asisten papi Alysa yang mengatakan ada meeting dadakan yang sangat penting dan harus ia yang menghadiri. Alysa yang tadi nya senang kini kembali murung.
Perjalanan mereka menuju bangka membutuhkan waktu sekitar dua jam. Kini mereka sudah berada di bandara. Mobil jemputan mereka sudah menunggu di parkiran bandara.
Semalam mama Arin sudah menghubungi temannya yang sempat ia cerita kan. Mama Arin meminta tolong pada temannya untuk mencari kan mobil rental untuk mereka gunakan selama berlibur.
Beruntung sekali teman mama Arin itu memiliki usaha jasa sewa mobil rental. Jadi tidak kesulitan untuk memenuhi permintaan mama Arin yang mendadak.
Mama Arin menyewa tiga mobil beserta sopir nya. Dan sekarang sudah ada dua mobil yang menjemput mereka. Satu mobil untuk menjemput Ega dan Jery nanti sore.
__ADS_1
Mama Arin menyewa tiga mobil beserta sopir nya. Dan sekarang sudah ada dua mobil yang menjemput mereka. Satu mobil untuk menjemput Ega dan Jery nanti sore.
Ke dua sopir sewaan itu membawa rombongan Sisil ke kediaman teman mama Arin. Karena teman mama Arin sudah menunggu kedatangan mereka di rumah.
Teman mama Arin sudah menyiapkan jamuan spesial untuk menyambut mereka.
Setelah selesai acara ramah tamah dengan teman mama Arin di rumah. Dan mereka juga sudah beristirahat sebentar di sana. Teman mama Arin langsung mengajak mereka pergi ke pantai terdekat. Karena mama Arin memang sudah ingin ke sana.
Sisi teringat dengan Dita kemudian ia pun melakukan video call bersama Dita.
Panggilan terhubung ketika Dita menerima panggilan dari Sisil. Layar ponsel nya langsung di penuhi dengan pemandangan air laut.
" Sil,,, lo di mana? " Tanya Dita langsung
" Kelihatan nya di mana? " Sisil malah memberi pertanyaan lagi pada Dita
" Pantai kan? Pantai mana? " Tanya Dita kepo
" Yap betul, gue lagi di pantai. Tebak gue lagi di mana? " Sisil membuat tebakan
" Mana gue tahu. Emang lo lagi di mana sih? " Tanya Dita malas dengan tebak Sisil
" Gue lagi ada di bangka " Jawab Sisil
" Bangka? Sama siapa Sil? Keterlaluan lo ya jalan jalan gk ajak ajak gue, gue kan juga pengen ikut " Gerutu Dita
Sisil mengarahkan kamera ponsel nya ke seluruh hamparan pantai dan mengarahkan pada semua orang yang ikut. Membuat Dita merengek ingin ikut.
" Dasar teman gk berpripertemanan. Jalan jalan gk ajak ajak, udah sampe baru lo kasih tahu " Dengus Dita kesal
" Lo bentar lagi mau nikah, jadi gk boleh kemana-mana ok " Seru Sisil
" Pokoknya lo jangan kemana mana. Tunggu gue di sana. Berapa hari lo di sana? " Ucap Dita
" Senin juga udah pulang, kan mau kerja " Seru Sisil
" Oke lo tunggu gue. Gue ke sana " Dita langsung mematikan sambungan telepon Sisil
Dita yang masih berada di kantor, setelah mendapat telpon dari Sisil langsung menuju ruangan Dirga. Dan menyampaikan keinginan nya.
__ADS_1
bersambung...