Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
mengawasi Dita


__ADS_3

Selamat datang di dunia halu...


Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


Hari ini jadwal Sisil dan Bima untuk fitting baju pengantin. Mereka sudah membuat janji di butik teman nya mama Arin. Sisil dan Bima berangkat bersama dari kantor. Sedangkan semua keluarga sudah lebih dulu ke butik.


Mengapa semua keluarga harus datang ke butik?, ya karena mereka juga akan mencoba baju. Mereka kompak membuat baju seragam keluarga untuk acara resepsi nanti.


Ketika Sisil dan Bima sampai di butik, semua sedang sibuk mencoba baju masing-masing. Di sana sudah ada mama Rita, mama Arin, mama Laras, Ega, si kecil Alif, dan papa Gunawan.


Jery datang bersamaan dengan Dirga dan Dita. Mereka tak sengaja bertemu di parkiran butik. Tak banyak drama dalam fitting baju ini, karena sebelumnya mereka sudah melakukan pengukuran tubuh dan sudah memilih model baju. Jadi sekarang hanya melakukan pengepasan dan pengecekan saja apa ada kurang, atau ukuran bajunya kurang pas. Tentu saja semua sudah sempurna karena butik ini sangat profesional.


Semua sudah selesai fitting dan sudah Oke tak ada masalah dengan baju. Hanya tinggal Rio dan keluarga kecil Niken yang belum melakukan fitting, karena mereka sedang berada di lain tempat.


Selesai fitting, Sisil Dita dan Ega pergi ke salah satu pusat permainan anak yang tak jauh dari butik. Mereka ke sana untuk menemani si kecil Alif bermain. Karena setelah selesai fitting tadi mata Alif tak sengaja melihat tempat permainan itu, alhasil Alif meminta untuk bermain di sana.


Para mama melanjutkan pekerjaan mereka yang masih perlu di cek. Sedangkan para lelaki kembali ke perusahaan untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang sempat tertunda.


Ketiga gadis cantik itu duduk di kursi tunggu sambil mengobrol, obrolan mereka banyak yang tidak berfaedah. Di sela obrolan sesekali mereka tertawa, sehingga suara tawa mereka mengundang perhatian pengunjung yang lain nya.


Dita pamit pulang terlebih dahulu karena ia harus kembali ke kantor. Di saat sedang asik ber gibah, ponsel Dita berbunyi tanda ada panggilan masuk. Setelah di lihat ternyata itu panggilan dari Dirga. Dirga meminta Dita untuk kembali ke kantor, entah ada urusan apa Dita pun tak tahu. Padahal pekerjaan Dita sudah rampung semua dan ia juga sudah meminta izin untuk ikut bersama Sisil.


Dan sekarang tinggal Sisil dan Ega yang menemani Alif bermain. Terlihat Alif yang sangat senang bermain di sana. Karena tempat itu banyak pengunjung nya dan tentu banyak anak yang seusia dengan nya juga. Maka dari itu Alif senang bisa berinteraksi dengan teman seusia nya.

__ADS_1


Prov Dita


Setelah mendapat panggilan dari Dirga, Dita langsung berpamitan pada Sisil dan Ega untuk kembali ke kantor. Dita mengatakan ada urusan yang urgent, jadi ia harus pergi sekarang juga. Itu juga Dirga yang mengatakan jika urusan nya sangat urgent.


Tiba di kantor Dita langsung masuk keruangan Dirga, tentu setelah ia mengetuk pintu terlebih dahulu dan sudah mendapatkan izin untuk masuk.


" Maaf tuan, ada masalah apa ya? " Tanya Dita saat sudah berada di depan meja kerja Dirga


" Ah itu, masalah itu sudah di selesaikan oleh Bara " Jawab Dirga santai


Dita tercengang mendengar jawaban Dirga. Jika sudah selesai kenapa tidak memberi tahunya? Kan ia tak perlu repot kembali ke kantor, ia masih bisa kumpul bersama Sisil. Jika masalah nya bisa di kerjakan oleh Bara kenapa harus meminta nya datang ke kantor untuk mengerjakan? Padahal ia sudah mendapatkan izin untuk bolos hari ini. Jadi buat apa ia kembali ke kantor jika semua pekerjaan nya sudah tidak ada lagi.


Tanpa Dita tahu sebenarnya itu semua hanya akal akalan Dirga saja. Ia sengaja meminta Dita kembali dengan alasan ada urusan yang sangat urgent. Ia hanya tak mau jika ada pria lain yang melihat kecantikan Dita, karena hari ini penampilan Dita sangat cantik di mata nya. Dan kecantikan Dita hanya boleh ia nikmati sendiri, ia tak mau berbagi dengan siapapun.


Satu jam dari kepergian Dita bersama Sisil dan Ega ke tempat permainan. Dirga langsung saja menghubungi Dita, di kantor Dirga sudah uring uringan memikirkan Dita.


Untuk menahan Dita agar tak kembali menemui adiknya, Sisil. Dirga memberikan setumpuk pekerjaan yang seharusnya di kerjakan oleh asistennya Bara. Sedangkan Bara sendiri belum kembali ke kantor setelah istirahat.


Hal itu membuat Dita kesal. Waktu bersama dengan Sisil hilang sudah. Padahal ini adalah kesempatan untuk seru seruan, karena setelah Sisil menikah ia yakin akan susah bertemu sahabat nya itu. Secara Bima sangat posesif, pasti ia tak akan sembarangan membiarkan Sisil keluar. Sisil akan sepenuhnya di akuisisi oleh Bima.


Berbeda dengan Dita yang sedang kesal di meja nya. Dirga malah merasa senang, ia memperhatikan laptopnya dengan senyuman yang tak pernah luntur dari bibirnya. Ya ternyata Dirga sedang memperhatikan Dita yang sedang mengumpat tak jelas sambil mengerjakan tugas yang ia berikan tadi.


Dirga sengaja memasang CCTV yang mengarah ke meja Dita, agar ia bisa dengan leluasa mengawasi Dita. Dita sendiri tak tahu jika ada CCTV di sana.


Kembali lagi pada Sisil dan Ega yang masih berada di tempat permainan.

__ADS_1


" Ga... Tunggu di sini sebentar ya. Mbak mau ke toilet dulu " Ucap Sisil pada Ega


" Iya mbak " Jawab Ega


" Satu lagi mbak titip ini ya " Sisil menitipkan tas nya pada Ega dan di angguki oleh Ega


Setelah itu Sisil pergi ke toilet umum yang tak jauh dari sana. Ega duduk sendiri di sana dengan memainkan ponsel nya, sesekali ia memperhatikan gerak gerik Alif yang aktif.


Sudah cukup lama Ega duduk sendiri di sana, tapi belum juga ada tanda tanda Sisil yang kembali.


" Lama banget sih mbak Sisil. Lagi bo'ker kali ya maka nya lama gini " Gumam Ega pada diri sendiri


Sudah hampir satu jam Ega menunggu dan Alif sudah kelelahan bermain. Alif menyudahi acara bermain nya, ia menghampiri Ega yang sedang asik bermain ponsel.


" Aunty... Mommy mana ? " Tanya Alif pada Ega, ia tak melihat sang mommy


" Lagi **k " Jawab Ega singkat


" Alif capek, mau minum dulu? " Tanya Ega pada bocah yang sudah berkeringat itu


" Mau " Alif mengangguk dan mengambil botol minumnya yang di berikan oleh Ega


Alif dan Ega duduk santai di kursi tunggu. Mereka masih menunggu Sisil yang tadi pergi ke toilet umum. Ega menyuapi Alif makan buah, untung tadi sebelum pergi mama Rita membawa bekal untuk Alif. Karena itu sudah kebiasaan mama Rita yang selalu menyiapkan cemilan ketika bepergian, untuk berjaga-jaga siapa tahu lama di jalan dan perut lapar. Jadi itu bisa di jadikan cemilan penjangal perut ketika lapar.


bersambung dulu ya...

__ADS_1


__ADS_2