
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Ega dan Alif masih setia menunggu Sisil yang tak kunjung keluar dari toilet. Sudah tiga puluh menit Ega dan Alif menunggu. Jika di akumulasi dari Ega yang menunggu sendiri dengan sekarang Ega di temani Alif maka sudah hampir satu jam setengah Sisil berada di toilet.
" Huh... Mommy kok lama sih " Gerutu Alif yang sudah tak sabar lagi menunggu
Alif sudah lelah dan mata nya sudah mengantuk. Jadi ia tak sabar lagi ingin pulang, bocah itu ingin segera tidur di ranjang empuk nya.
" Iya ya kok lama. Ayo kita cari mommy " Ucap Ega
Mereka berdua pun pergi ke toilet untuk mencari Sisil. Sampai di toilet mereka tak melihat Sisil. Ega kebingungan mencari keberadaan Sisil.
" Aduh kok gk ada. Mbak Sisil kemana sih? " Tanya nya pada diri sendiri
" Aunty coba telfon mommy " Kata Alif
" Masalahnya ponsel mommy ada di dalam tas, dan tas nya sekarang ada sama aunty. Tadi sebelum pergi mommy titip sama aunty " Jelas Ega pada Alif
" Jadi gimana dong aunty, apa kita pulang aja dulu. Alif udah ngantuk banget ini " Ucap Alif yang terlihat jelas matanya sudah mengantuk
" Ahh gimana ini, mana gue gk tau pulak daerah sini. Mbak Sisil kebangetan deh main tinggal aja anak orang. Gimana kalau gue nyasar " Gerutu Ega
Ega benar benar tak tahu seluk beluk kota J, ia belum pernah ke kota J sebelum nya. Mau pesan taxi untuk pulang, ia tak tahu alamat mansion.
" Andai aja ada Rio di sini. Ahh lagi dimana ya tuh anak " Gumam Ega
Andai ada Rio, ia tak perlu pusing. Adiknya itu selalu bisa di andalkan.
" Gue di sini "
Terdengar suara bariton seorang pria dari arah belakang Ega. Sontak Ega langsung membalikkan badannya dan ia melihat seorang pria tampan berbaju kaos hitam bercelana bahan biru navy dan bertopi hitam berdiri tegak di hadapan nya.
Dengan senyuman semringah Ega langsung memeluk tubuh pria tampan itu. Untung saja pria itu memiliki persiapan menyambut tubuh Ega. Karena ia sudah yakin jika Ega pasti akan langsung menghadiahi nya pelukan mendadak.
" Ihhh kangen gue " Ucap Ega masih dalam pelukan pria itu
__ADS_1
" Aunty udah, sekarang giliran Alif " Alit menarik ujung baju Ega, meminta Ega untuk melepas pelukan nya
Ega melepaskan pelukan nya dan menatap Alif.
" Aunty kan masih kangen ama om Rio " Jawab Ega pada Alif
" Ini om Rio nya Alif, aunty " Alif memeluk kaki Rio dengan menampilkan wajah cemberut pada Ega
Rio yang di perebutkan hanya tertawa kecil. Rio mengambil tubuh mungil Alif untuk ia gendong. Rio datang ke kota J sedikit terlambat, tadi nya ia akan ikut ke butik untuk fitting baju. Karena bis yang ia tumpangi mengalami masalah jadi ia terlambat dan akhirnya ia fitting sendiri di butik tadi dan sebelum nya mama Rita sudah mengirim alamat nya.
Rio tahu keberadaan kakaknya dari sang mama. Jadi setelah selesai fitting ia langsung menemui mereka.
" Kok lo bisa ada di sini sih dek ? " Tanya Ega pada Rio
" Habis fitting baju mbak, tadi mama bilang kalau kalian masih ada di daerah sini juga jadi aku ke sini buat cari kalian " Jawab Rio
" Katanya sama mbak Sisil juga, terus mbak Sisil nya mana? " Tanya Rio tak melihat keberadaan Sisil
" Nah... Itu dia kami terpisah. Tadi nya mbak Sisil izin ke toilet tapi udah satu jam lebih mbak Sisil gk balik balik. Udah kami samperin ke toilet tapi gk ada " Terang Ega pada Rio
" Udah di telpon? " Tanya Rio
"Hmmm... Coba kita cari lagi. Gk mungkin mbak Sisil pulang duluan kalau tas nya masih di sini. Karena pasti barang barang penting mbak Sisil ada di dalam sini " Ajak Rio untuk mencari Sisil lagi
Akhirnya mereka pun kembali mencari Sisil di setiap sudut. Merasa semua sudut sudah di cek dan mereka pun sudah lelah di tambah Alif yang sudah tertidur dalam gendongan Rio. Mereka menyudahi pencarian Sisil.
Rio menghubungi mama Rita untuk menanyakan apakah Sisil sudah pulang atau belum. Tapi mama Rita mengatakan bahwa Sisil belum pulang. Rio meminta mama Rita untuk menanyakan pada Bima, siapa tahu Sisil kembali ke kantor.
Namun beberapa menit kemudian mama Rita mengabarkan bahwa Sisil juga tidak ada di kantor. Sisil menghilang entah kemana tak ada yang tahu.
*
*
Di lain tempat
" Ha.. Halo " Terdengar suara aneh dari seberang sana
__ADS_1
" Aish... Gue nelpon di waktu yang tidak tepat " Umpat si penelpon pada diri sendiri dalam hati
" Ya... Ka.. Takan. Ada apa? " Tanya nya masih dengan suara aneh " Oh.. Baby pelan pelan " Ucap nya pada orang yang ada di dekatnya
" Hei... Cepat kata kan ada apa kau menelpon ku. Awas saja kalau tidak penting, akan ku potong bebek angsa mu karena sudah mengganggu proyek kami " Marah nya pada anak buah nya yang hanya diam saja.
Mendengar ancaman dari bos nya, ia menelan air ludah nya dengan susah dan satu tangannya memegang bebek angsa nya. Dengan cepat ia langsung memberi tahu informasi penting pada bos nya.
Setelah selesai menyampaikan berita penting itu, menggelengkan Kepala nya.
" Dasar si bos gk tau waktu, masih siang juga. Ahhh nasib gue yang jomblo begini lah " Gerutu nya setelah sambungan terputus
Dan ia mengasihani nasib jomblo nya yang sering ngenes. Pasalnya bukan hanya sekali telinga polos nya menangkap suara aneh dari sang bos.
" Sempat sempat nya dia menerima panggil gue. Ahh ini salah lo juga Bery, udah tau si bos lagi dalam misi penting. Tapikan gue juga mau menyampaikan berita penting kalau tidak gue juga yang kena batunya kalau tidak di sampaikan segera " Pria yang bernama Bery itu bermonolog sendiri
Di sisi si bos
" APA....? Bagaimana kalian bisa kecolongan hah? " Pekik nya pada anak buah nya
" Maafkan kami bos. Sepertinya ini sudah di rencana kan dengan baik. Karena kalau tidak di rencana dengan rapih tidak akan semudah ini untuk menculiknya. Ia mempunyai ilmu bela diri yang kuat, sangat sulit mengalahkan nya " Ucap nya menjelaskan
" Kurang ajar berani beraninya mereka menculik adik ku. Cepat kalian lacak di mana mereka membawa nya. Dalam waktu lima menit laporkan segera pada ku " Ucapnya
Ia menghentikan kegiatan mereka yang belum selesai. Sontak hal itu membuat lawan mainnya heran.
" Honey ada apa? Kenapa berhenti? Dan mau ke mana kamu? " Cerca nya dengan beberapa pertanyaan
" Ohh maaf baby, aku ada urusan. Adik ku di culik oleh seseorang" Ucap nya meminta maaf dan memberi tahu masalah nya
" Apa.. Adik mu di culik? Lalu bagai mana dengan proyek kita? " Tanya nya lagi
" Ya dia di culik dan saat ini adik ku lebih penting dari proyek kita baby " Ucapnya
" Lalu bagai mana dengan bebek angsa ku? " Ucap nya sambil melihat bebek angsa nya yang masih tegak
" Sekali lagi maaf baby, kau lanjut kan di kamar mandi saja dengan lifesiboy " Ucap nya sambil membelai rahang suaminya
__ADS_1
Bersambung dulu...