
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Saat Bima dan Dirga sedang berbincang dengan tamu yang lain, yang kebetulan mereka kenal. Ada beberapa orang yang tak jauh dari mereka sedang berbicara.
Pembicaraan mereka tak sengaja di dengar oleh Dirga dan pembahasan mereka itu membuat Dirga tertarik untuk mendengar lebih banyak lagi.
" Bukankah gadis itu, gadis yang datang bersama tuan Dirga? " Tanya wanita A
" Iya, benar. Tadi aku juga melihat Dia datang bersama tuan Dirga. " Wanita B membenarkan
"Kalian dengar tadi. Kata nya gadis itu seorang pelakor " Seru wanita A
" Iya benar. Tadi juga aku dengar langsung dari mulut tunangan tuan itu sendiri. Dia mengatakan kalau gadis yang bersama tuan Dirga itu sering bertemu dengan tunangan nya diam diam " Tambah wanita C
Seperti itu lah pembicaraan mereka dan obrolan mereka masih berlanjut dengan mencibir Dita. Banyak kata kata yang menyudutkan Dita, membuat Dirga mengepalkan tangannya.
Tanpa menunggu lama, Dirga pamit pada yang lain untuk melihat dan mendengar secara langsung bagaimana Dita di sudut kan.
Dirga mencari tempat yang di maksud oleh para wanita tadi, tadi ia sempat mendengar mereka menyebut salah satu tempat di mana keberadaan Dita.
Saat Dirga sampai, ia mendengar suara wanita sedang berbicara, sepertinya wanita itu sengaja berbicara dengan suara keras agar semua orang mendengar nya.
" Kau tak pernah mengirimi ku bunga, tapi wanita ini, setiap hari kau mengirimnya bunga. Apa lagi yang kau berikan pada wanita ini? Apartemen? Uang? " Seru wanita itu yang di dengar Dirga
" Bunga? Bunga apa yang kau maksud? Aku tak pernah menerima bunga dari siapa pun dan apa maksud mu menuduh ku menerima uang atau apapun itu dari dia? " Tanya Dita
" Halah kau jangan pura-pura polos, aku tahu wanita seperti mu " Ucapnya sinis
Dirga berjalan mendekati Dita yang sedang bingung akan bunga.
__ADS_1
" Sayang... Kenapa lama sekali mengambil minum nya? " Dirga memeluk pinggang Dita dan mengambil botol air yang sedang di pegang oleh Dita
Dita terkejut dengan kedatangan Dirga yang tiba-tiba dan memeluk nya. Ia hanya diam menatap wajah Dirga.
Siska juga terkejut dan memperhatikan perlakuan Dirga pada Dita. Ia sangat tahu siapa Dirga karena dulu ia pernah ingin mendekati Dirga, namun Dirga tak pernah menganggap nya ada.
Dirga yang merasa gemas melihat wajah Dita, reflek mendaratkan bibirnya ke pipi mulus Dita. Entah setan apa yang membisikkan pada nya untuk mencium Dita.
Cup
Satu kecupan mendarat dengan mulus ke pipi Dita.
Deg
Dita membulatkan matanya dan melihat wajah Dirga. Jantung nya berdebar dengan kencang seperti baru selesai melakukan maraton.
" Apa yang sedang terjadi di sini? " Tanya Dirga mengalihkan rasa gugup nya
Dirga melihat Siska dan beralih melihat Bram. Terlihat wajah keterkejutan mereka. Dirga menaikan sebelah alisnya.
" Tuan Bramantyo, nona Siska " Seru Dirga
" Ada masalah apa ya kalian dengan kekasih saya? Tadi saya dengar nona Siska mengatakan masalah bunga. Apa bunga yang saya terima selama seminggu ini dari anda tuan Bram? " Tanya Dirga pada Siska dan Bram dan di angguki oleh Siska
" Terima kasih untuk bunga nya, tapi maaf bunga itu tidak saya terima. Karena kekasih saya alergi terhadap bunga " Ucap Dirga setengah berbohong
" Alergi " Gumam Dita pelan sehingga tak ada yang mendengar
" Sejak kapan aku alergi bunga " Ucap Dita dalam hati nya
" Ahh, iya " Hanya itu yang keluar dari mulut Bram. Ia merasa tak enak hati pada Dirga, yang ia tahu Dita tak memiliki kekasih.
__ADS_1
" Ternyata dia kekasih tuan Dirga " Ucap lesu Bram dalam hati
" Tuan Dirga, apa anda tidak marah ada pria lain yang memberikan bunga pada kekasih anda? " Tanya Siska mencoba memprovokasi Dirga
" Buat apa saya marah, bunga itu saya sendiri yang menerima bukan dia " Jawab Dirga berbohong. Padahal ia tak suka ada yang memberi Dita bunga sehingga ia membuang bunga itu.
" Dan sudah aku katakan dia alergi bunga " Dirga menatap Dita dan tersenyum.
" Lalu apa anda tahu mereka sering bertemu di luar sana secara diam-diam? " Tanya Siska lagi masih mencoba memprovokasi Dirga
" Mereka tidak diam diam bertemu, tapi mereka hanya tak sengaja bertemu. Saya percaya pada kekasih saya, tidak mungkin ia menghianati saya. Bukan begitu sayang? " Ucap Dirga dengan masih memeluk pinggang Dita kemudian ia beralih menatap dan bertanya pada Dita
Seakan terhipnotis Dita mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban. Lagi pula benar apa yang di katakan oleh Dirga. Dita memang tak pernah bertemu janji dengan Bram. Satu lagi jika ia memang benar-benar kekasih Dirga, ia tak akan berselingkuh di belakang Dirga. Dita saja sudah lama menyukai Dirga jadi mana mungkin Dita berselingkuh.
" Apa anda sudah paham nona Siska? Jadi saya harap di kemudian hari anda jangan asal bicara mengatakan bahwa kekasih saya ini merebut tunangan anda. Dan satu lagi, kekasih saya tak akan tertarik dengan tunangan anda maupun lelaki lain di luar sana. Karena segala yang ada pada saya lebih dari semua lelaki di luar sana " Ucap Dirga dan sempat sempatnya Dirga menyombongkan diri di akhir kalimat nya
Tapi tak masalah juga Dirga jika menyombongkan diri. Karena memang benar apa yang ia katakan. Ia pria tampan dan kaya raya banyak wanita yang menginginkan nya.
" Baiklah jika sudah tidak ada lagi yang ingin di katakan kami permisi dulu " Ucap Dirga lagi
Kemudian Dirga membalikkan tubuh nya dan Dita. Dirga beralih menggenggam tangan Dita. Sebelum mereka berjalan Dirga kembali berkata.
" Oh ya saya hampir lupa. Tuan Bram saya minta anda jangan mengirimi kekasih saya bunga lagi lebih baik anda berikan saja pada tunangan anda itu. Sepertinya ia lebih membutuhkan nya " Ucap nya pada Bram
" Dan untuk anda nona Siska. Saya peringatkan untuk tidak menfitnah kekasih saya. Jika saya mendengar ada yang menjelekkan nya, anda tanggung sendiri akibatnya. Dan anda jangan takut, kekasih saya tidak menerima apapun dari tunangan anda " Kali ini Dirga berkata pada Siska
Setelah memberi peringatan pada Bram dan Siska. Dirga dan Dita meninggalkan tempat itu. Orang orang yang tadi sempat berprasangka buruk dan mencibir Dita kini beralih mencibir Siska. Mereka mengatakan Siska sudah keterlaluan menfitnah orang sembarangan. Apa yang di katakan Dirga memang benar, mana mungkin Dita menghianati Dirga. Hanya wanita bodoh yang melakukan itu.
****
Maaf ya baru up, dua hari ini author lagi ada kerjaan jadi baru sempat nulis nya sekarang.
__ADS_1
Terima kasih udah setia menunggu cerita author, semoga gk bosan ya 🤗🤗