Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
kembali berkumpul


__ADS_3

Happy Reading 😘


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


" Apa... Kandang ayam? " Tanya Sisil terkejut


" Hm " Jawab Dirga singkat


Kemudian Dirga beranjak dari duduknya ia berjalan ke satu tempat dimana itu adalah tempat penyimpanan makanan ayam. Dirga mengambil makanan ayam dan memberi ayam ayam pelihara nya makan.


" Apa ayam ayam ini punya kakak ? " Sisil bertanya dan mendekat


" Ya, benar sekali " Ucap Bima


" Ayam apa Saja ini? " Tanya Sisil ingin tahu karena yang ia lihat ayam itu berbeda beda, sambil ia juga ikut memberi ayam ayam itu makan


" Kamu lihat yang ini " Tunjuk nya pada ayam bertubuh besar dengan bobot delapan kg lebih, memiliki bulu di kaki.


" Ini ayam brahma, aku menyukai nya karena menurut ku tubuh nya lucu dan ayam brahma ini karakteristik aslinya tidak terlalu agresif " .


" Kalau yang ini ayam dong tao " Tunjuk yang pada ayam yang memiliki kaki bersisik tebal mirip seperti naga


" Besar sekali, pahanya hampir sebesar pergelangan tangan. Apa kakak sudah pernah memakan daging ayam ini? " Tanya Sisil, ia membayangkan paha ayam goreng yang sangat besar


" Sudah, tapi sayang karena permintaan akan daging ayam dong tao ini yang tinggi akan sulit untuk terpenuhi " Jawab Dirga


" Kenapa bisa begitu? "


" Ya karena ayam ini hanya bertelur enam puluh butir saja per tahun "


" Oooo,,, apa boleh di potong. Aku juga mau merasakan daging nya " Ucap Sisil seenaknya


" Enak saja,, tidak bisa. Aku cuma punya sepasang ini " Tolak Dirga cepat


Dirga saja hanya memelihara ayam ayam itu tidak berniat untuk memotong nya. Jika mau makan maka harus beli di tempat lain.


" Dasar pelit " Cibir Sisil


" Bodo " Ucpa Dirga masa bodo

__ADS_1


" Terus kalau yang ini ayam apa? " Tanya Sisil pada ayam yang berwarna hitam


" Kalau yang ini pasti boleh kan di potong, ayamnya biasa aja mirip ayam jago pak mamat di kota S " Ucap Sisil asal, ia tak tahu kalau itu ayam mahal


Dirga mendengus " Enak aja, kamu gak tau aja ini ayam apa. Ini namanya ayam cemani. Kamu tahu tidak ayam cemani? " Tanya Dirga pada Sisil


" Mana aku tau masalah ayam, yang aku tau ayam yang di jual dipasar buat di makan " Ucap Sisil ia memang tak paham


" Aish... Kau ini tak tau apa apa. Ini ayam cemani dan julukannya Lamborghini nya ras ayam karena sangat lengkap. Ayam cemani berasal dari jawa, benar benar kebangaan orang Indonesia. Penampilan nya berwarna hitam sampai ke daging dading dan tulangnya seperti Swedish Black. Selain itu cemani ini juga mirip seperti arwana karena dianggap bisa membawa keberuntungan " Jelas Dirga panjang kali lebar kali tinggi


" Sudahlah percuma juga kakak jelaskan, aku tak mengerti " Ucap Sisil enteng padahal Dirga sudah susah payah menjelaskan nya pada Sisil dengan panjang kali lebar agar ia tahu.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari ujung ruangan.


*


*


Di lain tempat tapi masih di kediaman Dirga. Dua puluh menit dari kepergian Sisil akhirnya Laras telah siuman dari pingsannya.


Setelah membuka mata Laras langsung menanyakan Sisil. Ia kembali menangis melihat tidak ada Sisil di sana. Ia takut Sisil akan kembali menghilang dari mereka.


" Pa,, dia benar-benar Shella putri kecil kita " Ucapnya dengan mata berkaca kaca


" Iya " Jawab Gunawan membelai sayang rambut Laras


Satu jam kemudian Sisil dan Dirga kembali ke kamar dimana orang orang masih berkumpul di sana.


Semua mata tertuju pada dua orang yang sedang berjalan masuk kedalam kamar. Laras beranjak dari duduknya langsung berjalan mendekat ke aras Sisil yang masih berjalan. Seolah ia tak sabar menunggu Sisil untuk sampai ke arah mereka yang sedang duduk di sofa kamar itu.


Setelah dekat mereka menghentikan langkah kaki masing-masing. Dengan mata sembab Laras langsung memeluk tubuh Sisil.


" Shella putri kecil mama " Seru Laras dalam pelukan Sisil.


Kali ini Sisil membalas pelukan Laras. Laras merasakan pergerakan tangan Sisil yang membalas pelukan nya. Air mata nya kembali mengalir dengan deras. Ia merasa senang Sisil menerima pelukan nya tidak ada lagi penolakan seperti tadi.


Dirga yang berdiri di antara Sisil dan Laras ikut memeluk keduanya. Gunawan yang melihat itu juga tak mau kalah ia menghampiri mereka dan ikut memeluk juga sekarang mereka sudah seperti teletabis yang saling berpelukan.


Suana kamar kini penuh dengan tangisan haru. Setelah melepaskan pelukan mereka, Gunawan mengajak mereka untuk duduk kembali di sofa.

__ADS_1


Laras duduk di samping Sisil dengan terus menggenggam tangan Sisil. Ia tak mau jauh dari Sisil, seolah takut akan ke hilangan Sisil lagi jika ia melepaskan tangan Sisil.


Laras kembali melihat tangan Sisil yang di hiasi dengan kalung kecil.


" Kamu menyimpan nya dengan baik " Ucapnya masih memperhatikan kalung itu


" Kenapa kamu memakainya di tangan tidak dileher? " Tanya Laras kembali menatap wajah Sisil


Sisil melepaskan kalung itu dari pergelangan tangan nya, kemudian menunjukkan nya pada Laras.


" Kalung ini sudah tak muat lagi di leher ku, maka dari itu aku pakaikan di tangan " Ucap Sisil menjelaskan


" Ah,, kau benar. Kalung ini sangat kecil sudah tak muat lagi untuk mu. Ini adalah kado ulang tahun mu yang ke dua. Kalung ini mama yang mendisain nya dulu khusus untuk mu" Laras menatap kalung kecil hasil rancangan nya dulu


" Benar kah kalung ini mama sendiri yang mendisain nya? " Tanya Sisil dan di angguki oleh Laras sebagai jawban


" Sangat cantik, ternyata mama sangat berbakat. Aku suka dengan desain kalung ini " Ucap Sisil mengagumi hasil karya mama Laras


" Ya wajar saja sangat bagus, mama itu desainer perhiasan " Ucap Dirga memberi tahu profesi sang mama


" Dan kalung ini hanya ada satu, tidak ada orang lain yang menggunakan kalung dengan model seperti ini. Kalung ini memiliki arti tersendiri " Tambah Dirga lagi


" Benarkah? " Tanya Sisil terkejut


Laras menjelaskan artis yang tersirat pada kalung Sisil. Yang pada intinya kalung itu merupakan lambang kebahagiaan keluarga besar mereka.


Dan kini mereka kembali bahagia setelah melewati puluhan tahun hidup dalam kesedihan. Ucap syukur tak henti hentinya keluar dari mulut mereka. Lantunan doa juga terus terucap dari mulut mereka.


🌸


🌸🌸


🌸🌸🌸


Terima kasih sudah mampir di novel author ya πŸ™


Terima kasih juga buat like nya πŸ˜ŠπŸ™


Bantu vote juga ya πŸ˜‰πŸ™

__ADS_1


Terima kasih untuk komentar positif nya, dengan adanya dukungan komentar yang positif membuat author semangat berimajinasi 😁😁.


__ADS_2