
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Setelah menunggu antrian, akhirnya nama Sisil di panggil untuk masuk ke dalam ruangan dokter. Di dalam ruang dokter Bima membuat sedikit drama.
" Selamat pagi dok " Sapa mama Arin ramah pada dokter tampan
" Selamat pagi juga tan, Bim, Sil. Gimana kabarnya semua? " Dokter tampan itu berbasa basi
" Baik dok " Jawab mama Arin dan Sisil sedangkan Bima hanya diam saja
" Syukur lah kalau begitu, ayo silakan duduk " Dokter mempersilahkan mereka untuk duduk
Mama Arin dan Sisil duduk bersebelahan pada kursi yang sudah di siapkan untuk pasien. Bima berdiri di belakang Sisil.
" Lo gk duduk, Bim? " Tanya nya iseng
" Kelihatannya " Jawab Bima memutar bola matanya malas
" Emang ada kursi lagi di sini, gk ada kan? " Ucap Bima lagi. Ya memang kursi yang di sediakan cuma ada dua jadi terpaksa Bima berdiri
Mama Arin, suster dan dokter tertawa akan keluhan Bima. Dan Sisil hanya tersenyum kecil.
" Sudah jangan banyak basa basi, kerjakan tugas lo. Periksa istri gue sekarang " Perintah Bima tak sabar
Dokter tampan itu menggelengkan kepala, kemudian ia mengerjakan tugasnya. Dokter tampan bertanya tentang keluhan Sisil dan kapan terakhir menstruasi. Kemudian ia meminta Sisil untuk berbaring di atas kasus yang sudah di sediakan.
" Kalau begitu, kita periksa dulu ya apa benar di dalam sana sudah ada kecebong Bima yang hidup ? " Ucap dokter sambil menjahili Bima
" Kok kecebong sih dok? Gk ada nama lain apa? " Protes mama Arin seperti tak terima calon cucu nya di bilang kecebong
" Ya kan bentuk benihnya seperti kecebong tan, nanti seiring bertambahnya usia kecebong itu juga akan berubah bentuk " Jelas dokter sambil tertawa kecil
" Ayo Sisil silahkan naik " Ucap nya sudah berdiri di samping kasur pasien
Sisil berbaring di atas kasur di bantu oleh suster perempuan yang merupakan asisten dokter. Suster mengoleskan gel ke perut rata Sisil. Pada saat dokter akan memeriksa Sisil, Bima melakukan unjuk rasa.
__ADS_1
" Ets,, mau ngapain lo? " Tanya nya mencegat tangan dokter yang hendak menempelkan transducer ke perut Sisil.
" Ya mau melakukan pekerjaan gue lah, mengecek yang ada di dalam sana " Ketus dokter
" Gk, gk ada. Gue gk mau lo yang periksa ya " Tolak Bima
" Bima, kamu apa apaan sih. Biar aja dokter Noval yang melakukan, itu sudah tugas dia " Seru mama Arin, lama lama ia ikut kesal juga melihat Bima. Menghambat jalannya pemeriksaan saja. Padahal ia sudah tak sabar untuk melihat perkembangan calon cucunya.
" Kan ada perawat. Suruh perawat aja yang melakukan. Gue gk rela istri gue di sentuh sentuh oleh pria lain " Timpal Bima masih tak mau dokter yang memeriksa
" Serah lo aja " Ucap dokter Noval jengah dan menyerahkan transducer yang ia pegang pada suster
Dan akhirnya dokter Noval mengalah karena tak mau berdebat dengan Bima. Suster mengambil alih memeriksa tapi tetap dokter Noval yang menjelaskan.
" Kalian bisa lihat, ini janin nya sekarang sudah memasuki usia lima minggu. Ukuran nya sudah sebesar biji buah apel. Morning sickness yang kamu alami itu wajar terjadi pada kehamilan di trimester awal " Jelasnya
Sekarang perut Sisil sudah di bersih kan dengan menggunakan tisu oleh suster. Dan mereka kembali duduk di kursi meja kerja dokter Noval saling berhadapan.
" Kok kamu gk menyadari kalau kamu lagi hamil, Sil " Tanya mama Arin karena sekarang usia kandungan Sisil sudah masuk lima minggu
" Gk ma, karena Sisil telat nya baru seminggu. Itu udah biasa makanya Sisil gk ngeh" Jawab Sisil
Dokter Noval menjelaskan dengan detail tetang kehamilan, tenang gejala-gejala yang di alami perubahan hormat dan mood ibu hamil. Sedikit banyak Bima menjadi paham, mengapa Sisil berubah beberapa hari ini. Mual, muntah dan penciuman istri nya yang bermasalah, perubahan mood itu semua gejala kehamilan.
Dokter Noval menyarankan agar Sisil banyak mengkonsumsi air mineral dan memberikan resep vitamin dan obat pereda mual.
Setelah segalanya selesai mereka bertiga pamit dan tak lupa mengucapkan terimakasih pada dokter Noval dan suster.
Di lorong rumah sakit Sisil tak sengaja melihat gadis mirip dengan Ega yang sedang melintas. Ragu ragu Sisil memanggil Ega, antara benar atau salah. Ia takut sampai salah panggil orang. Karena yang Sisil tahu Ega masih di Singapura. Dan memang Ega belum memberitahu siapapun kalau ia sudah pulang. Sudah dua hari kepulangan nya dari Singapura, ia hanya berdiam diri di dalam apartemen saja bermain bersama Alif.
" Ga,, Ega " Seru Sisil sedikit ragu
" Siapa Sil? " Tanya mama Arin
" Itu ma, Sisil lihat Ega tadi " Jawab Sisil menunjukkan seorang gadis yang sedang berjalan tak jauh dari mereka
" Bukannya Ega ada di Singapura ya " Seru mama Arin
__ADS_1
" Iya juga sih ma, tapi gadis itu mirip banget sama Ega. Ayo coba kita samperin " Ajak Sisil yang penasaran
Sisil dan mama Arin mempercepat jalan nya di ikuti oleh Bima dari belakang.
" Ega " Panggil Sisil ketika mereka sudah dekat dengan gadis yang sedang berdiri di depan meja resepsionis.
Gadis itu menoleh, dan ternya benar gadis itu adalah Ega.
" Mba Sisil " Seru Ega membalikkan badan nya menghadap Sisil. Kemudian ia mengalami tangan mama Arin, Sisil dan Bima secara bergantian.
" Mba Sisil ngapain di sini? Siapa yang sakit? " Tanya Ega
" Mba lagi periksa kandungan. Kamu yang lagi ngapain? Kapan kamu pulang? Emang semua urusan kuliah mu udah selesai? " Tanya Sisil lagi
" Mba hamil ya? " Tanya Ega antusias dan di angguki Sisil
" Wah selamat ya mba, kak Bima bentar lagi jadi mommy dan daddy. Semoga ibu dan calon debay nya sehat sehat " Ega kegirangan sampai lupa menjawab pertanyaan Sisil yang lainnya.
" Kan memang mba udah jadi mommy. Kamu lupa sama Alif, kan Alif anak mba " Ketus Sisil
" Hehehe, bener juga tak " Ega cengengesan menggaruk tengkuknya
" Kapan kamu pulang " Tanya Sisil lagi
" Ooo iya lupa, dua hari yang lalu mba " Jawab Ega nyengir
" Kok gk bilang sih kalau udah pulang " Ucap Sisil
" Iya Ega, kenapa gk bilang dan gk main ke rumah? " Timpal mama Arin
" Iya ma, Ega memang gk kasih tahu siapa siapa kalau udah pulang. Nanti Ega main ke rumah bareng mama dan Alif ya " Ucap Ega
" Kalian masih lama gk? Udah siang nih " Cela Bima sambil melihat jam di pergelangan tangan kiri nya. Ia harus segera berangkat ke kantor. Ke tiga wanita itu melihat Bima.
" Ya udah kak, aku mau jenguk mama teman aku yang lagi sakit dulu ya " Ucap Ega mengangkat bingkisan buah yang ada di tangannya
Akhirnya mereka berpisah, Ega pergi ke ruangan di mana orang tua teman nya yang lagi di rawat. Tadi Ega sudah bertanya pada resepsionis di mana letak ruangan nya.
__ADS_1
Bima langsung berangkat ke kantor sedangkan mama Arin dan Sisil pulang ke rumah bersama supir mama Arin yang sudah menjemput. Sebenarnya Bima sudah meminta supri mama Arin untuk menjemput mereka di rumah sakit.
lanjut nanti guys...