Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
masih dengan perdebatan


__ADS_3

Happy Reading 😘


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Karena penasaran dengan isi kontrak itu Jery meminta Sisil untuk membacakan poin tersebut. " Nona Sisil tolong anda bacakan isinya seperti apa "


Sisil pun membaca poin yang membuat ia heran. Isinya seperti ini :


-Harus menyiapkan sarapan, makan siang dan makan malam


-Menyiapkan pakaian kerja dan pakaian ganti lainnya


-Harus standby 24 jam jika diperlukan


-Handphone harus aktif dan jangan telat mengangkat nya pada saat di telepon


-Harus sudah ada di hadapan bos ketika bos bangun tidur dan akan tidur lagi


-Jika bos salah kembali lagi ke poin nomor satu yaitu BOS TIDAK PERNAH SALAH.


Seperti itulah kira kira isi poinnya, memang gila sih, tapi itu Bima buat agar ia bisa selalu melihat Sisil. Dan apakah Sisil akan menerima? Jawabannya tentu tidak pemirsa.


Jery melebarkan matanya karena terkejut mendengar isi kontra itu, ia melihat Bima yang tersenyum dan berbisik " Lo memang sudah gila"

__ADS_1


" Gue memang sudah gila Jer, sudah tergila gila malah " Jawab Bima tertawa santai. Jery menggeleng gelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan apa yang di buat oleh Bima.


Setelah membacakan kembali isi poin tadi Sisil menuturkan keberatan nya.


" Maaf tuan saya tidak bisa menerima isi poin ini begitu saja, saya rasa tuan membutuhkan seorang istri bukan sekertaris, karena sekertaris kerjanya tidak seperti ini "


" Menurut mu saya salah "


" Iya tuan "


"Kalau begitu coba kamu baca poin terakhir" Pinta Bima dan Sisil pun membacanya


" Jika bos salah kembali lagi ke poin nomor satu yaitu BOS TIDAK PERNAH SALAH "


"Jadi.. " Tanya Bima penuh kemenangan


" Kalau begitu kamu tinggal di rumah saya saja jadi tidak perlu repot untuk pulang pergi kerja, kita bisa istirahat bersama " Jawab Bima sekenanya


" Dasar bos gila, gue rasa ini orang butuh psikiater deh bukan sekertaris atau istri bener bener sudah gila, pantas saja pasien RSJ berkurang satu ternyata dia orang nya" Sisil menyembunyikan wajahnya ke samping berbicara sangat kecil untuk mengumpat bosnya


Walaupun suaranya kecil tapi masih bisa di dengar oleh pendengaran Jery dan Bima yang sangat tajam. Rasanya Jery ingin tertawa mendengar umpatan Sisil pada Bima.


Bima yang di umpat tidak merasa marah sedikitpun karena apa yang di katakan Sisil memang benar bahwa ia sudah gila alias tergila-gila karena Sisil.

__ADS_1


" Apa kata mu " Tanya Jery dengan wajah yang di buat datar untuk mengerjai Sisil


" Ah... Ti tidak ada tuan " Jawab Sisil gugup takut umptannya tadi di dengar padahal memang sudah di dengar sangat jelas.


" Kamu mengumpat tuan Bima kan tadi " Tanya Jery pura-pura menyelidiki


" Mana ada, tuan salah dengar kali "


" Jadi sekarang kau memgatai pendengaran saya tidak baik "


" Ah... Terserah anda saja lah tuan " Kesal Sisil


Bima tertawa meliat wajah kesal Sisil


" Hahahaha baik lah jika kamu keberatan, saya akan merubah isi poin itu kamu tidak perlu melakukannya untuk sekarang ini "


" Hah maksud tuan apa tidak perlu melakukannya untuk sekarang ini? " Tanya Sisil bingung


" Ya poin poin itu akan berlaku pada saat kita sudah menikah " Tentunya jawaban itu hanya ada di dalam hati Bima


Sisil masih bertanya-tanya maksud dari perkataan Bima, karena Bima hanya tersenyum tak menjawab pertanyaannya.


**Terimakasih telah bersedia mampir di novel receh author ya....

__ADS_1


maaf jika masih banyak terdapat typonya.


semoga kita semua sehat selalu**...


__ADS_2