
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Sisil teringat akan perkataan kakak angkat nya yang sering mengomeli nya ketika ia tak mau belajar ilmu Bela diri. " Kamu harus belajar ilmu bela diri walau hanya dasarnya saja. Bukan untuk berkelahi atau mencari musuh tapi untuk melindungi diri mu sendiri. Siapa yang akan tahu kedepannya, akan ada orang atau preman yang ingin berbuat jahat pada mu. Jika bukan diri mu sendiri yang melindungi mu siapa lagi. Kakak tidak bisa menjaga mu dua puluh empat jam "
Begitu lah ceramah kakak angkat nya waktu itu. Dan sekarang Sisil sangat bersyukur berkat omelan kakak angkat nya ia bisa sedikit ilmu bela diri. Dan bisa melindungi dirinya dari orang yang ingin berbuat jahat padanya.
" Sejak kapan non Sisil belajar ilmu bela diri? " Tanya mang Didin sambil tetap fokus pada jalanan
" Sejak bertemu kakak angkat ku. Ia yang selalu menasehati dan mengajari ku " Jawab Sisil
Sisil banyak belajar ilmu bela diri dari sang kakak angkat salah satunya ilmu bela diri taekwondo. Sisil juga di ajari menggunakan berbagai macam senjata.
" Wah.. Nona sangat beruntung memiliki kakak angkat yang baik, sepertinya kakak angkat nona sangat menyayangi nona " Ucap mang Didin
" Ya,, dia ingin aku menjadi wanita kuat dan mandiri. Ia tak mau melihat ku terluka " Ucap Sisil tersenyum membahas sang kakak
Walaupun mereka tak memiliki hubungan darah, tapi mereka saling menyayangi dan sudah seperti adik kakak kandung.
Setelah itu tak ada lagi obrolan di antara Sisil dan mang Didin. Mang Didin mengantar Sisil sampai ke mansion Gunawan sedikit terlambat dari biasanya, karena kejadian tadi.
Setelah kepergian Sisil dan mang Didin, tinggal lah ke tiga preman yang nasibnya mengenaskan. Wajah masing-masing dari mereka terlihat lebam di mana-mana. Sudut bibir yang pecah dan mengeluarkan darah segar. Yang paling parah keadaan nya adalah si tompel. Ia mengalami patah tulang pada bagian tangan kiri nya. Sungguh sangat memprihatinkan.
Tak lama kemudian ada sebuah sepeda motor berhenti di dekat mereka. Pengendara sepeda motor itu mendekati si tompel yang terlihat memprihatinkan.
__ADS_1
" Bro.. " Tegur nya sambil menepuk pundak kiri si tompel yang sakit. Sontak hal itu membuat si tompel berteriak kesakitan
" Aaaaaa " Teriak nya menepis tangan orang itu dan memegang tangan nya yang sakit
" Sorry bro,, gue gk tau " Ucap nya meringis melihat kesakitan si tompel
" Lo masih beruntung bisa lepas dari dewi kematian. Lo masih di beri kesempatan untuk hidup " Ucapnya pada si tompel
" Ya lo bener drong, gue nyesel gk dengerin nasehat lo dari awal. Gue hampir saja meningsoy "Ucapnya menyesal, dan ternyata pengendara sepeda motor itu adalah si gondrong temannya
Dari awal gondrong sudah menasehati dan memberi tahu tompel siapa Sisil dan siapa yang ada di belakang Sisil. Tapi karena silau akan uang tompel tak menghiraukan perkataan gondrong. Dan menganggap gondrong hanya membual saja.
Gondrong sengaja mengikuti tompel, tapi ia tak ikut campur dalam urusan tompel. Cukup sudah ia menasehati tompel tempo hari. Dan sekarang ia hanya melihat dari kejauhan, ia masih punya kewarasan untuk tidak ikut campur hari ini. Mengingat ia tahu siapa Sisil dan ia tak mau mengantar nyawa cuma cuma.
" Dan satu lagi, turuti apa yang dia katakan pada kalian tadi. Dia tidak pernah main main akan ucapnya " Ucap dan nasehat gondrong lagi dan di angguki oleh ke tiga nya.
Mendengar saja mereka sudah takut apa lagi kalau sampai terjadi. Tak bisa di bayangkan jika tubuh mereka menjadi santapan lezat jojo dan jeje.
*
*
Di tempat lain
Terlihat Bela yang sedang memegang gelas berisi minuman soda. Dan weni mamanya sedang duduk di sofa kamar Bela sambil menyaksikan acara gosip. Karena sedang bersama ibu nya, Bela di larang meminum minuman keras jadi ia hanya meminum sofa untuk merayakan keberhasilannya melenyapkan Sisil. Sungguh sangat PD sekali Bela jika ia berpikir seperti itu.
__ADS_1
Sedang asik mengkhayal akan keberhasilan nya, khayalan indah nya terusik oleh suara ponsel nya yang berdering nyaring. Tanpa melihat siapa yang menghubungi nya, ia langsung menerima panggilan itu. Dan terdengar lah suara seorang wanita yang mencercanya.
" Ternyata nyali mu sangat besar sekali nona, sudah aku peringatkan untuk tidak berbuat macam macam. Tapi kau malah berbuat lebih, tak menghiraukan peringatan ku. Kau pikir aku bercanda hah. Perlu kau ingat nona, nyawa ku lebih berharga nilainya di bandingkan dengan nyawa mu. Berani beraninya kau hanya membayar para preman itu cuma seratus juta. Kau pikir nyawa ku semurah itu, kalau kau mau nyawa ku paling tidak kau harus mengeluarkan seratus milyar " Ucap nya kesal
Tanpa basa basi, tanpa permisi dan tanta sai helo. Suara itu terus mencerca Bela dengan kesal dan tanpa sempat berkata sepatah kata pun sambung itu langsung terputus.
Bela yang terdiam masih mencerna siapa yang sudah menelpon nya. Setelah ia tahu siapa itu, ia langsung membanting gelas yang masih ada di tangan nya dengan emosi.
Weni yang sedang menonton acara gosip terkejut mendengar suara gelas pecah dan langsung menoleh ke arah sumber suara. Ia terkejut melihat Bela dengan wajah memerah karena marah. Ada apa dengan Bela, bukannya tadi ia baik baik saja bahkan tadi ia sangat happy, pikir nya.
Weni beranjak dari duduknya hendak mendekati anaknya Bela. Baru akan bertanya tiba-tiba terdengar suara notifikasi masuk ke dalam ponsel Bela. Bela melihat siapa pengirim pesan, ia melihat nomor yang sama dengan yang tadi menghubungi nya.
Kemudian ia membuka pesan yang masuk. Ternyata itu adalah sebuah video dan ada pesan nya juga, yang berisi peringatan atau ancaman.
" Mundur lah secara baik baik selagi aku masih memperingati. Jika kau masih berulah kau tahu apa yang akan aku lakukan pada video ini "
Setelah membaca isi pesan itu jari lentik Bela menekan tanda play pada video tersebut, ia penasaran apa isi dari video itu. Seketika video itu pun berhasil ter-Download dan langsung menampilkan adegan mesum yang ia bintangi bersama asistennya sebagai lawan main.
Durasi video itu cukup panjang karena tidak di edit sama sekali. Mata Bela melebar melihat isi dari video. Tak hanya Bela saja mamanya Weni juga ikut melebarkan mata karena terkejut melihat video itu.
Bela menggenggam erat ponselnya karena marah. Ia tak terima jika ia harus mundur tapi ia juga tak mau kalau sampai video itu menyebar luas di internet. Jika itu sampai terjadi, ia akan malu dan reputasi keluarga nya akan hancur.
🐣🐣🐣🐣🐣
teng kiu buat komen n like nya readers. baca komen yang positif bikin author tambah semangat buat nulis 🤗
__ADS_1