
Happy Reading π
ππππππ
Laras duduk di tepi ranjang kecil sambil melihat foto foto gadis kecil yang terbingkai di album foto. Laras membolak balik lembaran album itu, ada begitu banyak foto gadis itu di sana. Mulai dari masih bayi baru lahir, belar berangkak, belajar berjalan, dan masih banyak lagi kegiatan kegiatan yang lainnya yang tertangkap kamera sampai pada terakhir foto itu di mana momen gadis kecil itu berulang tahun yang ke dua.
Laras mengusap foto itu dengan sayang, tak terasa air matanya sudah membasahi pipinya. Dadanya terasa sesak di kala bayang bayang gadis kecil itu berputar di kepalanya. Ia menangis terisak sambil memeluk album foto. Karena lelah menangis ia tertidur di ranjang kecil yang hanya muat untuk satu orang dewasa.
Sore hari Gunawan pulang kantor lebih awal, ia mencari keberadaan istrinya, tidak seperti biasanya Laras tidak menyambut kepulangan nya. Ia berfikir mungkin Laras ada di kamar mereka. Ia pun langsung pergi ke kamar, tapi lagi lagi ia tidak menemukan keberadaan Laras.
Selesai membersihkan diri Gunawan masih belum melihat Laras, ia turun ke dapur mungkin istrinya itu sedang berada di dapur. Di dapur ia hanya melihat bi Tuti sang Art sedang memasak.
" Bi,, apa bibi melihat Laras? " Tanyanya karena tak melihat Laras di dapur
" Nyonya Laras tadi sore masuk kamar non Shella, tuan " Ucapnya memberi tahu
" Baik lah,,, terimakasih bi " Gunawan pergi meninggalkan dapur
Dengan langkah kakinya yang lebar kini ia sudah berada di depan pintu bercat pink. Gunawan membuka pintu dengan pelan.
__ADS_1
Ceklek...
Pintu terbuka, pandangan Gunawan langsung tertuju pada sang istri yang sedang tertidur di atas ranjang dengan tangan memeluk sebuah album. Ia mendekat dan berlutut di hadapan Laras, dengan hati hati ia melepaskan tangan Laras yang memeluk album.
Dengan perlahan ia membuka album yang sekarang sudah ada di tangannya, lembar demi lembar ia buka. Ia menonggakkan kepalanya ke atas mencoba menahan air mata agar tak jatuh. Kemudian ia menatap wajah sendu Laras, ia mengusap jejak air mata yang membekas di pipi Laras.
Merasa ada yang mengusik tidur nya, Laras pun terbangun. Ia melihat suaminya yang sedang tersenyum menatap nya, dengan cepat Laras bangkit dari tidur nya dan langsung memeluk suaminya dengan mata berkaca kaca. Gunawan selalu ada untuk menguatkan nya, walaupun Gunawan sendiri dalam keadaan sangat terpuruk. Gunawan harus kuat demi orang orang yang ia sayangi.
*
*
Bima keluar dari ruangan nya dan menghampiri Sisil yang sedang berkutat dengan layar komputer yang ada di depan nya.
" Sil... Kamu ikut saya ke proyek di bagian timur sekarang "
" Ah, iya " Sisil mematikan komputer dan bersiap siap
Mereka berjalan beriringan, tiba di parkiran Bima membuka pintu mobil untuk Sisil.
__ADS_1
" Tidak perlu tuan, saya bisa sendiri " Sisil merasa tidak enak. Masa bos yang membuka pintu untuk nya, seharusnya ia yang membuka pintu untuk bos nya.
" Tidak apa apa, ayo masuk " Ucapnya sambil tersenyum.
Ketika Sisil hendak masuk, Bima meletakkan tangannya di pintu agar kepala Sisil tidak terbentur pintu. Sisil yang mendapat perlakuan manis dari Bima merasakan debaran di dada nya. Sisil merasa senang mendapatkan perhatian kecil dari Bima.
Tak jauh dari mobil Bima ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.
" Ada hubungan apa mereka? "
πΈ
πΈπΈ
πΈπΈπΈ
Terima kasih sudah mampir di novel author ya π
Terima kasih juga buat like nya ππ
__ADS_1