
Happy Reading π
ππππππ
Sinar mentari menerobos melalui celah celah ventilasi, hordeng berkibar ceria di hembus sang angin pagi, membangunkan seorang gadis cantik yang masih asik berkelut dengan mimpi panjangnya. Dengan perlahan ia membuka mata nya beberapa detik kemudian ia kembali memejamkan mata nya karena sialu oleh sinar matahari yang masuk ke dalam kamarnya. Ia menundukkan wajah nya dan mengangkat tangannya untuk menghalangi sinar matahari yang menyilaukan mata.
Kemudian gadis itu duduk dengan menyenderkan punggung nya di headboard, ia teringat pembicaraan seminggu yang lalu. Lagi dan lagi kemarin sang bos juga bertanya tentang sahabat nya.
Dita heran dengan bos nya yang menanyakan perihal tentang Sisil dan ia melihat ada perubahan di raut wajah Dirga, ia berfikir apa ada sesuatu antara Sisil dan bos nya. Hal itu akan membuat ia kecewa. Apa mereka pernah bertemu, tapi kapan di mana ?, Sisil tidak pernah datang ke kota J sebelum nya. Tidak tahu saja Dita mereka pernah bertemu di kota S tiga tahun yang lalu.
" Apa mereka saling kenal? , ahhh tidak mungkin jika mereka saling kenal kenapa pas bertemu waktu itu mereka tidak saling sapa"
" Atau mereka punya hubungan spesial yang di tutupi?, ahh itu juga tidak mungkin"
" Kyaaaa, jangan jangan tuan Dirga menyukai Sisil, ya di lihat dari gelagatnya tuan Dirga menyukai Sisil ". Ia mengigit kecil kuku jari nya
Dita berbicara sendiri dan menerka nerka apa sebenarnya yang terjadi. Ia mengacak-acak rambut nya karna prustasi memikirkan semua itu. Ingin rasanya ia berteiak dan menangis, selama dua tahun ini ia memendam rasa cinta kepada Dirga, ia rela bekerja di perusahaan Dirga hanya ingin dekat dengan sang pujaan hati. Ia binggung apakah ia harus menyerah, dan merelakan cintanya.
Dering ponsel di atas nakas menyadarkan Dita dari pikiran nya yang kacau. Ia meraih ponsel dan melihat nama yang ada di layar.
__ADS_1
Sisilia calling...
Dita meletakkan kembali ponselnya di atas nakas dengan ponselnya masih berdering tanda panggilan masih masuk, ia tak berniat untuk menerima panggilan dari Sisil. Ia merasa bingung tak tahu apa yang harus ia perbuat.
*
*
Tak terasa Sisil pun kini telah sampai di kota J, mobil yang di kendarai mang Didin telah parkir di halaman apartemen yang akan Sisil diami. Sisil keluar dari mobil dan melihat sekeliling apartemen.
" Kota J i'm coming " Gumamnya sambil tersenyum
Sisil melangkahkan kaki nya mengikuti mang Didin yang membawa kopernya masuk ke dalam apartemen, ia berjalan di belakang karena ia belum tahu letak apartemen yang akan ia tinggali.
" Hallo... Tuan kami telah sampai "
"..... "
" Baik,, terimakasih tuan"
__ADS_1
Satu menit kemudian ponsel Sisil berbunyi tanda ada pesan yang masuk. Sisil membuka pesan yang masuk dan membacanya " Password nya tanggal lahir mu"
Awalnya ia ragu apa benar password apartemen ini pakai tanggal lahir nya, kemudia ia mencoba memasukkan tanggal lahir nya dan ternya benar saja pintupun terbuka. Sisil masuk dengan sedikit heran di ikuti mang Didin dari belakangnya membawa koper Sisil masuk setelah itu mang Didin pun pamit pulang karena pekerjaan nya telah selesai.
Sisil melihat isi apartemen, ia menatap kagum. Pasalnya ini merupakan apartemen mewah yang pernah ia lihat. Ia merasa berlebihan dan tak pantas menerima fasilitas semewah ini. ya yang di terima Sisil barusan adalah pesan dari Bima.
" Apa bos tidak salah memberikan gue fasilitas apartemen ini, dan lagi mengapa password nya tanggal lahir gue" Sisil mengelilingi apartemen
" Tahu dari mana bos tanggal lahir gue" Bingung nya lagi
Tak tahu saja Sisil, Bima sudah mencari informasi mengenai Sisil apa yang Sisil suka dan tidak suka walau tak semua nya ia tahu, karena informasi mengenai Sisil sangat sedikit. Itu semua karena Sisil sendiri yang menyembunyikan nya.
pemandangan pertama yang Sisil lihat pas masuk ke dalam apartemen. menurut nya ini sudah wah sekali tapi sederhana bagi Bima.
πΈ
πΈπΈ
__ADS_1
πΈπΈπΈ
Terimakasih telah mampir di novel author ya π