
Happy Reading π
ππππππ
Dua hari setelah Sisil mendatangi kantor HRD semua karyawan yang di paksa berhenti sudah kembali masuk bekerja. Selain mereka tidak membuat kesalahan dan membuat rugi perusahaan selam bekerja, kinerja mereka juga bagus sangat di sayangkan jika harus kehilangan karyawan yang kompeten.
Tika melihat salah satu dari mereka sedang memasuki ruangan kerja, kebetulan orang itu satu divisi dengan nya.
" Apa yang kamu lakukan disini? " Tanya nya dengan angkuh
" Untuk apa lagi kalau bukan untuk bekerja " Ucap orang itu berani
" Apa maksud mu, bukannya kamu sudah di pecat ? " Himbuhnya tak percaya
" Nyatanya aku ada di sini " Ucap orang itu cuek
" Siapa yang menyuruh mu untuk kembali lagi ke sini? Apa kamu masuk secara diam diam?" Tika mulai emosi
" Ya kamu bisa tanyakan pada bagian personalia sana kenapa aku ada di sini sekarang " Ucap nya lagi tanpa rasa takut pada tika
Tika mengepalkan tangannya ia emosi orang yang ada di hadapannya ini semakin tidak takut padanya. Ia memutuskan untuk keluar ketika ia keluar lagi lagi ia melihat ada karyawan lain yang ia pecat. Melihat itu ia semakin marah dan memutuskan untuk mendatangi kepala HRD.
Di ruang personalia Tika memarahi semua orang yang di sana dengan sangat arogan.
" Siapa yang memerintahkan kalian untuk memanggil mereka datang lagi ke sini? " Tanya nya
" Bu Sisil yang meminta atas perintah tuan Bima sendiri, bu Tika " Ucap kepala HRD
" Kurang ajar kamu Sisil, seperti nya aku harus segera menyingkirkan mu. Tidak ada yang bisa menghalangi ku, jika aku tidak bisa mendapatkan Bima maka tidak seorang pun yang bisa memiliki nya " Batin Tika, ia mengepalkan tangannya hingga jari jarinya memutih
__ADS_1
*
*
Di ruangan Bima
Sisil melihat pesan yang masuk ke henpon nya, ia tersenyum kecil melihat isi pesan dan kemudian ia mengajak Bima untuk keluar sebentar.
" Sayang ayo ikut aku sebentar " Ajaknya
" Kemana sayang? " Pekerjaan ku belum selesai " Bima masih mengerjakan pekerjaannya
" Ikut saja, tidak akan lama " Sisil sudah menarik tangan Bima
" Tapi... " Ucapnya terpotong
Dan akhirnya Bima ikut dengan nya. Tak butuh waktu lama kini mereka sudah sampai di tempat tujuan. Dari kejauhan mereka dapat mendengar suara orang yang sedang marah.
" Sudah saya katakan semua perintah saya itu sudah di setujui oleh Bima, apa anda melupakan itu? " Ucap nya percaya diri
" Maaf Bu, tapi itu juga atas perintah tuan Bima sendiri, beliau menolak semua surat pengunduran diri mereka "
" Siapa yang mengatakan itu perintah tuan Bima, Sisil? Anda percaya apa yang dia bilang? Dia itu hanya sekertaris dan apa yang dia katakan itu bohong dia melakukan itu semua agar pendukungnya tidak berkurang, kalian tahu kan kalau dia itu mencoba merebut Bima dari saya dan di sini dia mencoba untuk melawan saya " Bohong Tika
Mereka berbisik bisik benar yang di katakan Tika, pasti Sisil melakukan itu semua agar pendukungnya tidak hilang sebab semua yang di pecat adalah orang orang yang membela Sisil dan tidak menyukai Tika, dan mereka berfikir sungguh licik sekali Sisil memanfaatkan kecantikan dan jabatannya sebagai sekretaris untuk menjerat Bima.
Tika tersenyum samar melihat orang orang mulai termakan oleh kata kata bohong nya.
" Cepat kamu panggil mereka kesini jika tidak ingin kamu yang saya pecat " Perintah nya arogan
__ADS_1
Bima dan Sisil masih berdiri di depan pintu mendengar semua kebohongan dan ke angkuhan Tika.
" Cepat " Bentak Tika melihat kepala HRD yang tidak bergerak sedikit pun
" Ada apa ini? " Suara Bima memenuhi ruangan
Semua orang melihat ke sumber suara, ketika Tika berbalik dan melihat kedatangan Bima ia terkejut dan panik memikirkan sesuatu.
" Kenapa tuan Bima bisa ada di sini, bukannya dia sangat sibuk? " Tanyanya dalam hati, ia tak mengira seorang Bima yang super sibuk akan berada di sini sekarang. Sudah bertahun ia bekerja tidak sekali pun ia melihat Bima memasuki ruangan karyawan nya. Maka dari itu Tika berani berbuat seperti sekarang.
Kepala HRD yang mengira Bima datang untuk kekasihnya Tika takut akan kemarahan Bima karena tidak menghormati tunangan nya.
" Maaf tuan, saya... " Ucapan nya terpotong oleh suara Bima
" Siapa kamu? Apa kuasamu di sini sehingga bisa memecat karyawan saya? " Tanya nya pada Tika
Semua yang ada di sana saling lihat, termasuk kepala HRD yang nampak binggung. Bukannya Tika tunangan tuan Bima, mengapa tuan Bima malah bertanya siapa dia.
πΈ
πΈπΈ
πΈπΈπΈ
Terima kasih sudah mampir di novel author ya π
Terima kasih juga buat like nya ππ
Bantu vote juga ya ππ
__ADS_1