Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
obrolan Sisil dan Dita


__ADS_3

Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


Di cafe Ceria


Setelah kejadian di kantin kantor beberapa hari yang lalu. Di mana Sisil dan Dita sedang makan di sana dan tiba-tiba di kejutan akan kedatangan Bima dan Dirga. Membuat Dita kepo akan hubungan antara Sisil, Dirga dan Bima. Karena ia belum mendapat klarifikasi dari yang bersangkutan.


Hari ini sepulang dari kantor Dita mengajak Sisil untuk ketemuan di cafe Ceria. Kebetulan hari ini hari sabtu mereka memiliki waktu luang setelah pulang kerja, jadi di sini lah mereka berdua berada.


" Sejak kapan lo jadian ama tuan Bima? " Tanya Dita setelah pelayan pergi meninggalkan pesanan mereka


" Kepo lo ya... Mau tau aja apa mau tau banget " Ucap Sisil tersenyum jahil sambil menoel hidung mancung Dita


" Aishh cepet jawab aja " Dita menepis jari Sisil yang berada di hidung mancung nya


" Sabar bukk jangan pakai emosian, nanti cantik nya nambah " Seloroh Sisil membuat Dita cemberut


" Gue udah dua bulan ini jadian sama ayang bebeb " Ucap Sisil berhenti, ia melihat ekspresi wajah Dita yang seperti menahan sesuatu.


" Kenapa lo,, gitu amat muka nya. Lagi nahan b'ol lo? " Tanya Sisil melambaikan telapak tangannya ke wajah Dita


" Gue jijay dengar omongan lo. Ayang bebeb ayang bebeb " Cibir Dita pada Sisil


" Aishh lo gk tau aja orang pacaran itu perlu panggilan yang sepesial. Begini nih kalau ngobrol sama jomblo, susah " Ketus Sisil malas


" Terserah lo, terus kenapa lo gk cerita ke gue kalau lo udah jadian ama tuan Bima? " Tanya Dita


" Gue sengaja gk cerita sama siapa siapa karena hubungan kami baru seumur biji jagung "


" Lah terus kenapa lo cerita ke gue sekarang? " Tanya Dita polos membuat Sisil mendengus


" Yang maksa gue ke sini buat cerita siapa? " Sisil melotot kan matanya pada Dita


Mendapatkan pelototan dari Sisil hanya membuat Dita cengir kuda dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Lagian bulan depan kami mau nikah, gk papa lah cerita ama lo biar lo gk shock " Ucap Sisil kemudian


Benar saja mendengar Sisil akan menikah secepat itu membuat Dita terkejut dan melebarkan bola matanya hampir saja ia tersedak oleh cemilannya. Untung cemilan itu baru sampai di depan mulut.


" Gile bener lo... Gercep benerrrrr. Baru aja lo pindah ke sini udah jadian aja ama tuan Bima ehh sekarang baru jadian dua bulan tau tau lo udah mau nikah aja " Ucap Dita geleng-geleng kepala sambil meletakkan garpu yang tadi ia pegang

__ADS_1


Belum sempat Sisil menjawab Dita langsung bertanya lagi dengan nada terkejut.


" Lo ama tuan Bima gk nabung duluan kan? " Tanya nya sambil menutup mulut


Cletak....


Sisil menjitak jidat Dita gemas membuat Dita meringis dan mengusap jidatnya.


" Enak aja kalau ngomong. Saringan lo udah bocor ya? " Tanya Sisil kesal


" Maaf, kan gue takut aja lo salah langkah. Kan lo barbar, kali aja udah ada ponakan gue di sini " Ucap Dita sambil mengelus perut rata Sisil membuat Sisil menepuk tangan Dita


" Gue emang barbar, tapi masih dalam batasan juga kelesss. Lagian kalau udah cinta ngapai nunggu lama lama nanti di ambil orang " Sindir Sisil pada Dita dengan tersenyum miring


Dita hanya diam mendengar ucapan Sisil yang seperti menyindir diri nya. Ia mengaduk aduk minumannya tanpa berniat untuk meminumnya. Sisil hanya melirik saja pada Dita sambil tersenyum.


" Sudah kalau lo suka dan cinta pepet terus " Ucap Sisil tiba-tiba membuat Dita menghentikan gerakan memutar sedotan minuman nya


" Maksud lo? " Tanya nya dengan menaikan sebelah alisnya


" Gue tau ya, kalau lo itu suka nya setengah mati ama bos tampan lo " Ucap Sisil tersenyum remeh pada Dita


" Udah gk usah bo'ong lo ama gue, ngaku aja. Gue tau ya seorang Dita mana mau bekerja kalau gk ada maunya. Dan kalau pun lo mau kerja kenapa gk di perusahaan bokap lo kenapa harus kerja di tempat lain? "


" Udah berapa lama lo kerja di sana, udah selama itu juga kan lo suka ama bos lo? Kenapa lo gk bilang kalau suka? " Tanya Sisil heran sudah hampir tiga tahun Dita bekerja di tempat Dirga dan selama itu juga ia menyimpan perasaan nya sendiri. Sungguh membuat Sisil geregetan.


" Gue takut bakal di tolak " Lirih Dita


" Yakin lo bakal di tolak? " Tanya Sisil


" Hmm,, gue pikir bos gk mau pacaran atau semacam nya lah, karena selama ini gue gk pernah liat bos terlibat tau jalan bareng sama cewek. Ya,, selain ama lo ya akhir akhir ini" Ucap Dita melihat wajah Sisil


" Ya selama ini dia hanya fokus ama adiknya yang hilang, makanya dia gk tertarik memiliki hubungan dengan wanita lain. Ia takut nanti akan mengecewakan pacar nya karena merasa terabaikan jika ia fokus mencari adiknya. Lagian kalau lo gk coba ungkapan kan mana tau lo akan di tolak apa gk " Ucap Sisil panjang kali lebar keliling lingkaran


" Apa benar seperti itu? " Tanya Dita


" Hmm " Sisil hanya mengangguk membenarkan


" Lo tau dari mana semua ini, apa tuan Dirga yang cerita sendiri kan kalian dekat? Sebenarnya ada hubungan apa lo ama tuan Dirga? Apa lo juga pernah suka ama tuan Dirga?" Dita memberondongi Sisil dengan pertanyaan yang membuat nya penasaran


" Hahaha " Sisil tertawa dengan pertanyaan Dita

__ADS_1


" Suka lah masa gk suka, tapi dalam arti lain ya.. " Ucap Sisil tersenyum membuat Dita menautkan kedua alisnya


" Bos tampan lo itu kakak kandung gue. Gue adalah adiknya yang hilang. Jadi gue pasti suka dan sayang lah ama kakak gue sendiri " Jawaban Sisil lagi lagi membuat Dita melebarkan matanya tak percaya


" Seriusly " Tanya Dita tak percaya


" Hmm " Jawab Sisil sambil menyeruput minuman nya


Sedang asik menikmati minuman nya, mata Sisil tak sengaja melihat seorang perempuan cantik yang sangat tak asing di matanya sedang berjalan hendak memasuki cafe tempat dimana mereka sedang duduk sekarang.


" Dit " Sisil menepuk tangan Dita yang sedang melamun entah memikirkan apa


" Ada apa? " Tanya Dita heran


Sisil mengkode dengan lirikannya. Dita yang paham lalu mengarahkan pandangan nya pada arah lirikan mata Sisil.


" Itu... Mis Teri kan? " Dita memastikan


" Te.. Ry.. Dita Tery bukan Teri. Teri itu ikan kesukaan mama Rita apa lagi kalau di masak sambel. Wihhh enak banget tuh " Ucap Sisil membenarkan ucap Dita


" Ishhh apalah namanya mau Teri kek mau Tery Liye kek itu juga orang nya. Lagian ngapain lo bawa bawa si sambel teri kan gue jadi pengen makan sambel teri jadinya " Keluh Dita pada Sisil yang menyebut nyebut makanan kesukaannya juga. Padahal Dita sendiri yang duluan menyebut nama Teri


" Kan lo duluan yang nyebut Teri, ya gue jadi inget sambel teri kesukaan mama Rita jadinya " Sisil membela diri


" Ohh iya kenapa mis Tery Liye bisa keluyuran di sini, gk takut di kejar kejar sama paparazzi apa " Ucap Dita lagi


" Tau ah, coba lo panggil gih " Sisil menyuruh Dita untuk memangil wanita yang mereka sebut mis Tery


🌸


🌸🌸


🌸🌸🌸


Terima kasih sudah mampir di novel author ya πŸ™


Terima kasih juga buat like nya πŸ˜ŠπŸ™


Bantu vote juga ya πŸ˜‰πŸ™


Terima kasih untuk komentar positif nya, dengan adanya dukungan komentar yang positif membuat author semangat berimajinasi 😁😁

__ADS_1


__ADS_2