Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
Ega berkunjung kerumah calon mertua


__ADS_3

Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


Semilir angin laut menghempas ke tubuh ramping seorang wanita cantik membuat rambut panjang yang tergerai indah itu berantakan oleh tiupannya. Aroma khas laut tercium begitu jelas di indra penciuman nya. Hamparan pasir putih dan deruan ombak menjadi objek yang sangat indah di pandang mata.


Seseorang datang dari belakang dan memeluk tubuh ramping wanita yang sedang menikmati angin laut. Wanita itu tersenyum tanpa mengalihkan pandangan nya pada luasnya lautan, tanpa melihat pun ia sudah tahu bahwa itu adalah suaminya. Ia menyandarkan kepalanya pada dada bidang yang terbungkus kain. Rasanya semakin nyaman bila menikmati keindahan itu bersama orang yang kita cintai.


" Sayang... Terima kasih untuk hadiah bulan madunya " Ucap nya tersenyum


Tak ada jawaban, yang ada hanya sebuah pelukan yang semakin erat memeluk tubuh ramping nya. Dan ia pun meletakkan ke dua tangannya di atas ke dua tangan suaminya yang melingkar di pinggang nya seolah membalas pelukan suaminya.


Hari ini adalah hari terakhir sepasang sejoli itu berada di negeri ginseng. Dan hari ini mereka menghabiskan waktu di pantai yang ada di pulau Jeju. Sudah dua hari mereka di pulau ini, rasanya ia masih seperti mimpi bisa berada di sini.


Setelah puas menikmati keindahan pantai Jungmun ke dua sejoli itu kembali ke hotel untuk berkemas. Besok mereka akan kembali ke tanah air tercinta. Sejauh apapun langkah kaki membawa mereka pergi pada akhirnya akan kembali ke tanah air juga.


*


*


Di dalam kamar bernuansa gray seorang pemuda sedang berbaring di atas tempat tidur nya yang nyaman dan empuk. Pandangan nya menatap lurus ke langit-langit kamarnya. Ia mengembuskan napas panjang dan tangan kanannya meraih ponsel yang tergeletak di atas nakas.


Jeri jemarinya yang panjang berselancar lihai memainkan ponselnya. Ia membuka aplikasi sosial media dan mencari nama seseorang. Setelah menemukan orang yang ia cari, ia membuka satu persatu postingan orang itu. Ia men-download salah satu foto yang di unggah oleh orang tersebut.


Setelah selesai men-download beberapa foto terbaru dan menurut nya lucu. Ia keluar dari aplikasi dan membuka galeri, mencari foto yang sudah ia download. Ia menatap layar ponsel nya yang di penuhi oleh wajah seorang wanita cantik.

__ADS_1


Ia mengingat momen saat pertama mereka bertemu di bandara. Mengingat wajah cantik gadis itu membuat ia tersenyum senyum sendiri.


" Ah sepertinya gue sudah benar benar tak waras. Hanya mengingat nya saja bisa bikin gue tersenyum sendiri. Apa jangan jangan dia memantrai gue, biar gue teringat dia terus " Gumamnya melantur


" Aggrrh tak bisa di biarkan. Gue harus bertindak. Tak perduli meskipun dia sudah punya kekasih sekali pun. Bodo amat, sebelum janur kuning melengkung dia masih bisa gue rebut. Jadi pembinor, pembinor dah gue tak perduli " Oceh nya tak jelas


Ia sudah bertekad akan melakukan misi nya untuk mendapatkan sang pujaan hati, meski ia harus menjadi pembinor sekali pun.


" Ayo semangat... Jary kamu pasti bisa " Ya pemuda itu ternyata adalah Jery. Ia menyemangati dirinya sendiri lalu ia tertawa jahat.


Hal ini mengingat kan ia pada kejadian dulu dimana ia menyarankan kakaknya, Bima untuk menjadi pembinor untuk meraih cinta Sisil. Dan sekarang ia yang akan menjadi pembinor yang sesungguhnya. Karena posisi saat ini wanita yang ia taksir sudah memiliki kekasih sedang kan dulu Sisil tak memiliki kekasih jadi Bima tak perlu bersusah payah merebut Sisil dan terjerumus menjadi pembinor.


" Jahat sekali dirimu thor, thor. Kenapa sekarang aku kamu jadikan orang jahat. Dimana hati nurani mu thor... " Jerit hati Jery merutuki author


Jery beranjak dari tempat tidur nya, ia memutar otak membuat rencana apa yang akan ia lakukan. Langkah awal untuk menjalankan misinya menyelamatkan hatinya dari bencana yang berskala tinggi, ia harus pergi ke negeri singa itu.


" Ega... Tunggu kedatangan ku di sana " Gumam Jery sambil tersenyum percaya diri


Ia merasa keputusan nya sudah benar, dan ia akan berjuang sampai berhasil.


*


*


Di seberang sana pemilik nama bersin bersin

__ADS_1


" Hacim... Hacim..."


" Apa kau baik baik saja sayang? "Tanya nya khawatir karena Ega tiba-tiba bersin dan kebetulan cuaca sedikit dingin.


" Tidak apa apa, aku baik baik saja " Ucap nya meyakinkan


Saat ini mereka sedang ada di dalam mobil dan sedang dalam perjalanan menuju rumah orang tua Erik, kekasih Ega. Hari ini Erik akan mengenalkan Ega pada orang tuanya sebagai kekasih nya yang sudah satu tahun ini ia pacari.


Mobil Erik berhenti di halaman rumah yang cukup luas. Setelah memakan waktu hampir satu jam di perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah orang tua Erik. Ega sedikit nervous alias grogi, ini kali pertama ia akan bertemu orang tua Erik. Walaupun Erik sudah mengatakan ibu dan ayah nya orang baik dan semua akan baik baik saja namun hal tidak membuat Ega tenang.


Lagi pula siapa yang tak akan nervous bila akan bertemu dengan calon mertua. Calon mertua?, ya calon mertua karena Ega dan Erik sudah serius dengan hubungan mereka ini dan mereka sudah memiliki mimpi untuk masa depan mereka nantinya.


Erik keluar dari dalam mobil terlebih dahulu dan ia memutari bagian depan mobilnya. Kemudian Erik membuka pintu di mana Ega duduk.


" Ayo " Erik mengulurkan tangannya pada Ega. Ega melihat uluran tangan Erik dan menerima uluran tangan Erik dan menggenggam nya dengan erat seraya menebarkan senyum terbaik nya.


Siap tak siap ia harus keluar dari mobil dan bertemu dengan orang tua Erik. Cepat atau lambat, sekarang atau nanti, itu sama saja toh pada akhirnya mereka akan bertemu juga.


Erik menuntun Ega memasuki rumah mewah orang tua nya. Mereka berjalan beriringan dengan Ega yang jantung nya semakin berdetak cepat, semakin mendekati pintu rumah semakin cepat pula jantung nya bekerja.


Erik menggenggam tangan Ega yang dingin dan berkeringat karena gugup. Ia melihat kesamping di mana Ega berada di dekatnya dan tersenyum hangat seolah memberi kekuatan untuk kekasih hatinya. Dan Ega membalas senyuman dari Erik dengan sedikit di paksakan.


Erik dan Ega sudah berada di depan pintu dan mereka di sambut oleh kepala pelayan rumah orang tua Erik. Kepala pelayan tersenyum ramah pada tuan muda keluarga itu dan Ega, tamu Erik.


Kepala pelayan mengantar Erik dan Ega ke dalam di mana kedua orang tua Erik sedang duduk santai. Kebetulan hari ini hari libur jadi kedua orang tua Erik menghabiskan waktu bersama.

__ADS_1


****


Terimakasih readers udah mau setia di novel author 🤗


__ADS_2