
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Sudah dua minggu mood Sisil berubah ubah, pagi hari ia akan menghindari Bima dan mulai siang hari hingga malam hari ia akan menempel pada Bima seperti cicak cicak di dinding diam diam merayap.
Bima sudah mulai terbiasa dengan keanehan Sisil. Mama Arin dan Jery juga tidak heran lagi dan tidak banyak bertanya lagi karena mereka sudah paham akan kelakuan aneh wanita hamil itu.
Bima sangat sabar menghadapi Sisil, bagaimana tidak ada tiga mama yang sudah menasehati nya agar menyimpan stok sabar yang banyak untuk menghadapi wanita hamil yang mood nya sering tak stabil.
Sejak tahu kalau Sisil tak bisa mencium aroma masakan, sejak itu juga ia di larang untuk memasuki dapur kotor. Semua pelayan bagian dapur yang bertugas memasak di larang memasak jika ada Sisil di rumah takut aroma nya tanpa sengaja sampai tercium oleh Sisil yang mungkin sedang lewat.
Bahkan sudah satu minggu ini tidak ada kegiatan masak memasak di dapur kotor. Dapur kotor mendadak pindah di paviliun yang ada di belakang mansion.
Siang hari selesai makan siang, Sisil dan Bima duduk santai di sofa yang ada di ruangan Bima. Sudah menjadi kebiasaan Sisil selama dua minggu ini. Setiap selesai makan siang ia akan bermanja-manja pada Bima.
Sisil duduk dengan merebahkan kepalanya pada dada bidang milik Bima yang sedang duduk santai menyenderkan punggung nya pada senderan sofa, sambil memainkan ponsel nya. Bima hanya memperhatikan saja apa yang sedang Sisil main kan di ponsel nya itu, dengan tangan merangkul pinggang Sisil. Sesekali tangan itu mengelus perut Sisil.
Tok
Tok
Tok
Terdengar suara ketukan pintu dari luar, Bima mempersilahkan orang di luar sana untuk masuk.
Cklek...
Suara decitan pintu terbuka dan masuk lah seorang gadis cantik berpakaian stylish kekinian masuk ke dalam ruangan Bima dengan tangan membawa lembaran-lembaran kertas yang bertumpuk menjadi sebuah berkas.
Gadis itu berdiri di hadapan Bima dan Sisil yang masih duduk santai. Bima hanya memberi kode melalui matanya dan gadis itu paham akan maksud Bima.
__ADS_1
Dengan segera ia meletakkan berkas yang ia bawa ke atas meja kerja Bima. Setelah itu ia segera membalikkan badannya hendak keluar karena ia tak mau mengganggu Sisil dan Bima yang sedang bermalas-malasan.
Belum juga ia sampai di depan pintu, namanya sudah di panggil oleh Sisil. Dengan terpaksa ia menghentikan langkah kakinya dan dengan malas ia membalikkan badannya menghadap Sisil.
" Ega tunggu " Cegat Sisil
" Ada apa lagi mba? " Tanya Ega dengan malas
Ya gadis itu adalah Ega, sudah beberapa hari ini ia bekerja sebagai sekretaris Bima mengantikan posisi Sisil. Sisil yang sedang hamil tak bisa bekerja profesional seperti biasanya, karena efek dari mood nya yang naik turun kerjaannya hanya menempel pada Bima saja.
Dan Bima sudah melarang Sisil untuk bekerja, Bima menyuruh Sisil untuk beristirahat saja di rumah. Namun Sisil yang tak bisa jauh dari Bima memaksa ingin tetap bekerja.
Ketika Bima mengatakan akan mencari sekertaris baru dengan cepat Sisil menolak, Sisil akan mengizinkan Bima memiliki sekertaris baru dengan syarat Ega saja yang menjadi sekertaris nya. Ia tak akan membiarkan ada wanita lain berkeliaran di dekat suaminya, Bima.
Sedia payung sebelum hujan, pikir Sisil. Jaman sekarang banyak pelakor berkeliaran di mana-mana. Sisil tak akan memberikan celah sedikit pun untuk pelakor masuk.
Ega sendiri sebenarnya tidak mau menerima tawaran Sisil. Dengan alasan ini bukan fashion nya " Aku kuliah jurusan desainer, bukan bisnis ". Itu lah yang di lontarkan Ega waktu itu.
Dengan segala rayuan Sisil akhirnya berhasil membujuk Ega untuk bekerja mengantikan posisinya. Pagi hari Sisil akan bekerja sebagai sekertaris dan siang hari akan di gantikan oleh Ega. Jadi pagi hari Ega bisa melakukan pekerjaan yang ia sukai yaitu mendesain sesuai dengan jurusan kuliah nya. Jadi ilmu yang ia dapat dari beberapa tahun kuliah tidak sia sia.
" Oke " Ucap Ega kemudian ia langsung ke luar untuk memanggil Jery
" Kamu mau apa sayang kok nyuruh Jery kesini? " Tanya Bima curiga tapi Sisil hanya tersenyum saja
Ega pergi ke ruangan Jery. Kebetulan Jery siang ini tidak sibuk saat Ega masuk ke ruangannya. Dan Ega langsung menyampaikan amanat dari Sisil.
" Ada apa lagi ya kira kira kakak ipar nyuruh aku ke sana? " Tanya Jery pada Ega
Ega mengangkat ke dua bahu nya karena ia juga tak tahu. Sekarang apa lagi yang di inginkan oleh wanita hamil itu. Setiap hari ada ada saja ulahnya membuat semua orang kena imbas dari ngidam nya.
Jery sudah cemas, Sisil memanggilnya pasti ini ada hubungannya dengan ngidam wanita itu, pikir Jery. Dengan berat hati Jery datang menemui Sisil di ruangan Bima.
__ADS_1
Tak lama dari Jery masuk ke dalam ruangan Bima, kini Ega yang masuk ke dalam dengan membawa paper bag di tangan kanannya.
" Mba ini ada paket, katanya ini pesanan mba Sisil " Ega menyerahkan paper bag itu pada Sisil
Terlihat Sisil yang sangat antusias mengambil paper bag itu. Kemudian ia mengeluarkan isi dari paper bag dan ternyata isi nya satu paket alat make up.
Sesaat kemudian Sisil melihat Jery, membuat Jery menelan air ludah nya dengan kasar. Ooo Tuhan bisakah Jery di buat menghilang saat itu juga. Jery seakan tahu makna dari tatapan Sisil pada nya.
" Kakak ipar, tidak sedang berpikir menjadikan aku boneka kan? " Seru Jery sedikit getir
" Ayo lah, bukan aku yang mau. Tapi calon keponakan mu ini " Ucap Sisil memelas sambil mengelus perut nya
Jery melihat Bima dan Ega bergantian, ke dua nya menatap Jery dengan iba.
" Kakak ipar, bagai mana kalau kakak melakukan itu pada Ega saja. Kan dia perempuan pasti akan semakin cantik jika kakak rias " Usul Jery pada Sisil agar Sisil tak merias wajahnya
" Jery benar sayang, kan ada Ega " Bima mencoba membantu Jery dan di angguki oleh Jery dan Ega
" Tapi anak kita mau nya merias uncle nya bukan aunty nya " Lirih Sisil dengan mata berkaca kaca
" Astaga anak kalian belum lahir saja sudah membuat ku gila " Jery mengacak-acak rambutnya frustasi
Mau tak mau akhirnya Jery mengalah dari pada Sisil menangis dan akan berimbas pada calon keponakannya nanti.
Satu jam kemudian dengan tangan terampil dan jari jari lentiknya hasil karya Sisil selesai juga.
Ega masuk ke dalam ruangan Bima karena ingin mengantar berkas yang sudah ia selesaikan. Ega terkejut melihat Jery yang sudah bermetamorfosa menjadi cantik.
Bukan hanya Ega saja yang pangling, Bima juga tak dapat mengenali Jery. Selama satu jam ia sibuk dengan pekerjaan nya mumpung Sisil sedang sibuk merias Jery, jadi ia dengan cepat mengambil kesempatan itu untuk bekerja.
***
__ADS_1
like
komen