
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Mentari pagi telah menyapa penduduk bumi dengan ramah. Sinarnya yang cerah seakan memberi semangat bagi para pejuang rupiah untuk terus semangat dalam mencari rezeki.
Tapi di dalam kamar pengantin baru, yang baru kemarin resmi mengganti status itu nampak tak ada pergerakan. Seakan sang mentari tak berpengaruh pada mereka.
Di saat orang orang sudah berada di tempat kerja masing-masing. Ke dua insan itu masih bersembunyi di dalam selimut tebal nan lembut.
Bagaimana tidak, semalam mereka baru tertidur pada pukul tiga dini hari. Jadi mereka masih mengantuk, di tambah lagi Sisil merasa tubuh nya lelah dan remuk akibat ulah Bima yang menggempur nya semalam. Jadi Sisil sangat malas untuk beranjak dari tempat tidur.
Jam delapan pagi Sisil dan Bima baru bangun. Bima beranjak dari tempat tidur lebih dulu, ia masuk kamar mandi dan menyiapkan air panas untuk Sisil mandi.
Setelah air nya siap, Bima menggendong Sisil ala bridal style. Bima membantu Sisil karena ia tahu Sisil sedang kesusahan untuk berjalan.
Dengan telaten Bima membersihkan tubuh Sisil. Sisil sangat malu di perlakuan seperti itu. Sisil sudah menolak namun Bima bersih keras akan tetap melakukan nya. Dan akhirnya mereka berbagi bath tup dan mandi bersama.
Siang hari setelah Sisil merasa agak enakan saat berjalan, baru lah mereka pulang.
Di rumah yang besar nampak para pelayan sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Di dapur mama Arin sedang membantu pelayan memasak.
Banyak menu masakan yang mama Arin masak untuk menyambut kepulangan pengantin baru.
Bima dan Sisil sudah tiba di rumah sesaat sebelum makan siang. Mama Arin menyambut mereka di depan pintu. Wajah nya nampak cerah memancarkan senyum kebahagiaan.
" Apa kabar sayang? " Tanya mama Arin sambil memeluk tubuh Sisil
" Baik ma " Ucap Sisil setelah pelukan mereka lepas
Mama Arin juga melakukan hal yang sama pada Bima.
" Pertanyaan mama tidak ada yang lain apa. Baru semalam kita berpisah. Belum juga sehari " Ucap Bima mengomentari pertanyaan mama Arin yang menurut nya tidak berbobot.
" Wajar dong mama bertanya kabar, kan kalian pengantin baru. Mama khawatir aja keadaan Sisil tidak baik baik saja setelah kamu meng unboxing Sisil semalam " Ucap mama Arin blak-blakan sambil menuntun Sisil masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Wajah Sisil langsung merah merona mendengar ucapan mama Arin. Kenapa mama Arin tak malu sama sekali mengatakan hal yang rahasia itu? Sisil sebagai pelaku menundukkan kepalanya karena malu.
" Mama tenang aja, menantu mama ini baik baik saja. Aku melakukan nya dengan lembut " Jawab Bima santai, membuat Sisil semakin malu
Melihat Sisil yang malu, mama Arin menghentikan obrolan mereka dan meminta Bima membawa Sisil ke kamar untuk beristirahat.
" Sudah.. Sebaiknya kamu ajak Sisil ke kamar. Keliatan nya Sisil sangat capek " Ucap nya pada Bima
" Baik lah.. Ayo sayang " Ajak Bima pada Sisil, ia meraih tangan Sisil dan mereka berjalan menaikan tangga dengan bergandengan.
Tiba di kamar Bima yang luas, mata Sisil menelusuri setiap ruang bernuansa gelap namun sangat elegan itu. Kamar itu sangat cocok dengan karakter Bima.
Ini kali pertama nya Sisil memasuki kamar Bima, dan sekarang kamar ini juga sudah menjadi kamar nya.
" Sayang apa kau tak suka dengan kamar ini? Apa kamu mau menganti warna cat nya atau mau menganti furniture nya? " Tanya Bima memperhatikan wajah Sisil yang masih fokus melihat isi kamar nya
" Tidak perlu.. Begini saja tak masalah. Gelap juga tak terlalu buruk " Ucap Sisil tersenyum
Walaupun ini bukan warna kesukaan Sisil tapi ia tak mau merubah apa yang menjadi kesukaan Bima. Apa lagi kamar ini sudah bertahun-tahun Bima tempati tak mungkin ia memaksa keinginan nya. Biarkan saja seperti ini, ia akan menyesuaikan diri.
" Sayang nanti sore kita ke rumah mama Laras ya " Ajak Sisil
Ia teringat kalau ia tidak membawa banyak baju, ia hanya membawa beberapa lebar saja ketika menginap di hotel kemarin. Jadi ia berniat untuk mengambil baju dan keperluan lainnya juga. Ia belum sempat membereskan alat-alat nya untuk di bawa pindah ke rumah Bima.
" Aku mau mengambil baju dan yang lainnya " Ucap Sisil lagi
" Tidak perlu sayang, biar kan saja semua nya di sana. Semua keperluan mu sudah aku siapkan. Baju mu sudah ada di dalam lemari dan keperluan lainnya juga sudah ada di dalam walk in closet . Jika kamu mau pergi bermain ke rumah mama Laras, aku akan temani " Ucap Bima dan Sisil hanya diam saja mencerna penjelasan Bima.
Ketika Sisil hendak menyusul Bima ke tempat tidur pintu kamar di ketuk oleh salah satu pelayan. Sisil menghentikan gerakan kakinya, kemudian ia berbalik dan menuju pintu. Sisil membuka pintu, ia melihat pelayan perempuan sedang berdiri di depan pintu.
" Ya,, ada apa mbak? " Tanya Sisil pada pelayan yang perkiraan usianya di atas Sisil
" Itu non, di luar ada yang mencari " Jawab nya sambul menunjuk ke arah luar
" Mencari siapa? " Tanya Sisil karena si mbaknya tidak jelas mengatakan mencari siapa
__ADS_1
" Mencari Bima apa saya? " Tanya Sisil lagi
" Ah ya maaf, mencari nona " Ucap nya meminta maaf
" Siapa yang mencari saya? " Tanya Sisil heran pasal nya ia baru di rumah ini. Masa ia sudah ada yang mencarinya di sini.
" Tidak tahu nona, katanya mereka ingin bertemu nona karena mau mengantarkan kado " Jawab pelayan apa adanya
" Kado " Gumam Sisil kecil
" Baiklah saya permisi dulu non " Pamit sang pelayan dan meninggalkan Sisil yang kebingungan
Bima yang mendengar percakapan Sisil dan pelayan rumahnya, beranjak dari tempat tidur.
" Ada apa sayang? " Tanya Bima
" Itu di bawah ada yang mau bertemu katanya mau ngasih kado " Jawab Sisil melihat ke arah Bima
" Siapa? " Tanya Bima kepo
" Gk tahu " Sisil mengangkat ke dua pundaknya
" Ayo coba kita lihat " Ajak Bima, Bima merangkul pundak Sisil mengajak Sisil turun ke bawah.
Kini Sisil dan Bima sudah berada di luar rumah. Sisil melihat ada dua buah mobil terparkir di halam rumah. Dan ada dua orang berpakaian rapih sedang duduk di kursi teras. Ke dua orang itu sedang menunggu Sisil di temani oleh mama Arin.
Mama Arin melihat Sisil dan Bima yang sudah keluar dari dalam langsung memanggil mereka.
" Bima, Sisil. Ini orang yang ingin bertemu kalian " Ucap mama Arin, ia melambaikan tangannya meminta Sisil dan Bima segera datang ke sana
" Kalian siapa dan ada perlu apa? " Tanya Bima saat sudah sampai di kursi teras
****
tunggu ya author lagi ngehalu bab selanjutnya..
__ADS_1