Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
Bela mengamuk


__ADS_3

Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


Mendengar suara orang yang sedang melakukan kegiatan dua puluh satu tahun plus, membuat Bima melihat wajah Sisil yang memerah.


Sungguh Sisil sangat malu sekaligus jijik mendengar suara asing yang menerobos masuk kedalam gendang telinganya. Membuat wajahnya memerah kerena menahan malu apa lagi saat ini ada Bima di hadapan nya.


Bima yang melihat wajah Sisil memerah merasa gemas, menurut nya dengan wajah memerah seperti itu membuat Sisil bertambah cantik. Dan di tambah lagi ia mendengar suara lucnat dari dalam hampir membuat ular piton yang sedang tertidur nyenyak terbangun.


Dengan sekuat tenaga Bima memfokuskan fikiran nya ke hal lain yang lebih berfaedah agar tidak membangunkan ular piton nya. Setelah di rasa sudah cukup dan tak mau berlama-lama di sana cepat cepat Sisil menarik kembali tangannya yang memegang ponsel. Kemudian mereka pergi meninggalkan ruangan itu.


Karena sedang melakukan kegiatan enak enak membuat Bela dan asisten nya tak menyadari kalau kegiatan mereka tadi sudah di rekam oleh Sisil.


Setelah sampai di dalam mobil, Sisil langsung menyalahkan AC untuk mendinginkan wajahnya yang terasa panas. Setelah pergi dari ruangan itu Sisil tak berani melihat wajah Bima. Sungguh ia sangat malu sekali.


Bima yang menyadari kelakuan Sisil, mengulum bibir nya untuk menahan tawa. Sebenarnya Bima juga malu dan sedang menahan diri dari godaan. Tapi ia bisa mengontrol nya.


" Sayang... Ada apa? " Tanya Bima ingin menjahili Sisil


" Ti... Tidak ada apa-apa. Ayo cepat jalan " Ucap Sisil gugup salah tingkah


Karena tak mau membuat Sisil semakin malu akhirnya Bima melajukan mobilnya menuju ke perusahaan. Tak ada obrolan sepanjang jalan. Sisil yang biasanya banyak bicara tiba-tiba menjadi pendiam.


Sesampainya di kantor Sisil dan Bima langsung masuk kedalam lift untuk menuju ruangan mereka. Ketika pintu lift terbuka Bima menarik tangan Sisil untuk masuk ke dalam ruangan nya.


Bima ingin bertanya mengenai kejadian di restoran tadi. Ia sangat penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Apa semua itu perbuatan Sisil?


" Sayang,, coba kamu cerita kan apa yang sebenarnya terjadi? " Tanya Bima saat mereka sudah duduk di sofa ruang kerja Bima


Sisil masih terdiam belum bisa menetralkan pikiran nya. Itu adalah kali pertama nya ia mendengar suara orang sedang melakukan adegan dua puluh satu plus apa lagi mendengar nya bersama seseorang pria. Membuat tingkat malu Sisil bertambah tinggi.

__ADS_1


" Apa itu semua rencana mu, sayang " Tuduh Bima pada Sisil karena Sisil hanya diam saja


" Enak saja,, itu rencana mereka sendiri yang ingin berbuat jahat pada kita. Aku hanya mengembalikan nya saja milik mereka " Proses Sisil cepat karena mendengar Bima menuduhnya


Mendengar Jawaban dari Sisil membuat Bima mengerutkan kedua alisnya tak mengerti. Hal itu membuat Sisil menghembuskan napasnya pelan. Dan menceritakan semua yang ia lihat ketika sedang di luar tadi.


Flashback


Sisil keluar dari mobil setelah mengambil sesuatu kemudian ia kembali masuk kedalam restoran. Karena kebelet Sisil membelokkan langkah kakinya ke kiri di mana letak toilet berada.


Setelah selesai dengan kegiatan nya, Sisil kembali ruangan dimana mereka mengadakan meeting tadi. Tapi sebelum sampai di sebuah lorong Sisil mendengar ada suara orang sedang berbicara.


Samar samar Sisil mendengar suara itu milik asisten Bela. Sisil merasa curiga dengan gerak gerik asisten Bela.


" Macam tak betul ni budak " Gumam Sisil menirukan ucapan bocah botak yang ada di kartun kesukaan Alif


Sisil menajamkan pendengaran nya. Ternyata asisten Bela sedang merencanakan sesuatu. Terdengar asisten Bela menyuruh salah satu pelayan untuk memasukkan sesuatu ke dalam minum yang akan di berikan pada Bima.


Sepeninggal pelayan asisten Bela tersenyum licik dan kemudian ia membayangkan hal yang enak enak bersama Sisil. Melihat wajah asisten Bela yang seperti orang cacingan dimata Sisil sambil menyebutkan namanya membuat Sisil ingin muntah.


Ia juga ingin melakukan kegiatan yang enak enak sama seperti bosnya. Emang bosnya saja yang mau merasakan surga dunia, ia juga mau pikir nya tak mau bosnya enak sendiri.


Sebelum ketahuan Sisil segera berlari mencari sang pelayan yang tadi di suruh oleh asisten Bela untuk memberikan sesuatu di minuman mereka.


Setelah ketemu orang yang ia cari, dan orang itu sedang menyiapkan semua pesanan dari asisten Bela. Saat pelayan itu hendak memasukkan sesuatu ke dalam gelas yang berisi minuman yang akan di berikan pada Sisil dan Bima. Langsung saja Sisil menghentikan kegiatan sang pelayan dan mengancam nya membuat sang pelayan ketakutan oleh ancaman Sisil. Kemudian Sisil menyuruhnya untuk memasukkan ke dalam minuman Bela dan asisten nya.


Flashback selesai


Bima mendengar cerita sisil mengepalkan kedua tangannya sangat kuat dengan rahang mengeras dan mata memerah.


" Kurang ajar, berani nya mereka merencanakan hal licik pada ku " Umpat Bima menahan marah

__ADS_1


" Sudah sayang, tenangkan diri mu. Jika mereka berani merencanakan hal licik lagi akan aku balas " Ucap Sisil mengelus pundak Bima agar amarah Bima turun.


*


*


Di lain tempat


Bela yang rencana licik nya gagal, sangat kesal. Ia membanting gelas yang berisi wine ke lantai dan membanting vas bunga yang tidak bersalah. Ruangan yang tadinya rapih dan bersih kini menjadi berantakan akibat ulah Bela yang mengamuk.


Weni mama nya Bela yang baru pulang shoping tak sengaja mendengar suara gaduh dari dalam kamar anak nya Bela. Kemudian ia mencoba membuka pintu kamar Bela yang ternyata tidak di kunci.


Ketika pintu terbuka alangkah terkejutnya ia melihat kamar Bela yang sudah berantakan seperti kapal pecah. Serpihan beling yang berasal dari vas bunga, gelas, botol dan cermi semua berserakan di lantai.


Penampilan Bela juga tak kalah berantakan nya. Rambut nya sudah seperti sarang burung yang acak acakan. Ada noda hitam di bawah lingkar matanya karena eyeliner hitam yang tebal itu sudah luntur akibat air matanya.


Melihat penampakan Bela yang sudah seperti mbak kunti membuat mama nya weni terkejut dan berteriak. Mendengar teriakan mama nya, Bela langsung menghampiri sang mama yang berdiri tak jauh dari pintu dan langsung membekap mulut sang mama agar berhenti berteriak.


" Mama kenapa berteriak sih? " Tanya Bela kesal mendengar mamanya berteriak


" Bela ini benar kamu nak? " Bukan nya menjawa Weni malah balik bertanya setelah Bela melepas bekapan pada mulut nya


" Kalau bukan Bela, terus mama pikir siapa? " Tanya nya kesal


" Ada apa dengan mu nak, kenapa kamu berantakan sekali sudah seperti setan saja, sangat menakutkan " Tanya Weni sambil menelisik penampilan Bela yang berantakan


Mendengar ucapan mama nya yang mengatain nya seperti setan membuat Bela mendengus kesal dan mengepalkan ke dua tangannya sangat kuat.


" Ini semua gara-gara wanita mur*h*n itu " Geram Bela mengeratkan geraham nya


Weni yang tak paham dengan ucapan Bela mengerutkan ke dua alisnya dan bertanya.

__ADS_1


" Wanita mur*h*n? Siapa dia? " Tanya nya kepo


Dan Bela pun menceritakan semua nya.


__ADS_2