
Happy Reading π
π¦©π¦©π¦©π¦©π¦©π¦©
Dita mengangguk kemudian ia beranjak dari duduknya untuk menghampiri wanita yang bernama Tery. Tadi nya Dita hendak berteriak untuk memangil wanita itu tapi mulut nya di bekap oleh Sisil.
Bagai mana tidak cafe itu sangat ramai jika Dita berteriak maka mereka akan menjadi bahan perhatian semua orang dan kasihan wanita yang bernama Tery itu nantinya.
Dita menepuk pundak wanita yang sedang duduk sambil membolak-balikan daftar menu.
" Hei.. Tery Liye " Sapa Dita dan langsung duduk di kursi samping Tery
" Haisss kebiasaan lo ya, gk ilang ilang. Suka seenaknya aja manggil orang " Gerutu Tery dan masih melihat daftar menu
Dita hanya nyengir kuda tanpa dosa. Walaupun mereka sudah lama tak bertemu tapi mereka masih ingat akan kebiasaan masing-masing. Wanita yang bernama Tery itu sangat tahu siapa yang memangil nya. Ya karena hanya Dita saja yang memangil nya dengan sebutan Tery Liye atau Teri tak ada yang lain. Dan itu tak masalah buat Tery karena itu ia anggap sebagai panggilan sayang dari temannya.
" Sendirian aja lo ? " Tanya Tery setelah ia menemukan pilihan pada daftar menu
" Gk, tuh gue sama Sisil " Tunjuk Dita pada Sisil yang sedang memainkan ponselnya
Tery melihat arah telunjuk Dita yang mengarah ke arah belakangnya. Dan di sana ia melihat Sisil yang sedang berbicara melalui ponselnya. Ketika Dita melihat Sisil sedang memainkan ponselnya, Sisil saat itu sedang mencari nama seseorang. Dan sekarang ia sedang berbicara pada seseorang yang berada di lain tempat.
" Yok gabung di sana " Ajak Dita pada temannya, Tery
Dan kini mereka sudah duduk bertiga di meja yang sama dimana tadi Dita dan Sisil duduk. Setelah Sisil selesai berbicara, ia langsung menyapa Tery yang baru bergabung dengan nya di meja.
" Hei... Ter... " Sapa Sisil sambil cupika cupiki
" Hai juga Sil, apa kabar lo? " Tanya nya di sela cupika cupiki mereka
" Seperti yang lo lihat, dan lo sendiri aja ke sini gk takut ada wartawan yang liat lo sedang ada di tempat umum? " Tanya Sisil setelah mereka selesai cupika cupiki
__ADS_1
" Gk lah, gue gk se terkenal itu juga kali. Masih banyak artis yang lebih dari gue, jadi gue bebas bebas aja mau jalan kemana juga " Ucap Tery merendah
" Ahh bisa aja lo merendah, padahal wajah lo itu udah sering seliweran di mana-mana, apa lagi tuh di siaran ikan terbang. Hampir tiap hari gue liat muka lo gk pernah absen sampe bosen gue liatnya " Seru Dita membuat Sisil dan Tery tertawa
" Ya syukuri aja, itu rezeki gue " Ucap Tery yang ada benar nya
" Lo gk syuting " Sekarang giliran Sisil yang bertanya
" Gue lagi libur hari ini " Jawab nya
Mereka asik reunian melepas kangen karena sudah lama tak bertemu. Karena kesibukan mereka masing-masing. dulunya mereka bertiga berteman karena satu sekolah saat di bangku SMA. Setelah tamat SMA Tery memiliki kuliah di kota J dan dari saat itu mereka sudah tak bertemu lagi.
Saat sedang asik mengobrol, membahas masalah pekerjaan masing-masing dan kehidupan masing-masing ada seorang pria berpenampilan culun mendekati mereka.
Pria itu berdiri di hadapan ketiga gadis itu tepat nya berdiri di hadapan Tery dengan tersenyum dan di balas dengan sebuah senyuman manis oleh Tery.
" Honey " Pangil Tery pada sang pria culun
Dita dan sisil yang mendengar kata " Honey " Yang keluar dari mulut Tery saling pandang. Mereka yang awalnya heran ada pria culun yang tiba-tiba berdiri di hadapan mereka mengira kalau pria culun itu adalah salah satu fans Tery.
Apa mereka tak salah dengar dan tak salah lihat. Seorang wanita cantik dan jangan lupa wanita itu juga seorang aktris terkenal sedang menempel manja pada seorang pria culun.
" Hei... Apa kalian terpesona melihat pacar gue? " Tery melambaikan telapak tangannya pada wajah Sisil dan Dita yang bengong
Apa terpesona? Kalimat itu semakin membuat Dita dan Sisil terkejut tak percaya. Bagaimana tidak perkataan Tery yang menyatakan mereka terpesona akan pria culun itu sangat jauh dari pikiran Sisil dan Dita.
Bagaimana mereka akan terpesona jika pria itu berpenampilan sangat culun. Dengan rambut klimis yang di sisir terbelah dua sangat rapih seolah pembagian wilayah antara sisi kanan dan kiri terbagi rata. Bola mata yang di lindungi oleh kaca dan tangkai kaca nya memiliki rantai seolah takut di ambil orang. Dan ketika pria itu tersenyum gigi kelinci nya langsung menyapa. Pria culun itu mengenakan baju kaos berkerah dan celana jeans jangan lupakan ia juga mengunakan tali suspender atau tali jojon.
Sisil dan Dita juga terkejut antara percaya tak percaya kalau pria culun di hadapan mereka adalah pacar Tery seorang aktris. Kalau tak melihat dan mendengar sendiri mereka tak akan percaya akan hal luar biasa ini.
Apa Tery sudah terkena pelet? Apa mata Tery sudah katarak? Apa Tery sedang prustasi? Atau stok pria tampan sudah habis?
__ADS_1
Begitu lah kira kira pikiran Sisil dan Dita saat melihat pria culun itu. Hebat sekali pria culun itu bisa menaklukkan hati wanita secantik Tery. Sungguh dunia sudah terbalik. Sisil dan Dita sangat yakin pasti ada banyak pria tampan yang ingin mengantri untuk jadi kekasih seorang Tery. Mengapa malah pria culun ini yang menjadi kekasihnya?
Karena tak mendapat jawaban dari Sisil dan Dita yang masih terdiam bengong memperhatikan pacarnya. Membuat Tery angkat bicara lagi.
" Jangan bilang kalau kalian jatuh cinta pada pacar gue " Tery semakin mengeratkan pelukan nya pada tangan pria culun itu seolah takut pacarnya akan di ambil oleh dua wanita yang ada di hadapan nya
Ucapan Tery langsung membuat Sisil dan Dita tersadar dari pikiran julid mereka. Mereka pun kompak berdehem untuk menetralkan rasa yang entah rasa apa itu mereka pun tak tahu.
" Enak aja, gk mungkin lah. Gue juga udah ada yang punya " Sisil langsung mematahkan tuduhan Tery
" Gila aja gue jatuh cinta pada nih orang dan menukar ayang bebeb gue yang tampan rupawan ama nih orang " Dumel Sisil dalam hati
" Bagus lah kalau begitu " Ucap Tery
" Gk tau kalau Dita " Ucap Sisil memojokkan Dita dengan tersenyum meledek Dita
" E.. Eh enak aja lo " Ucap Dita gagu mendapat serangan dari Sisil
" Gk ya Ter.. Gue juga udah punya gebetan. Mana mungkin gue nikung temen sendiri " Ucap nya pada Tery dan Dita menepuk pundak Sisil gemes yang di tepuk hanya nyengir tanpa dosa
" Ya udah,, kenalin ini pacar gue. Bara " Tery memperkenalkan kekasih nya yang bernama Bara kepada Sisil dan Dita
" Honey kenalin ini temen SMA beebee dulu di kota S " Dan sekarang Tery memperkenalkan Sisil dan Dita pada Bara kekasih nya
πΈ
πΈπΈ
πΈπΈπΈ
Terima kasih sudah mampir di novel author ya π
__ADS_1
Terima kasih juga buat like nya ππ
Bantu vote juga ya ππ