
Happy Reading π
ππππππ
Sudah hampir satu bulan Bima dan Sisil menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Mereka bekerja seperti biasa tetap profesional.
Tentang hubungan mereka tidak ada yang tahu kecuali Jery. Sisil menyembunyikan hubungan mereka karena tidak mau banyak yang mengosip tentang nya apalagi dia baru di sini.
Benar saja hari ini ketika Sisil menginjakkan kakinya di depan lobi semua mata memandang Sisil tidak seperti biasanya. Sisil masih seperti biasa menebar senyum pada setiap orang yang ia jumpai.
Di dalam lift
Sisil menaiki lift karyawan, ada beberapa orang di dalamnya tapi mereka semua memandang tak suka pada Sisil. Sisil tiba di meja kerja nya, ia meletakkan tasnya dan duduk di kursi kerjanya.
" Ada apa dengan mereka semua mengapa mereka ngeliatin gue seperti itu? " Gumamnya heran
Kemudian Sisil menggedikkan bahunya, masa bodo dengan mereka semua. Ia mulai mengerjakan pekerjaan nya.
Sudah hampir satu bulan juga Dirga tidak datang ke kantor Bima dan tidak bertemu Sisil ia sangat di sibukkan dengan pekerjaan nya. Karena pekerjaan nya tidak bisa di abaikan terlalu lama ia memutuskan untuk menghubungi Sisil lewat telepon saja.
Henpon Sisil berbunyi ketika Bima hendak menuju meja kerja Sisil, sedangkan Sisil tidak ada di mejanya. Bima mendekat dan melihat henpon Sisil.
Kakak tamvan calling...
Bima mengernyitkan alisnya, penasaran siapa kakak tamvan Bima pun menerima panggilan menggeser icon hijau dan terdengar lah suara yang sangat familiar di telinga nya.
__ADS_1
" Halo Sil.. " Suara dari seberang
" Ada apa " Jawab Bima ketus
Dirga menjauhkan henpon nya dari telinga ia melihat nama yang tertera ia mengerutkan alisnya.
" Benar ini nomornya Sisil tapi kenapa suaranya seperti suara cecunguk itu " Gumam nya pelan yang masih terdengar oleh Bima
" Heyy " Pekik Bima
" Benar ini suara dia tapi mengapa dia yang menerima telpon gue? " Dirga menjauh kan henpon nya karena suara keras Bima memekikkan telinga
" Mengapa lo yang angkat, di mana Sisil? " Tanya Dirga
" Gk tau... Ada perlu apa lo sama Sisil? " Tanya Bima balik
" Bedebah, jangan menghubungi Sisil lagi " Bima langsung mematikan sambungan telepon
" Enak saja dia kangen sama pacar gue " Sungut Bima kesal
Sedangkan Dirga melebarkan bola matanya melihat henpon nya mati.
" Kenapa dia? Apa dia sudah gila? " Tanyanya masih melihat henpon
Bima sangat kesal dengan ucapan Dirga yang mengatakan kangen, dan ia kesal ternyata kakak tamvan adalah Dirga
__ADS_1
" Kenapa ia menamainya kakak tamvan? Apa tidak ada nama lain? " Sungut Bima kesal
" Dia menamai gue apa? " Bima penasaran ia mengambil henpon yang ada di dalam saku jasnya dan mencoba menghubungi Sisil
Kang maksa calling...
Bima melebarkan matanya melihat nama yang muncul. Ia mematikan sambungan dan mengangkat kedua tangan dan wajahnya keatas. Menghirup napas mencoba meredam kekesalannya.
Mengapa Dirga di namai kakak tamvan sedangkan dia yang pacarnya di beri nama kang maksa. Sebenarnya Sisil lupa untuk mengganti nama Bima karena mereka tidak pernah saling telepon. Toh mereka bertemu setiap hari.
Sisil yang baru datang sehabis dari toilet melihat Bima seperti itu bertanya
" Kenapa? "
Bima melihat Sisil dengan ekspresi yang sulit untuk Sisil mengerti. Bima menelpon ulang Sisil dan mengambil henpon Sisil menunjukkan pada Sisil.
Sisil melihat henpon nya dan sekarang ia mengerti maksud Bima. Sisil tertawa canggung dan mengambil henpon nya. " Mati gue " Batinnya Sisil memejamkan mata dan mengigit bibir bawahnya.
πΈ
πΈπΈ
πΈπΈπΈ
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir di novel author ya π
Terima kasih juga buat like nya ππ