Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
aku jadi insecure


__ADS_3

Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


Saat Ega ingin mengantarkan berkas, ia masuk ke dalam ruangan Bima bersamaan dengan Jery yang baru keluar dari toilet pribadi Bima. Ke dua nya sama sama terkejut.


Ega terpesona melihat tampilan Jery yang berubah wujud menjadi wanita cantik. Sedangkan Jery merasa malu luar biasa. Bagaimana bisa ia berpenampilan seperti ini di depan wanita yang ia sukai. Bisa turun drastis pamornya sebagai pria sejati.


Dengan langkah beratnya akhirnya Jery sampai di sofa di mana Sisil sedang tersenyum puas melihat hasil maha karya nya itu. Jery melihat Sisil yang tersenyum senang dengan memicingkan matanya.


Jery sangat jengkel sekali dengan Sisil. Bisa bisanya ia senang di atas penderitaannya. Tidak hanya merias wajah Jery menjadi cantik saja, Sisil juga memaksa Jery untuk menganti baju nya dengan baju wanita yang baru Sisil beli melalui online tadi, lengkap dengan rambut palsu nya juga. Jery sudah seperti gadis yang ada di dalam komik yang sering Sisil baca akhir akhir ini.


" Mba, siapa gadis ini? " Tanya Ega iseng


" Aish... Kau jangan pura-pura tidak tahu ya " Jery memutar mata nya jengah


Ega dan Sisil tertawa kecil melihat Jery seperti itu.


" Seharusnya kau jangan membuka suara mu. Jadi ketahuan kan kalau gadis cantik ini aslinya seorang pria " Ucap Bima yang sudah duduk di samping Sisil


" Astaga kak. Kau cantik sekali, aku jadi insecure melihat mu. Aku saja yang wanita tulen gk secantik kamu " Antara pujian atau ledekan hanya Ega yang tahu, membuat Jery menekuk wajahnya


Tapi Jery memang terlihat seperti wanita sungguhan. Ia benar benar cantik dan Ega benar benar insecure bila berjalan dengan nya di luar seperti ini.


" Jadi kamu suka melihat ku berpenampilan seperti ini? " Tanya Jery melihat Ega yang terus melihat nya


" Kamu cantik kak, aku jadi terpesona " Jujur Ega


" Ck jadi kamu lebih suka dan terpesona jika aku jadi wanita. Kamu tidak tertarik dengan aku sebagai pria " Ucap Jery jengkel


" Hhh bu bukan begitu maksud ku " Ujar Ega bingung sendiri


" Aku lebih suka kamu jadi pria kak " Gumam Ega pelan sehingga tidak ada yang mendengar

__ADS_1


" Kalian membuat ku jengkol " Gerutu Jery melihat Bima, Sisil dan Ega bergantian


" Jengkel " Seru Bima memperbaiki ucapan Jery


" Kak aku yakin jika kamu berkeliaran dengan penampilan seperti ini pasti ada banyak pria yang terpesona dengan mu " Timpal Sisil pada Jery yang masih kesal


Sisil memanggil Jery dengan panggilan kakak karena usia Jery lebih tua dua tahun dari nya. Walaupun ia berstatus sebagai kakak ipar tetapi ia tetap memang Jery dengan panggilan kakak.


" Jangan macam macam ya " Ucap Jery dengan cepat


" Apa sih, kan aku cuma bilang gitu aja. Gk minta kak Jery keluyuran, ya...kecuali kak Jery sendiri yang mau " Ucap Sisil cuek sambil memainkan jemari tangan Bima.


" Apa kamu juga mau aku melakukan itu? " Tanya Jery pada Ega yang sedang melihat nya


" Eng... Engak " Elak Ega terbata menggoyangkan ke dua telapak tangannya ke kiri dan ke kanan


" Kalian memang bisa ya bikin aku keseleo " Gerutu Jery kesal


" Kesel " Ucap Bima memperbaiki plesetan Jery


" Ihhh wajah kak Jery mengemaskan sekali sih. Boleh gk sih gue cubit " Ucap Ega dalam hati


Jery memejamkan mata nya. Ketika ia membuka mata, ia melihat Ega yang masih berdiri mematung melihat dirinya dengan wajah berbinar.


" Kenapa kamu liatin aku seperti itu? Apa jangan jangan kamu naksir aku? " Tanya Jery bergedik ngeri


" Hah " Ega tersadar dari pikiran nya


" Lah kalau Ega naksir kamu, kenapa kamu malah kayak takut gitu? . Harus nya kan kamu senang " Tanya Bima pada Jery yang menatap Ega horor


" Ya ngeri aja bang, masa iya dia naksir aku karena aku berpenampilan wanita seperti ini. Saat aku seperti biasa, yang tampan nan menawan dia gk naksir " Jawab Jery


" Jangan jangan kamu sudah berbelok lagi, Ga. Gara-gara di tinggal nikah sama pacar mu itu " Tambah nya lagi menatap Ega menyelidik

__ADS_1


" Enak aja kalau ngomong. Aku masih normal ya " Seru Ega melemparkan sesuatu pada Jery


" Ente ini kadang-kadang " Seru Sisil menatap Jery sinis


" Ya kali aja kan, Ega trauma sama yang namanya laki-laki " Ucap Jery bermaksud bercanda


" Gk gitu juga konsepnya ya kak " Geram Ega menghentakkan kakinya


Ega pergi meninggalkan ruangan Bima dengan wajah cemberut. Ega tidak benar-benar marah, ia tahu jika Jery sedang bercanda. Ia hanya pura-pura marah saja pada Jery. Jika ia kesal atau marah pasti Jery akan menghiburnya nanti.


" Aku tahu kok kamu gk gitu dan aku yakin cepat atau lambat kamu pasti akan jadi milik ku " Seru Jery dalam hati, ia menatap punggung Ega yang semakin menjauh dan menghilang dari balik pintu.


Ya Ega sudah menceritakan kisah cinta nya yang kandas pada semua. Dan Ega sudah Move on dari Erik berkat Jery yang selalu ada di samping nya. Tanpa sadar Ega bisa dengan cepatnya melupakan Erik. Dan sudah terbiasa dengan kehadiran Jery di samping nya. Jery selalu bisa membuat nya senang, selalu ada saat di butuh kan, selalu mengerti diri nya. Membuat Ega merasa nyaman bila bersama Jery.


Sudah ada benih cinta di hati Ega untuk Jery. Hanya saja Ega belum yakin akan hal itu. Ega tak tahu apakah itu rasa suka pada lawan jenis apa hanya rasa suka sebagai sahabat atau kakak.


Sedangkan Jery sengaja belum mengatakan perasaan nya pada Ega. Ia akan membuat Ega semakin bergantung dengan nya. Mendekati Ega, memberi perhatian dan apa saja yang bisa membuat Ega merasa nyaman bila bersama nya dan membuat Ega tak nyaman bila tak ada dirinya. Ia ingin membuat Ega benar benar menyukai nya sebagai pria bukan karena hal yang lainnya.


Di mansion


Mama Arin sedang duduk santai menikmati indahnya pemandangan taman bunga nya. Dimana bunga bunga yang ia tanam sedang bermekaran dengan indah. Warna warni bunga membuat taman itu menjadi cantik, bau harum khas bunga sangat segar di rasa oleh indra penciuman.


Mama Arin memejamkan mata nya dan menghirup udara dengan dalam dan panjang. Menikmati kesegaran taman bunga nya. Namun kesenangan nya terganggu oleh suara salah satu pelayan yang memanggilnya.


Mama Arin membuka mata dan melihat ada bi Kokom yang berdiri di sampingnya. Terlihat wajah bi Kokom yang sulit di artikan membuat mama Arin menaikan sebelah alisnya.


" Ada apa? " Tanya nya heran


***


Ada apa ya kira kira 🤔


like

__ADS_1


komen


__ADS_2