Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
obrolan dua pria


__ADS_3

Happy Reading 😘


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Masih di dalam cafe nampak dua pria tampan sedang berbicara


" Kenapa wajah lo kusut gitu, bang? " Tanya Jery melihat wajah Bima yang sedang masam


Ya, terkadang Jery memanggil Bima dengan sebutan abang. Tergantung situasi dan kondisi mood nya, suka suka Jery lah pokonya.


" Tau ahhh " Ucap Bima sedih


" Apa belum ada kemajuan juga? Bukannya lo udah kasih kode dengan perhatian pada Sisil? " Tanya Jery heran pasalnya ia sering melihat perhatian yang Bima berikan pada Sisil. Ia pikiran kedua nya sudah jadian.


" Ayo lah semangat, jangan kalah gercep lo sama Dirga, gue liat dia selalu mendekati gebetan lo " Jery mencoba memprovokasi Bima


" Gue emang sudah kalah " Ucap nya lesu


" Maksud lo... Mereka udah jadian? " Jery menatap Bima dengan penuh tanda tanya


" Ya, gue gk tau jelasnya mereka udah jadian apa belum, tapi gue tadi sempat mencuri dengar obrolan Sisil di telpon. Seperti nya ia sedang bica dengan pacar nya "


" Benarkah? "


" Tapi gue gk tau siapa pacarnya itu, mereka sangat romantis sekali " Bima bicara dengan lesu tak ada semangat sedikit pun dari raut wajahnya


" Sudahlah jangan sedih, sebelum janur kuning melengkung lo masih bisa merebutnya " Jery merangkul pundak Bima memberi semangat

__ADS_1


Bima melihat Jery tak percaya, kenapa adiknya itu malah mengajarinya hal yang tidak benar. Jery terkesan mendukung Bima menjadi pembinor.


Ckck Jery Jery niat mu baik tapi gk gitu juga keles, masa ia kamu malah menjerumuskan saudara kamu jadi pembinor sih.... πŸ€”πŸ€­


Jangan di tiru ya gaes... πŸ˜‚


" Gila lo, lo mau gue jadi pembinor? " Bentak Bima


Walaupun ia sangat mencintai Sisil tapi pikiran nya masih waras, ia tidak mau menghancurkan hubungan orang lain. Ia akan berjuang jika Sisil tidak sedang berhubungan dengan orang lain.


" Est... Lo ini gimana sih, lo bisa jadi pembinor kalau dia bini orang. Lah ini dia belum jadi bini orang kan? " Bela Jery pada ucapan nya


Bima berfikir sejenak, mencerna ucapan Jery. Bima membenarkan ucapan Jery. Benar juga pembinor itu kan perebut bini orang sedang kan Sisil belum menikah. Tapi tetap saja jika ia maju ia akan di cap sebagai perebut kekasih orang. Ia tidak mau merusak hubungan orang. Bima masih bingung memikirkan nasib cinta nya, mau maju atau mudur semua ada resiko nya.


" Ya sudah kalau lo tidak mau, berarti lo sudah siap melihat orang yang lo cinta bersama dengan pria lain " Jery memanas manasi Bima yang sedang galau


Bima mengepalkan tangannya, ia merasa kesal mendengar perkataan Jery.


" Sudah hentikan, ini tidak bisa di biarkan. Gue harus bertindak " Ucapnya tegas, ia tak bisa melihat ada pria lain mendekati Sisil


Jery tersenyum puas melihat Bima yang termakan oleh provokasi nya itu. Terlihat jelas Bima yang berapi api untuk memperjuangkan cintanya yang sudah lama ia pendam.


*


*


Sedangkan di stan yang berada di depan cafe Sisil sedang duduk di kursi yang telah di sediakan oleh pemilik stan, ia menunggu pesanan nya sambil memainkan henpon nya.

__ADS_1


Ada seseorg pria paruh baya ingin membeli minuman yang sama seperti pesanan Sisil, tapi sayang minuman itu sudah habis.


" Maaf tuan, minuman ini sudah habis dan ini yang terakhir " Ucap sang pelayan meminta maaf


" Bisakan ini untuk saya " Pintanya menunjuk cup minuman


" Maaf tuan, tidak bisa. Minuman ini sudah di pesan sama nona itu " Tunjuk pelayan pada Sisil yang sedang duduk memainkan henpon nya


" Ahh begitu ya, padahal sya sangat membutuhkan minuman ini, apa kalian tidak bisa membuat lagi barang satu cup aja? " Himbau nya pada sang pelayan


" Tidak bisa tuan, bahan dasarnya sudah habis dan pula toko kami mau tutup jadi kami tidak bisa membuat lagi " Sang pelayan merasa bersalah


Pelayan melihat orang di hadapan nya ini seperti nya sangat menginginkan minuman itu dan ia pun memberi saran untuk bicara pada Sisil.


" Kalau tuan sangat ingin minuman ini coba tuan bicara pada nona itu siapa tau nona itu berbaik hati mau memberi minuman ini "


" Baiklah kalau begitu " Ucapnya


Pria paruh baya itu pun melihat kearah dimana Sisil duduk, ia pun akan mencoba usulan dari sang pelayan. Mencoba keberuntungan siapa tau dia bisa membawa pulang minuman itu. Ia mengikuti pelayan yang membawa minuman Sisil.


🌸


🌸🌸


🌸🌸🌸


Terima kasih sudah mampir di novel author ya πŸ™

__ADS_1


Terima kasih juga buat like nya πŸ˜ŠπŸ™


__ADS_2