
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Adanya baku hantam yang entah di lakukan oleh pihak mana Bima tak tahu. Tapi hal itu sangat menguntungkan bagi mereka. Baku hantam itu membuat penjagaan bangunan terabaikan.
Bima dan yang lainnya masuk tanpa ada kendala. Di dalam bangunan itu terdapat beberapa pintu. Mereka harus mengecek satu persatu di ruangan mana Sisil berada.
Di sudut ruangan terlihat ada sebuah lorong yang mengarah entah kemana. Karena merasa curiga akan lorong itu yang kemungkinan ada satu ruangan rahasia, Bima dan yang lain berjalan menelusuri lorong tersebut.
Dan ternyata dugaan mereka benar ada satu buah pintu lagi di sana. Namu langkah mereka terhenti karena melihat ada dua orang penjaga di depan pintu.
Tak jauh dari sana mereka juga melihat ada sepasang pria dan wanita berpakaian hitam dan mengenakan topeng sehingga mereka tak bisa melihat wajahnya. Ke dua orang itu.mmmmmm?mmm klsedang berjalan santai menuju ke arah ruangan yang di jaga.
Terlihat ke dua penjaga itu seperti sedang siaga saat kedatangan sepasang pria dan wanita itu sampai di hadapan mereka.
Tak lama kemudian terjadilah pertarungan satu lawan satu. Terlihat sepasang pria dan wanita itu sangat terampil, tak butuh waktu lama ke dua penjaga itu pun tumbang tak sadar kan diri.
Setelah berhasil melumpuhkan lawan, wanita itu menepuk baju bagian depannya seolah membersihkan debu yang menempel di tubuhnya.
Merasa ke dua orang itu tidak berbahaya, Bima dan yang lain segera mendekat.
Sedangkan ke dua orang itu melihat rombongan Bima mendekat, mereka bersikap biasa saja. Kemudian wanita itu membuka pintu yang kebetulan tidak di kunci. Dari luar mereka bisa mendengar suara orang yang sedang bertarung.
Bukkk
Dukkk
Terlihat Sisil yang sedang adu jotos dengan seorang pria bertubuh kekar. Wanita dan pria itu hanya memperhatikan Sisil dengan santai sambil melipat ke dua tangan di dada.
Sedangkan Bima, Dirga dan Jery terkejut melihat Sisil yang sedang adu jotos itu. Di sana juga mereka melihat dua pria yang sudah terduduk sambil memegang dada, nampak darah segar keluar dari mulut nya.
Ke tiga pria tampan itu ter bengong tak percaya akan apa yang mereka lihat. Bukan hanya mereka bertiga yang bengong anak buah Bima juga ikut terdiam.
__ADS_1
Mereka berfikir Sisil akan mengalami tindakan kekerasan yang mengakibatkan Sisil terluka parah atau lebih dari itu. Tapi dugaan mereka salah besar, Sisil hanya mengalami luka kecil.
Melihat pintu yang terbuka membuat yang di dalam menoleh ke arah pintu untuk melihat siapa yang masuk. Bela terkejut melihat Bima berdiri di ambang pintu dan beberapa orang yang tak ia kenal.
Sisil yang lengah karena melihat kedatangan orang orang itu mendapat serangan. Ke tidak waspadaan Sisil di jadikan kesempatan bagi lawan untuk menyerang nya.
Sisil terkejut karena kedatangan ke dua kakaknya sehingga ia lengah dan tak menyadari lawan mengambil kesempatan untuk menyerang.
Sisil terjatuh karena tendangan yang ia Terima cukup kuat. Bima yang melihat itu segera berlari menghampiri Sisil.
" Siapa kalian?" Tanya pria yang katanya itu pemimpin mereka.
" Pergi dari sini, jangan ikut campur karena ini bukan urusan kalian " Ucap nya lagi dengan sombong
Baru saja Bima dan Dirga hendak menjawab tapi kakak angkat Sisil lebih dulu menjawab.
" Kau tak perlu tahu siapa kami, yang jelas kau sudah berurusan dengan orang yang salah. Kalian mengganggu nya berarti kalian akan berhadapan dengan ku " Ucap wanita di balik topeng itu
" Buat apa lagi kalau bukan buat mu. Lagi pula aku heran kenapa kamu bisa tertangkap oleh kecoa sih. Aku pikir yang menculik mu sekelas mafia, ternyata hanya sekumpulan tikus kecil tak berguna " Cerca wanita itu membuat wajah orang yang menculik Sisil memerah marah merasa terhina
" Ya bagaimana aku tak tertangkap oleh mereka, mereka main curang. Mereka menipu ku dengan berpakaian serba tertutup dan membius ku hingga aku pingsan. Aku pikir tadi nya dia wanita Arab, ternyata Arab maklum " Sisil berkata sambil melirik sinis ke pria yang membius nya
" Kalian wanita memang banyak bicara " Marah pria itu dan langsung menyerang kakak angkat Sisil
Tapi belum sempat kepalan tangannya mengenai tubuh wanita bertopeng. Tubuh nya lebih dulu terhuyung ke samping karena tendangan dari pria bertopeng.
" Berani kamu menyentuh kulit istri ku maka akan ku patahkan tangan berharga mu itu " Ucapnya dingin
Dan terjadilah pertarungan antara anak buah Bima dan para pria penculik itu. Sisil melihat salah satu pria itu mengeluarkan senjata tajam dan hendak menusuk salah satu anak buah Bima, Sisil pun segera mendongakkan pistol dan menembak tangan pria itu sehingga senjata tajam di tangannya terlepas.
Dorr...
__ADS_1
Sekali tembak saja Sisil sudah berhasil membuat pria itu berteriak. Sedangkan Bela yang ketakutan mencoba untuk melarikan diri. Ia mengambil kesempatan untuk kabur di saat orang orang sedang asik memperhatikan Sisil.
Bima, Dirga, dan Jery terkejut mendengar suara tembakan yang memekik kan telinga mereka. Mereka kompak melihat Sisil yang sedang memegang senjata api itu. Bima melebarkan matanya dan mundur satu langkah. Ia tak percaya Sisil bisa melakukan semua itu. Hari ini Bima, Dirga dan Jery mendapat kejutan beruntun dari Sisil. Untung saja mereka tidak memiliki riwayat penyakit jantung, kalau tidak mungkin mereka akan terkena serangan jantung.
Bima memperhatikan Sisil dengan penuh tanda tanya. Siapa kekasihnya ini sebenarnya? kenapa ia bisa bertarung? Tak mudah untuk mendapatkan informasi mengenai Sisil. Sampai sekarang pun ia masih kesulitan untuk mencari informasi mengenai Sisil. Kekasih nya ini sangat misterius.
Ke dua kakak angkat Sisil hanya tertawa melihat wajah terkejut mereka bertiga. Sungguh sangat lucu, ini seperti hiburan untuk ke dua nya.
" Sayang,,, dari mana kamu mendapatkan senjata ini? " Tanya Bima sambil menyentuh pistol yang Sisil pegang.
Ia sangat penasaran dari mana Sisil mendapatkan nya, padahal tadi ia melihat tidak ada apa-apa di dekat mereka. Senjata api milik siapa itu? Apa itu milik Sisil?
" Ini " Tunjuk Sisil sambil memainkan senjata api itu dengan memutarnya di jari telunjuk.
Melihat itu Bima langsung memperingatkan Sisil akan bahayanya senjata api itu.
" Sayang hati hati, benda itu sangat berbahaya " Ucap Bima khawatir membuat Sisil tertawa
" Tidak apa apa sayang. Benda ini memang sangat berbahaya bagi yang tidak memiliki keahlian, tapi tidak untuk orang yang memiliki keahlian. Aku sudah biasa menyentuh benda ini " Ucap Sisil menenangkan Bima
" Kakak ipar,, dari mana kamu mendapatkan benda itu? " Kali ini Jery yang bertanya karena tadi Bima bertanya tapi tak mendapat jawab. Sedangkan ia sangat kepo akan hal itu.
" Ini milik kak Azka, tadi aku mengambilnya dari balik punggungnya " Jawab Sisil santai sambil tersenyum ke arah ke dua kakak angkat nya
Semua saling lihat dan yang punya nama hanya menggelengkan kepala. Ternyata ia masih saja kecolongan oleh Sisil. Gerakan Sisil memang cepat sehingga tak ada yang menyadari ketika Sisil mengambil senjata itu.
***
teng kiu untuk kunjungan nya di novel receh author...
bab ini gk bisa di katakan pendek juga ya karena sudah lebih dari seribu kata
dan author juga mempunyai keterbatasan dalam berimajinasi selain itu juga punya aktif lain, jadi gk bisa up banyak. mohon pengertiannya 🙏
__ADS_1