
Happy Reading π
ππππππ
Selesai bermain tenis mereka duduk di kursi yang ada di dekat lapangan untuk mengistirahatkan tubuh karena kelelahan bermain.
" Yuhuu.... " Terdengar suara melengking seorang anak kecil dari arah belakang mereka
Bima dan Jery saling lihat dan menunjukkan ekspresi yang menyedihkan mendengar suara melengking dari seseorang yang sangat mereka kenali.
" Haloha uncle uncle "
" Alysa yang super cantik membahana meluber ke mana mana datang.... "
Oceh seorang bocah berusia tujuh tahun bernama Alysa. Dengan gaya centilnya berjalan mendekati mereka.
" Haishhh bocah ini kenapa bisa ada di sini? " Jery bicara pelan pada Bima, Bima mengedikkan bahunya.
" Ehhh ada uncle tampan calon suami masa depan Alysa " Ucap nya sambil menyelipkan rambut di telinga dengan gaya malu malu sok imut
Dirga yang sedang minun air ion tersedak mendengar ucapan bocah kecil itu. Bima dan Jery melihat jengah sang bocah.
" Hati hati uncle tampan, Aly tau kok Aly cantik tapi gk usah salah tingkah gitu sampe minum aja tersedak " Ucapnya percaya diri sambil mengelus punggung Dirga. Alysa berdiri di samping Dirga yang sedang duduk.
" Eh bocah ingusan... Ngapain lo ada di sini? " Tanya Jery jengah melihat Alysa
" Kangen uncle uncle Aly yang tampan " Alysa langsung berhamburan memeluk Bima dan Jery yang sedang duduk bersebelahan
Bima dan Jery menyeringai jahil mereka saling lirik kemudian kompak memeluk balik Alysa dengan erat.
" Hei... Hei lepasin Aly "
__ADS_1
Alysa yang merasa sesak dan lengket terkena keringat Bima dan Jery memukul pundak kedua uncle nya meminta untuk di lepas. Setelah pelukannya di lepas Alysa mendumel kesal.
" Iuwww baju Aly jadi basah dan bau keringat uncle " Alysa mencubit dan mencium bajunya
Mereka tertawa meliat tingkah Alysa, Jery dan Bima puas mengerjai Alysa bocah centil biang onar.
" Aly ke sini sama siapa? Kamu gk sekolah? " Tanya Dirga
Alysa yang tadi nya cemberut kesal karena ulah Bima dan Jery langsung merubah mimik wajahnya menjadi imut melihat Dirga
" Aly ke sini sama mami sama oma, kan sekolah lagi libur uncle " Ucapnya lembut
" Cih... Dasar rubah cilik " Jery berdecih melihat Alysa sok imut
Alysa mendengar Jery mengumpatinya menoleh dan menyipitkan matanya menatap sinis Jery dengan mulut bergerak gerak kecil enah apa yang ia ucapkan.
Bima dan Jery bergedik ngeri, dasar keponakan ajaib.
Niken datang dengan merentangkan kedua tangan nya hendak memeluk kedua adiknya. Dan di sambut baik oleh Bima dan Jery.
" Baik kak, kenapa kakak gk bilang kalau mau datang ? Kan kita bisa jemput " Ucap Bima setelah melepas pelukan Niken
" Suprise... " Ucap Niken
" Terima kasih atas suprise nya, kami sangat terkejut sangking terkejut nya gue bisa mati berdiri lama lama " Ucap Jery nanar melihat ke arah Alysa
Alysa bocah centil dan barbar si biang onar suka membuat ulah dengan ke dua uncle nya membuat mereka kelimpungan jika ada Alysa
" Hai Dir... Apa kabar? Makin ganteng aja lo " Ucap Niken pada Dirga
" Hai juga kak,, seperti yang kakak liat, gue baik " Balas Dirga
__ADS_1
" Syukur lah kalau begitu, gimana udah punya calon? " Godanya sedikit centil
" Mami jangan centil sama calon suami Aly, ingat mami itu udah punya papi di rumah nanti Aly aduin sama papi " Cemberut Alysa membuat Niken membulat kan matanya
" Apa sih Aly mami cuma nanya doang, lagian kamu itu masih terlalu kecil jodoh kamu masih jauh " Ucapnya heran melihat anaknya
" Memang benar pepatah mengatakan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya " Ucap Bima menggeleng kepala
" Sana masuk istirahat kalian gk capek apa habis dari perjalanan jauh " Ucap Jery sebenarnya mengusir ibu dan anak itu agar pergi dari mereka
" Gk tuh,,, kita udah cukup istirahat di mobil tadi " Ucap Niken
" Kalian gk kagen apa sama kami? " Tanya Niken
" Kangen la masa engak " Ucap Bima
" Iya kalau jauh kalian itu ngangenin tapi kalau dekat ngeselin " Tambah Jery
" Dasar adik durjanah " Niken memiting leher Jery.
πΈ
πΈπΈ
πΈπΈπΈ
Terima kasih sudah mampir di novel author ya π
Terima kasih juga buat like nya ππ
Bantu vote juga ya ππ
__ADS_1