GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
RUMAH KEGEMBIRAAN.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•


Manfaatkan waktumu selagi masih ada kesempatan. Karena barangkali esok takkan lagi bisa bersendau gurau. Barangkali esok takkan lagi bernafas. Barangkali esok takkan lagi bisa membaca Al Qur'an. Barangkali esok takkan kuat lagi berdiri untuk sholat. Barangkali esok takkan lagi bersama keluarga tersayang.


Dunia hanyalah pinjaman. Dunia hanyalah sementara semua yang fana akan menuju ke alam barzakh. Semoga hidup kita senantiasa dalam kebaikan dan kita pergi bertemu ALLAH dalam keadaan husnul khatimah dengan penuh keridhaan-Nya...Aamin...


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•


Di Villa Rio.


Pagi sekali Naazwa sudah berada didapur, bahkan sebelum waktu subuh. Hingga membuat Bi surti begitu kaget melihatnya. Karena biasanya, Naazwa akan kedapur setelah melaksanakan shalat subuhnya dahulu. Itupun ia hanya membantu Bi Surti sekedarnya saja. Namun kali ini terlihat berbeda, membuat Surti jadi tidak enak hati karena ia telah diduluin oleh majikannya.


"Ya ampun Neng, kan ini masih gelap banget Neng. Kenapa Eneng sudah berkutik didapur? Seharusnya bila Eneng ingin sesuatu bilang saja sama Bibi Neng," ujar Surti terlihat cemas. Ia juga merasa tidak enak hati pada Naazwa.


"Hehehe, maaf Bi, Zwa menggangu tidur Bibi ya?" tanya Naazwa sambil cengengesan, karena ia tahu kalau dirinya sudah menyebabkan Surti ikut terbangun.


"Nggak papa Neng, tapi emangnya Neng lagi kepingin apa? Sini biar Bibi yang bikinkan?" tanya Surti balik.


"Nggak kok Bi, Zwa lagi nggak kepingin apa-apa,"


"Ooh, lalu itu Eneng lagi buat apa?" tanya Surti terlihat penasaran, karena ia melihat Naazwa sedang memeras santan.


"Zwa ingin membuat nasi tumpeng Bi, hari inikan quadruplets ulang tahun," balas Naazwa, dengan wajah sumringah. Nampak sekali ia begitu bersemangat, mengatakannya.


"Oooh.." balas Surti hanya beh oh ria saja. Namun terlihat dari raut wajahnya langsung berubah sedih. Membuat Naazwa yang melihatnya menjadi penasaran.

__ADS_1


"Kenapa wajah Bibi jadi sedih begitu? Ada apa Bi?" tanyanya dengan wajah penasarannya.


"Tidak apa-apa Neng, Bibi hanya terbaru, karena selama ini quadruplets tidak pernah sekalipun ulang tahunnya dirayakan oleh Den Brian," jelas Surti membuat Naazwa tersentak.


"Hah? Masa sih Bi?" tanyanya seperti tidak percaya dengan perkataan surti.


"Iya Neng, bahkan mereka juga tidak tahu hari kelahiran mereka," balas Surti, terlihat semakin sedih. Dan bahkan matanya kini terlihat sudah berkaca-kaca.


"Eh, memangnya kenapa Bi?" tanya Naazwa semakin penasaran.


"Karena kelahiran mereka, merupakan hari kepergian Ibu mereka Neng. Jadi Den Brian tidak memperbolehkan anak-anaknya merayakan hari ulang tahun mereka Neng, karena itu sangat menyakitkan bagi Den Brian," jelas Surti, sambil menepis Air matanya yang sempat terjatuh.


"Astaghfirullah.. kenapa Bang Brian begitu sih? Kan kasian anak-anaknya Bi, mereka tidak tahu apa-apa. Pantasan saja Yumna dan Yunda kemarin sedih ketika dia diundang ke acara ulang tahun teman. Ternyata itu karena mereka tidak pernah merayakan hari ulang tahunnya Kan?" tanya Naazwa, yang sepertinya ia jadi kasihan dengan anak-anak sambungnya.


"Benar Neng, bahkan mereka juga tidak berani mengungkapkannya pada Den Brian, karena..." balas Surti, namun perkataannya langsung terhenti, dan bahkan ia terlihat tersentak dengan mata yang mengarah kebelakangnya Naazwa.


"Bang Brian?!" sentak Naazwa.


"Apa yang sedang kamu lakukan sepagi ini hm?" tanya Rio terdengar datar.


"Zwa lagi bikin nasi tumpeng buat quadruplets, Bei. Hari inikan mereka ulang tahun," kata Naazwa, sambil tersenyum lembut.


Mendengar perkataan Naazwa, Rio langsung menghampirinya dan langsung menarik tangannya, "Itu tidak perlu kamu lakukan! Sebaiknya kamu tidur kembali!" katanya seraya ia menarik tangan Naazwa, dengan kasar membuat Naazwa merasakan sakit dipergelangan tangan.


"Aw! Sakit Bei! Lepaskan!" teriaknya sambil menyentakkan tangannya, dan langsung terlepas dari genggaman tangan Rio.


"Kamu kenapa sih Bei! Kok jadi kasar banget gitu?" tanya Naazwa, seraya memegang tangannya yang terlihat memerah akibat tarikan Rio tadi.

__ADS_1


"Ah.. maaf! Aku nggak bermaksud kasar sama kamu Naz, aku tadi hanya khawatir, di jam segini kamu melakukan hal yang tidak penting seperti itu," balas Rio, dengan ekspresi wajah yang tak bisa diartikan. Antara merasa bersalah, kesal, sedih, menjadi satu.


"Hal tidak penting? Menyenangkan Anak-anak hal tidak penting Bei? Kalau Bibei berkata seperti itu, berati Bibei hanyalah orang tua yang merugi! Sebab, Bibei tidak akan pernah merasakan rumah kegembiraan disuga!" ujar Naazwa, terdengar ketus, karena ia mulai kesal dengan keegoisan suaminya.


"Apa maksud kamu Naz?" tanya Rio, yang kini nadanya mulai lembut, karena entah mengapa sekarang ia agak takut apabila Naazwa mulai kesal.


"Bei? Asal kamu tahu, Islam merupakan agama yang sangat menekankan tentang pentingnya menebar kasih sayang kepada siapapun. Cinta kasih orang tua kepada anak merupakan salah satunya. Nabi Muhammad ﷺ juga telah memberikan teladan tentang kasih sayang kepada anak-anak. Bahkan, Nabi akhir zaman itu dijuluki sebagai bapak para anak yatim.


Bahkan beliau berkata, Bagi para orang tua atau orang dewasa lainnya yang selama hidup selalu membahagiakan anaknya sendiri maupun anak-anak yang kurang beruntung akan ditempatkan di dalam rumah kegembiraan yang ada di surga..


Diriwayatkan Imam Abu Ya’la dari Aisyah RA, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


إِنَّ في الجنة دارا يقال لها دار الفرح لا يدخلها إلا من فَرَّحَ الصبيان


“Sesungguhnya di surga ada satu rumah yang bernama Rumah Kegembiraan. Tiada yang memasukinya kecuali orang yang menggembirakan anak-anak kecil.”


Hadits ini tegas menggambarkan keistimewaan membahagiakan anak kecil. Keagungan ini tercermin dalam penyediaan rumah atau istana khusus di surga. Syekh Nawawi Al Bantani dalam keterangan hadits tersebut menyatakan yang dimaksud adalah menggembirakan anak kecil baik anaknya sendiri atau bukan. Terlebih anak-anak yang kurang mendapat perhatian orang tua atau malah tak memiliki orang tua," jelas Naazwa panjang lebar berharap Suaminya mau menyadari Kekeliruannya selama ini pada quadruplets.


"Masih ingin bilang nggak penting memberikan kegembiraan untuk Anak-anak, hm?" tanya Naazwa lagi, karena melihat suaminya yang terlihat tak memberikan responnya.


"Maaf Naz, bukannya Bibei tak ingin membuat mereka bahagia, hanya saja.."


"Hanya saja, karena hari ini juga tanggal kepergian ibu merekakan?" potong Naazwa, seketika Rio tersentak mendengar perkataan Naazwa.


"Bei, please jangan bebani mereka dengan hal seperti itu. Kasihan mereka Bei, pastinya Ibu mereka tak menginginkan hal seperti ini," lanjut Naazwa, membuat Rio tak bisa berkata-kata lagi. Ia malah pergi begitu saja dengan wajah yang terlihat sedih.


"Ya Allah, berikan hamba kesabaran," gumam Naazwa, sambil memandang kepergian suaminya.

__ADS_1


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


__ADS_2