GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
PENCERAHAN.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara Hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•


"Sahabat adalah bukanlah yang telah lama kamu kenal. Tapi tentang siapa yang datang kedalam hidupmu dan tidak pernah meninggalkanmu dalam situasi dan kondisi seburuk apa pun. Maka pilihlah sahabat, yang ketika bersamanya, surga begitu dekat"


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷


Mendengar Rio, menyebutkan boy band somplak. Mulut Dimas langsung menganga. Dengan wajah ciri khasnya, "Sembarangan Lo ngatain boy band somplak! Emangnya Lo nggak lihat apa, gaya kami yang keren begini! Boy band Korea mah lewat tau!" protes Dimas, yang terlihat ia langsung memasang gaya narsisnya.


"Dimas! Baru datang udah, bikin orang naik tensi ya? Kita kesinikan bukan mau konser! Tapi mau jenguk orang sakit, Lo paham!" tegur Wira.


"Tau nih! Sok narsis banget jadi orang!" timpal Andi.


"Sudah, sudah kenapa kalian yang ribut sih! Maaf ya Brian, kami malah menambah Maslah buat kamu. Padahal kami kesini bermaksud melihat keadaan kamu," ujar Ardiyan, terlihat tidak enak hati pada Rio, yang sejak tadi, hanya melihat perdebatan mereka. Tanpa bisa berbuat apa-apa, padahal, kepalanya terasa sakit melihat perdebatan para temannya. Namun ia terpaksa harus menahannya, takut teman-temannya berpikir ia sengaja, mereka pergi. Makanya sebisa mungkin ia harus menahannya.


"Santai saja Ar, karena sepertinya gue sudah mulai terbiasa kok dengan tingkah laku mereka," balas Rio, yang terlihat ia sedang berusaha tersenyum, dengan paksa.


"Syukurlah. Oh iya ngomong-ngomong gimana keadaan Lo sekarang?" tanya Ardiyan lagi, yang kini ia sudah duduk di kursi, yang berada di sisi ranjangnya Rio.


"Ya seperti yang Lo lihat. Keadaan gue parah bangetkan? Tapi Alhamdulillahnya gue masih diberi kesempatan hidup Bro," jawab Rio, seraya tersenyum kecut.


"Syukurlah, tapi gue sakit sama Lo, walaupun keadaan Lo seperti ini tapi Lo tetap Bersyukur. Memang sih bersyukur itu tidak mudah, oleh karenanya Allah Azza wa Jalla, memberikan ganjaran berlipat ganda untuk orang-orang yang mampu untuk mensyukuri nikmat-Nya," ujar Ardiyan yang terlihat kagum pada Rio, yang saat ini tubuhnya diterdapat luka yang terbilang parah. Namun ia tetap bersyukur.


"Yaa, kalau dipikir-pikir, selama inikan Allah juga sudah memberikan gue nikmat yang tidak bisa terhitungkan. Dan lagian musibah ini juga bisa dikatakan nikmat Allah kan, yang artinya gue harus beristirahat dulu. Karena selama ini gue kerja sering berlebihan Bro," balas Rio, seraya menyengir, menunjukkan gigi putihnya


"Mendengar ucap Lo, gue jadi ingat pada, Syekh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri dalam kitabnya berjudul Minhaj al-Muslim menjelaskan, seorang Muslim hendaknya melihat segala sesuatu yang telah diberikan Allah kepadanya dengan tiada terhingga. Yakni berupa kenikmatan yang tiada terhitung, terlindungnya dia pada saat didalam rahim ibu, hidup di dunia, dan menentukan perjalanan hidupnya hingga menuju Allah SWT.


Makanya Perintah untuk bersyukur pun kerap disebutkan Allah di dalam Alquran. Seperti firman Allah Azza wa Jalla dudalam Alquran surat An-Nahl ayat 53:


وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ

__ADS_1


“Wa ma bikum min ni’matin faminallahi.”


Yang artinya: “Dan apa saja nikmat yang ada padamu dari Allah-lah datangnya.”


Dalam Alquran surat An-Nahl ayat 18, Allah berfirman:


وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا


“Wa in ta’uddu ni’matallahi la tuhshuha.”


Yang artinya: “Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, maka kalian tidak akan sanggup menghitungnya.”


Maka, perintah untuk bersyukur pun diikaitkan pula dengan dalil. Seperti di dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 152 berbunyi:


فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ


“Fadzkuruuniy adzkurkum wasykuruuliy wa la takfuruun.”


Di dalam Surah Az-Zumar, Allah kembali menegaskan perintah untuk bersyukur:


لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ


“La taqnathu min rahmatillahi"


Yang artinya: "Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah."


"Jadi buat kalian semua juga harus bersyukur ya guys. Karena semakin kita bersyukur, dalam situasi apapun, in shaa Allah, Rahmat Allah akan selalu menyertai kita. Seperti Brian saat ini, walaupun keadaannya seperti ini, dia masih ingat untuk bersyukur, jadi gue acungkan jempol buat Lo bro," ujar Ardiyan, panjang lebar untuk mengingatkan para sahabatnya.


"Thanks Ar, atas pencerahannya, gue jadi bersyukur karena Allah mempertemukan gue pada kalian semua. Dan sorry tadi gue sempet gerutu ketika kalian baru datang, maklum tadi kepala gue sedikit pusing saat luka gue terbuka lagi," kata Rio berkata jujur. Membuat Ardiyan tersenyum, melihat wajah merasa bersalah Rio.


"Santai saja Bro, kita semua maklum kok," balas Ardiyan, seraya tersenyum lembut pada Rio.

__ADS_1


" Benar, santai aja lagi Bro. Seberat apapun masalahmu, jangan ditimbang. Soalnya nggak bakalan laku." sambung Dimas ngasal. Membuat para Sahabatnya langsung menatapnya. Dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


"Kenape Lo pada ngeliatin gue? Emangnya gue salah ngomong ya?" tanyanya lagi, dengan memasang wajah tak berdosanya.


"Kagak kok! Lo benar, Lo the best pokoknya," kata Andi, sambil mengacungkan jempol. Akan tetapi wajah, serasa ingin menampol wajah Dimas. Namun ia tahan.


"Kenapa wajah Lo nyeramin gitu? Kelihatan banget Lo nggak ikhlas muji guenya!" protes Dimas, masih dengan tampang tak berdosanya.


"Bodo amat! Emang gue pikirin! Sono Lo bikin gue empet nengok muka Lo!" cetus Andi, seraya melengos melihat Dimas.


“Emang benar ya? Bikin semua orang senang itu susah, yang gampang itu bikin semua orang marah.” kata Dimas, seraya ia berjalan menuju pintu keluar. Namun belum sampai lagi ia meraih pintu tiba-tiba ia kentut dengan suara yang begitu nyaring. Membuat para teman terkejut mendengarnya.


"Sialan Lo! Kentut sembarangan aja Lo!" berang Andi, sambul ia melempar sendal jepit, yang kebetulan ada disana


"Brengsek Lo Dimas! Emang nggak ada akhlak ya! Kentut sembarangan aja!" timpal Dika, yang ternyata ia juga kesal dengan kelakuan Dimas.


"Eh, sorry guys! kelepasan, tadi gue udah terburu-buru mau keluar! Tapi mau gimana lagi, dia sudah mendesak banget sih jadi ya gitu deh, hehehe," jelas Dimas, sambil cengengesan.


"Huh! Dasar somplak! Selalu bikin onar saja!" cetus Wira, ikut kesal.


"Kok kalian pada marah sih? Padahal itu bagus tau! Tandanya ****** gue sehat! Asal kalian tahu ya? Dalam ****** yang sehat, terdapat kentut yang kuat, guys! Jadi seharusnya kalian periksa tuh punya kalian, apakah sehat?" ujar Dimas, terlihat santai dan tak merasa bersalah sama sekali.


"Dasar somplak! Diam Lo!" bentak Ardiyan, yang akhirnya ikut memarahi Dimas, "Ya sudah ayo kita keluar, biarkan Brian istirahat dulu," lanjut Ardiyan, yang kemudian ia bangkit dari duduknya.


"Baiklah Brian kami balik ya, kamu yang sabar ya? Dan tetap semangat, biar Lo pulih dengan cepat oke," kata Ardiyan lagi pada Rio.


"In shaa Allah, thanks ya Ar," balas Rio.


"Gue juga balik ya Bro, semoga Lo cepat sembuh," ucap Wira, dan begitulah seterusnya para teman-temannya Rio memberikan support pada Rio. Hingga akhirnya giliran Dimas.


"Cepat sembuh ya Bro! Ingat “Belajarlah pada bulu ketek, meskipun tersembunyi dan terhimpit namun tegar berdiri dan selalu tumbuh kembali! Jadi Lo harus bersemangatlah oke!" kata Dimas, dengan memasang wajah tanpa dosanya lagi. Membuat teman-teman, kembali menatapnya dengan tatapan yang tak bisa diartikan lagi.

__ADS_1


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


__ADS_2