GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
JODOH DITANGAN ALLAH.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara Hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•


Bersedih sewajarnya, berbahagia secukupnya, bersyukur sebanyak-banyaknya.


Dalam keluh kesah keseharian, kadang kita menjadi hamba yang terlalu banyak mengeluh. Seolah diri inilah yang paling menderita, hingga lupa untuk bersyukur, syukur atas nikmat sehat dan umur serta atas segala bentuk rizki.


Sahabat, manusia terlahir dengan fitrah masing-masing, namun jangan biarkan fitrah tak terarah hingga menjauhkan kita dari Syurganya Allah.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ*__


•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•


Dikarenakan Yumna yang terus-menerus merengek ingin pulang. Akhirnya Dika pun memberikan izinnya. Dan kini mereka pun telah berada di villanya Rio. Yumna terlihat begitu bahagia, karena langsung disambut oleh kakak-kakaknya serta anak-anaknya Daffin. Mereka juga nampak begitu senang dengan kepulangannya Yumna. Mereka bahkan saling memeluk Yumna.


"Alhamdulillah, senang melihat adik Yumna, sudah sembuh. Uhm..Kak Zia kangen banget sama Adik Yumna," ujar Azia tatkala ia mendapatkan giliran untuk memeluk Yumna.


"Iya, Alhamdulillah Kak Zia, Umna juga senang karena Allah kasih sembuh. Dan Umna juga senang Zia datang karena Umna juga kangeeeen banget Ama kak Zia," balas Yumna, yang kini wajahnya terlihat begitu ceria kembali.

__ADS_1


"Umna juga, kangen banget sama Aa Amy. Apakah Aa Ami nggak kangen sama Umna?" lanjutnya Yumna lagi pada Azmi. Yang terlihat sedikit cuek karena ia sedang sibuk dengan benda pipih yang ada ditangannya.


Melihat Azmy yang sepertinya tidak mendengar perkataan Yumna. Membuat Yunda yang terlihat berada disisinya Azmy langsung menyenggol lengannya Azmy seraya berkata.


"A'a! Di tanya Adik Yumna kok nggak nyahut sih? Nggak kasihan apa? Adik Umnakan baru pulang dari rumah sakit!" protesnya. Membuat Azmy yang sedang fokus dengan benda pipihnya pun langsung menoleh ke Yunda.


"Maaf Yunda, A'a nggak dengar," balas Azmy, lalu ia pun menoleh ke arah Yumna. Dan terlihatlah tatapan mata Yumna yang nampak sedih, sedang menatap dirinya.


"Maaf Dek Umna, A'a nggak dengar tadi. Emangnya dek Umna mau tanya apa, sama A'a?" tanya Azmy, seraya ia melangkah menghampiri Yumna, yang masih berdiri didekat Azia.


Tanpa berkata apapun, Yumna langsung memeluk tubuh Azmy. Membuat Rio mau pun Daffin tercengang melihat pemandangan itu. Yang kebetulan mereka berdua sedang berada diruang keluarga, dimana anak-anak mereka juga sedang berada disana. Sedangkan para istri mereka sedang didapur, jadi tugas mereka menjaga Anak-anaknya.


"Apakah Lo berpikir sama dengan gue, Rio?" tanya Daffin, sembari mengangkat sebelah alisnya, dan masih terlihat tersenyum tapi kali ini tersenyum miring.


"Emangnya apa yang Lo pikiri?" tanya Rio, penasaran.


"Gue cuma berpikir, sepertinya mulai sekarang gue harus mempersiapkan mental gue," kata Daffin dengan wajah seriusnya.

__ADS_1


Rio mengerenyitkan Dahinya tanda ia tak paham dengan perkataan sahabatnya itu, "Mempersiapkan mental?" Rio mengulangi perkataan Daffin dengan tatapan bingung.


"Iya mempersiapkan mental, agar gue nggak kenak setruk, saat nanti gue berbesanan sama Lo! Dan gue juga harus mental Azmy, karna memiliki mertua, sedikit arogan dan tak berperasaan seperti Lo kan?" cerca Daffin dengan wajah datarnya.


"Cih! Siapa juga yang mau berbesanan sama Lo! Mimpi aja Lo sama anak Lo sana!" cetus Rio, yang mulai kesal mendengar perkataan Daffin.


Daffin menyunggingkan senyuman sinis pada Rio, "Heh..! Lo nggak bisa ngomong gitu Rio! Bukankah Lo juga tadi ngeliatkan? Kalau yang memeluk anak gue duluan adalah anak Lo! Jadi sudah dipastikan yang cinta anak gue itu adalah anak Lo tau!" jelasnya, masih tersenyum. Namun kini senyuman yang ia sunggingkan adalah senyum kemenangan.


"Diih! Pemikiran Lo terlalu jauh Bro! Belum tentu anak gue memeluk Lo karena dia cinta! Bisa jadi dia seperti itu karena sudah menganggap Azmy sebagai kakaknyakan? Apalagi Yumna dan Azmy bertemunya hanya sekali-sekali, sedangkan disekelilingnya Yumna, saat ini banyak anak laki-lakinya para CEO bro!" ujar Rio, yang terlihat tak mau kalah dan kini ia juga ikut menyunggingkan senyuman kemenangannya juga pada Daffin.


Daffin mengerutkan keningnya, "Anak-anak CEO? Siapa? CEO perusahaan mana? Hmm tapi pastinya tidak sebesar perusahaan guekan?" tanyanya, terlihat sedikit angkuh dan juga terlihat penasaran.


Rio senyum seringai, "Heh, emangnya Lo berpikir yang memiliki perusahaan besar itu cuma Lo bro? Oh iya, Lo pernah tidak mendengar perusahaan Pramana grup? Atau Perusahaan WIA dan WIXA grup? Humm, ada satu lagi, perusahaan Prakasa grup? Pastinya Lo pernah dengar dong? Bahkan Lo pernah ingin bekerja sama dengan salah satu perusahaan tersebutkan?"


Mendengar nama-nama perusahaan besar yang disebut oleh Rio, membuat Daffin terlihat semakin penasaran, "Jadi Lo maksud Lo kalau anak Lo sedang dikelilingi dengan anak pemilik perusahaan itukah? Emangnya Lo mengenal Ayahnya?" tanyanya balik.


"Yap benar sekali! Gue amat mengenal pemilik perusahaan besar tersebut! Jadi gue pastikan Yumna akan berjodoh dengan anak pemilik perusahaan besar itu!" kata Rio, penuh percaya diri.

__ADS_1


"Cih! Dasar orang tua matre! Udah kayak Tuhan saja mengatur Jodoh anaknya! Ingat Bro! Jodoh itu ditangan Allah! Bukan ditangan Lo!" ujar Daffin.


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


__ADS_2