GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
MEMBUJUK NAYAH.


__ADS_3

•⊷⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷⊷•


Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :


ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ


“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin bahwa doa tersebut akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai (yang tidak yakin bahwa doanya akan dikabulkan).”


(HR. Tirmidzi 3479)


Ketahuilah, bahwasanya jika dalam hajad kita berdoa dengan yakin kepada Allah SWT, maka Allah SWT akan mengabulkan doa kita tersebut.


Dan ketahuilah pula, bahwasanya Allah SWT tidak akan mengabulkan doa dari orang-orang yang hatinya lalai, yaitu orang-orang yang berdoa tetapi tidak meyakini akan dikabulkannya do'a tersebut.


Semoga kita termasuk orang-orang yang yakin dan husnudzon tatkala berdoa kepada Allah SWT serta khusyuk didalamnya, mari kita memohon kepada Allah agar hidup kita didunia dan akhirat menjadi lebih baik.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


••┈┈•┈┈••┈••✾•◆❀💚❀◆•✾••┈••┈┈•┈┈••


Hari-hari bergulir silih berganti, begitu cepatnya. Hingga tanpa terasa, kandungan Inayah juga sudah memasuki usia sembilan bulan. Membuat sifat Hans menjadi semakin posesif. Hal itu membuat Inayah jadi merasa terkekangi. Karena begitu banyaknya aturan yang telah dibuat oleh suaminya. Bahkan ia sampai merasa bosen, tatkala melihat suaminya bila berada di rumah. Seperti saat ini, tatkala mereka berada diruang makan. Wajah Inayah pun langsung berubah, kala melihat suaminya sudah berada disana.


"Loh, Abang kok ada disini? Bukankah tadi Abang kerja ya?" tanya Inayah dengan wajah yang terlihat sudah berbeda.


"Inikan jam makan siang Sayang. Dan kebetulan tadi Abang habis meeting, tidak jauh dari rumah kita. Jadi ya udah sekalian aja Abang, makan siang dirumah," jelas Hans, seraya ia menarik kursi yang berada di sebelahnya.


"Ooh.." balas Inayah hanya ber oh ria.

__ADS_1


"Iya Sayang, sekarang duduklah disini" kata Hans, sambil menepuk-nepuk kursi yang berada di sampingnya. Dan tanpa berkata apapun Inayah pun menuruti keinginan suaminya. Dan ia pun duduk di sebelahnya Hanya.


"Abang, suapin kamu makan ya Sayang?" kata Hans, seraya ia menyendokan makanan didalam piringnya. Setelah itu, ia sodorkan sendok tersebut ke mulutnya Inayah. Namun Inayah malah menjauhkan wajahnya kebelakang, seraya berkata.


"Nggak mau Akh Bang! Nayah mau makan sendiri aja!" katanya, sambil ia mendorong tangan Hans, yang sedang memegang sendok.


"Aah.. ya sudahlah kalau begitu. Tapi ingat kamu tidak boleh makan yang pedas-pedas ya Sayang?" balas Hans, membuat Inayah langsung berdengus kesal.


"Huh! Semua-semua dilarang! Ini di larang! Itu di larang! Bahkan campur saja juga dilarang! Apa sih yang nggak ada larangannya! Bikin bosen saja!" gerutu Inayah dengan suara lirih. Namun masih sedikit terdengar oleh Hans.


"Sayang, inikan untuk kebaikan kamu dan Anak kita Sayang. Jadi bersabarlah, sampai mereka lahir ya?" ujar Hans, seraya ia mengusap kepalanya Inayah. Namun sekali lagi Inayah membalasnya dengan lengusan saja.


"Huum..!" lengus Inayah sambil mengerucutkan bibirnya, karena kesal


"Sayang, kamu kenapa? Kok wajah kamu seperti itu sih?" tanya Hans, yang sebenarnya ia begitu gemas melihat bibir cemberut istrinya itu.


"Nggak papa kok Bang!" jawab Inayah sedikit ketus tanpa melirik suaminya sedikitpun. Melihat wajah istrinya berbeda, Hans pun langsung mengerenyit.


"Nggak ada apa-apa loh Bang! Nayah juga baik-baik saja! Perutnya juga nggak, sakit kok! Apakah sekarang sudah puas, mendengar jawaban Nayah bang?" tanya Inayah balik, namun nada bicaranya terdengar berbeda dari biasanya. Membuat Hans, merasa heran melihatnya.


"Tumben jawaban kamu seperti itu, Sayang? Ada apa? Apa kamu sedang marah sama Abang hm?" tanya Hans, seraya ia bermaksud, meraih dagu istrinya. Namun Inayah keburu bangkit dari duduknya.


"Siapa juga yang marah? Itu perasaan Bang Hans aja kali, udah akh! Nayah lagi nggak berselera makan!" balasnya dan ia pun langsung berlalu meninggalkan Hans yang masih tetap berada dikursinya.


"Kok nggak nggak berselera sih Sayang? Kamu tuh harus tetap makan Sayang!" ujar Hans, dengan suara yang terdengar sedikit keras, karena jarak mereka yang terlihat semakin jauh. Bahkan Inayah juga terlihat sudah menaiki anak tangga menuju ke lantai dua tempat kamarnya berada.


Hans semakin Heran, karena Inayah terlihat tidak merespon perkatanya. Membuat ia semakin penasaran dengan sikap istrinya yang semakin berbeda. Disaat ia sedang melihat kepergian istrinya tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara seorang wanita yang terdengar dari belakangnya.

__ADS_1


"Loh.. Neng Nayah kemana Den? Kok nggak jadi makan sih?"


Mendengar pertanyaan tersebut, Hans pun langsung menolehkan wajahnya, ke belakangnya, "Eh, Mbok Iyem! Itu Mbok katanya dia nggak berselera makan," balas Hans apa adanya.


"Eh, kok nggak berselera? Bukannya tadi Dia bilang pingin makan pakai ayam goreng Kalasan sama sambal terasi ya? Dan dia juga tadi minta dimasakin sayur asem. Makanya si Mbok masaknya sesuai permintaannya Den," ujar Mbok Iyem, terlihat ia sedikit heran dengan perkataannya Hans, yang mengatakan istrinya tidak berselera. Padahal ia sudah memasak sesuai permintaannya.


"Ooh.. jadi ini semua dia yang minta Mbok?" tanya Hans lagi.


"Benar Den," balas Iyem dengan singkat.


"Tapi Mbok, Nayah sedang hamil besar. Seharusnya dia tidak boleh makan yang pedas-pedas dong Mbok, Kasihankan anak yang di dalam perutnya. Kalau kepedasan gimana, Mbok?" kata Hans. Membuat Mbok Iyem langsung tersenyum lucu.


"Hehehe si Aden, nggak seperti itu juga Den. Bukan berarti ibunya makan pedas, lalu anaknya ikut kepedasan Den. Karena Bayi dalam kandungan mendapatkan makanan dari ibunya dengan jalan tali pusar yang terhubung ke plasenta Den. Plasenta adalah organ yang berbentuk seperti kue dadar dan terletak di dinding rahim dan menjadi organ yang menghubungkan ibu hamil dengan bayinya melalui tali pusar.


Proses pencernaan ibu hamil sebenarnya sama seperti biasa, Den. Hanya saja, ketika nutrisi telah diserap ke dalam aliran darah, gizi akan melewati plasenta dan mengalir ke pembuluh darah menuju tali pusar. Nutrisi yang baru saja dimakan oleh ibunya bisa mencapai bayi setelah beberapa jam. Namun, beberapa zat seperti kafein bisa memasuki pembuluh darah dan mencapai plasenta lebih cepat daripada nutrisinya, Den" jelas Iyem panjang lebar.


"Ooh begitukah Mbok?" tanya Hans lagi yang sepertinya ia belum yakin.


"Iya Den, dulu si Mbok juga berpikir seperti Aden. Takut, apapun yang dimakan si Mbok, berdampak pada bayinya. Makanya Mbok makan, yang biasa-biasa saja. Eh.. si mbok malah dapat teguran dari dokter katanya bayinya kurang gizi. makanya Dokternya menjelaskan hal tadi sama Si Mbok. Setelah itu ya sudah si mbok makan seperti biasanya Den," jelas Iyem lagi meyakinkan Hans.


"Ooh, ya sudah kalau begitu, Saya mau membujuk Nayah dulu deh Mbok. Mungkin dia nggak berselera karena, saya sempat melarangnya makan pedas Mbok," ujar Hans, sedikit merasa bersalah.


"Owalah.. ya sudah sana Den bujuk dulu Neng Nayahnya. Pasti sekarang dia sedang kelaparan," balas Iyem


"Oke Mbok! Aku akan merayunya lagi, biar dia mau makan lagi!" balas Hans, seraya ia bangkit dari duduknya lalu ia pun langsung bergegas menuju ke lantai dua.


...┈••┈••✾•◆❀💚❀◆•✾••┈••┈...

__ADS_1


Jangan lupa terus dukung author ya guys 😉


Oh, panggilan bagi sang pemenang! Mana nih nomor kontanya? Kok belum di kirim ke Author sih? Apa nggak mau ya sama Hadiahnya? Baiklah Author tunggu sampai besok ya. jadi please kirim secepatanya, oke.


__ADS_2