GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
LATIHAN BERTERIAK.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•


Tetaplah menjadi orang baik, meski emosimu sedang ingin meledak-ledak.Tetaplah tersenyum manis, meski hatimu ingin sekali menjerit dan menangis.Tetaplah berusaha sabar, meski sebenarnya lisanmu ingin sekali mengeluh dan mentatar semua duka dari *A* sampai *Z*


Sesungguhnya hal-hal yang buruk dilakukan orang lain terhadapmu, Allah tengah menitipkan satu pesan untukmu yaitu "Tolong jangan lakukan hal yang sama pada orang lain"!!!.


Semoga luka tak mendidikmu menjadi manusia yang meniru keburukan orang lain.


Tetapi sebaliknya,


Terluka dan tersakiti berkali-kali telah mengajarkanmu satu hal yaitu tetap menjadi orang sabar dan tetap menjadi seseorang yang baik.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•


Setelah mendengarkan penjelasan dari Naazwa, Rio pergi begitu saja dengan perasaan yang nggak menentu. Dan ia langsung melangkah menuju ke mobilnya. Karena hari memang masih terlihat gelap. Sudah pasti Gilang belum ada tempat. Namun Rio tak mempermasalahkan hal itu, ia tetap pergi dan mengemudikan mobilnya sendiri. Dengan kecepatan tinggi Rio melajukan mobilnya tanpa tau arah tujuannya.


Rio, terus melajukan mobilnya, hingga akhirnya mobilnya berhenti disebuah perparkiran yang berada di area bandara KLM. Setelah mobil terparkir dengan sempurna, ia pun langsung turun dan langsung melangkah menuju pintu masuk bandara. Bahkan ia langsung menuju ketempat pembeli tiket pesawat. Seperti sudah biasa melakukannya ia terlihat begitu tenang.


Karena jadwal keberangkatan pesawat satu jam lagi. Rio pun memilih menunggu di ruang tunggu untuk para penumpang. Dan karena pagi itu memang Rio bangun begitu cepat. Sehingga duduk menunggu membuat matanya mengantuk. Ditambah lagi ruang tunggu tersebut begitu sejuk karena memakai AC. Membuatnya tanpa sadar terhanyut ke dalam mimpinya. Dan baru saja ia memejamkan matanya, tiba-tiba ia merasa namanya di panggil oleh seorang wanita.


"Kak Bian..Kak Bian bangun dong Kak," panggil wanita tersebut, dengan suara yang terdengar begitu lembut. Rio pun tersentak dan langsung membuka matanya.

__ADS_1


"Acha!" sentak Rio, saat ia melihat seorang wanita yang terlihat sedang tersenyum manis padanya, "Benarkah ini Acha?" tanyanya dengan tatapan kerinduan yang amat sangat.


"Iya Kak Bian, ini Acha. Sekarang Acha sangat bahagia disini Kak. Jadi Acha berharap Kak Bian, juga harus bahagia ya?" balas Wanita yang dipanggil Acha oleh Rio, yang artinya ia adalah Cindy Istri Rio yang telah meninggal dunia.


"Oh iya, Kak Bian tidak lupakan sama janjinya? Ingat loh Kak Bian sudah janjikan, sama Acha, untuk membahagiakan anak-anak kita. Jadi Acha berharap, Kak Bian serta anak-anak akan selalu bahagia sampai kelak kita berkumpul lagi, oke?" ucap Cindy seraya ia memegang kedua pipinya Rio, sambil menatapnya dengan penuh kelembutan.


"Tapi Cha, kebahagiaan Kak Bian, yaitu kamu Cha. Kak Bian benar-benar sangat merindukan kamu, Cha! Kak Bian akan melakukan apa saja asalkan..."balas Rio, sambil menatap wajah istrinya, dengan lekat, seakan ia takut kalau istrinya itu akan pergi lagi. Dan perkata Rio langsung terhenti karena jari telunjuk Cindy sudah mendarat di bibirnya.


Cindy tersenyum manis, pada suaminya, "Sssth.. maaf Kak Bian, bukan Acha lagi kebahagiaan Kak Bian. Coba deh Kak Bian lihat sekarang, siapa yang bisa membahagiakan Kak Bian dan Anak-anak, Lihatlah Kak," kata Cindy, seraya ia menutup matanya Rio dengan tangannya. Dan dalam mata yang ditutup oleh tangan Cindy, Rio dapat melihat seorang wanita yang sedang bersenda gurau bersama Anak-anak. Dan Rio, amat terkejut saat melihat wajah wanita tersebut.


"Naazwa?!" ucapnya dan seketika itu juga Cindy menghilang dari hadapannya saat ia membuka matanya lagi, "Acha! Acha! Kamu dimana? Achaa! Achaaa!" teriak Rio, memanggil-manggil nama Cindy. Dan disaat bersamaan.


"Pak, pak! Bangun Pak! Bangun!" ujar seorang pria. Sontak Rio terkejut saat melihat seorang security berdiri di depannya, "Anda baik-baik saja Pak?" tanyanya lagi.


"Maaf Pak! Saya mau tanya apakah Bapak calon penumpang pesawat yang bertujuan kota JK?" tanya Scurity itu lagi.


"Iya Benar!" balas Rio apa adanya.


"Ooh, kalau begitu pesawat Anda, sudah mau berangkat, sebaiknya Bapak segera..." ujar Scurity itu lagi. Namun langsung di potong oleh Rio.


"Maaf Pak! Sepertinya saya tidak jadi berangkat!" potong Rio, karena ia teringat pada mimpinya ketika Cindy menutup matanya, dan yang tampak olehnya adalah Naazwa berserta anak-anaknya. Sehingga ia berpikir, mimpinya itu jawaban dari keresahannya selama ini.


"Ooh iya, ini untuk Anda saja Pak!" kata Rio lagi, sembari ia menyerahkan tiket pesawat pulang pergi pada Scurity tersebut. Membuat sang Scurity tercengang. Sehingga Rio langsung meletakkan tiket tersebut pada tangannya. Lalu Rio langsung beranjak pergi meninggalkan Scurity tersebut yang masih terlihat bingung dengan mata menatap kearah tiket yang berada di tangannya.

__ADS_1


...*****...


Sementara Rio, bergegas pergi, kini sudah berada di dalam mobilnya kembali. Bahkan kini ia sudah mulai melajukan mobilnya meninggalkan area perparkiran bandara. Setelah ia keluar dari gerbang bandara, Rio pun mulai mempercepat laju mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sehingga tak membutuhkan waktu yang lama, ia kini sudah memasuki gerbang rumahnya. Ia sedikit terkejut saat melihat beberapa mobil sedang terparkir di halaman Villanya.


"Eh! Ada apa ini? Mengapa banyak mobil disini?" gumam Rio, yang terlihat bingung harus memarkirkan mobilnya dimana. Disaat ia sedang berpikir tiba-tiba saja ia teringat akan kenangannya dikala kepergian Cindy. Kala itu halaman rumah mereka juga dipenuhi dengan mobil-mobil para pelayat.


"Aah! Jangan-jangan...!" Rio pun langsung membiarkan mobilnya terparkir diluar gerbang Villanya. Lalu dengan spontan ia pun berlari menuju pintu masuk villanya dengan tergesa-gesa. Dan ketika ia sudah berada di depan pintu ia pun langsung berteriak.


"NAAZWA!!" teriaknya, dan seketika semua mata yang berada didalam Villa langsung mengarah kepadanya. Yang kini Rio terlihat sedang tercengang, karena ternyata didalam Villanya sedang dipenuhi dengan anak-anak kecil yang sebaya dengan quadruplets.


"Bang Brian kenapa?" tanya Naazwa yang terlihat bingung dengan kelakuan suaminya.


"Aaah..Aku..Aku..ng..anu, hanya latihan berteriak kok hehehe.." balas Rio, sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, untuk menutupi rasa malunya.


"Latihan berteriak?"


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


Dear Readers ♥️


Author punya yang baru nih, yuk mampir 🥰 Jangan lupa kasih dukungannya juga ya😘 Syukron 🥰🙏


__ADS_1


__ADS_2