
•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara Hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•
"Cinta layaknya api. Bila ia berada pada tempat yang benar, maka menghadirkan kehangatan dari bekunya kehidupan. Tapi jika ia berada pada tempat yang salah, maka ia akan menghanguskan. Demikianlah api, tidak ada ciptaan Allah yang lebih menyakitkan selain api."
[ Al Habib Munzir Al Musawa ]
صَلَّی اللّٰـهُ عَلَی مُحَمَّدْ صَلَّی اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•
"Bagaimana para saksi? Apakah Sah?!" tanya Ustadz yang menikahi Rio dan Naazwa.
"Sah!" sahut para saksi dan para undangan yang hadir di mesjid tersebut.
"Alhamdulillah," ucap mereka semua, dan langsung disambut doa oleh Ustadz Khairul.
"Baarakallahu likulii wahidimmingkumaa fii shaahibihi wa jama'a bainakumma fii khayrin"
Artinya: mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan.
Setelah itu Rio meletakan tangan kirinya diubun-ubunnya Naazwa, sedangkan tangan kanannya menengadah keatas. Dan ia pun membacakan doa setelah akad.
"Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih."
Artinya: ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya, Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.
Doa setelah akad, sangat dianjurkan bagi seorang muslim yang baru menikah sebagaimana yang disebutkan dalam salah satu hadis berikut, artinya:
__ADS_1
"Jika dari kalian menikahi seorang wanita, maka ucapkanlah: 'Ya Allah sungguh aku meminta kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau ciptakan atasnya dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan apa yang Engkau ciptakan atasnya'. Dan bila seseorang membeli unta, maka peganglah ubun-ubunnya dan ucapkanlah seperti itu," (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah).
Setelah doa selesai, Naazwa langsung meraih tangan Rio dan mengecupnya. Setelah itu Rio pun memberikan kecupan lembut pada dahinya Nazwa secara singkat. Baru saja Rio hendak menjauhi bibirnya dari keningnya Naazwa. Tiba-tiba saja Yunda memeluknya dari belakangnya. Begitu juga Yumna memeluk Naazwa dari belakangnya juga. Alhasil wajah Rio dan Naazwa saling menempel.
Sementara Yumna dan Yunda malah bersorak gembira, "Horree... horree sekarang kita punya Mama! Terima kasih Ayah!" sorak Yunda sambil mengecup pipi sang Ayah.
"Yeeeee.. kita punya Mama sekarang! Terima kasih Aunty!" sorak Yumna, lalu ia juga mengecup pipinya Naazwa dengan gemas.
"Eh, tunggu dulu! Kenapa kamu masih memanggil Aunty?" protes Naazwa, pada Yumna.
"Eh, hehehe lupa, I'm sorry Mommy," balas Yumna, sambil cengengesan.
"Loh kok Mommy?" protes Naazwa lagi.
"Iya dong Mom, kan pasangannya Daddy, adalah Mommy, jadi Umna mulai sekarang panggilnya Mommy!" balas si kecil Yumna, dengan gaya khas orang dewasanya. Membuat siapapun yang melihatnya pasti akan gemas. Apalagi saat melihat pipnya yang gembul.
"Haiis kebaratan banget sih Yumna, nggak cocok deh untuk kita, tapi ya sudahlah terserah kamu saja," ucap Naazwa terlihat pasrah. Karena baginya, melihat Yumna kembali tersenyum, itu sudah cukup bagi Naazwa.
"Ummy," balas Naazwa singkat.
"Baiklah, kalau begitu Unda akan memanggil Mymah!" kata Yunda dengan mata yang berbinar senang.
"Loh kok Mymah?" tanya Naazwa.
"Ho'oh! Itu singkatan Umy dan Mama! Kerenkan?" jawab Yunda bersemangat.
"Ho'oh keren! Kalau begitu Umna panggil Mymah juga deh," sela Yumna, ikut bersemangat.
"Ehem..ehem!" dehem Rio, membuat Nazwa, Yumna dan Yunda, langsung beralih ke Rio, "Sudah selesai diskusi panggilannya? Apa kalian tidak melihat kita sedang dimana hm?" tanyanya terdengar datar.
__ADS_1
Mendengar perkataan Rio, yang kini sudah menjadi suaminya itu. Naazwa pun langsung tersadar dan ia pun langsung melihat sekelilingnya sedang memandang dirinya. Karena sudah pasti mereka ingin mengucapkan selamat pada mereka. "Eh! Afwan Abi, Ustadz!" ucapnya sedikit malu.
"Hahahaha, tidak apa-apa Nak. Oh iya selamat ya Nak semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah," ucap Ustadz Khairul.
"Aamiin ya Allah, Makasih Abi," ucap Rio dan Naazwa secara bersamaan. Dan begitulah seterusnya, para keluarga, dan juga para Sahabatnya memberikan ucapan doa selamat pada Rio, dan Naazwa.
Setelah ucapan selamat selesai, Ustadz Khairul mengajak mereka ke aula tempat acara walimah urs yang memang sudah dipersiapkan, oleh Ustadz Khairul, yang tadinya ia mempersiapkan itu untuk Hans, yang sudah dianggap anak sendiri olehnya.
Pada awalnya Rio menolak untuk duduk bersanding dengan Naazwa dipelaminan yang sudah di persiapkan itu. Ia sangat malu, yang hanya tinggal duduk saja, tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun. Ditambah lagi karena statusnya yang duda, jadi rasanya ia tak pantas duduk disana. Namun karena Ustadz Khairul memberikan pengertian akhirnya ia tak mampu menolaknya lagi. Dan kini mereka pun duduk bersanding di pelaminan.
Kembali lagi, mereka mendapatkan ucapan doa selamat dari para undangan yang baru saja datang. Karena memang mereka banyak mengundang para sahabat Hans, maupun para sahabat Ardiyan. Jadi tak heran kalau banyak para undangan yang sedikit hera. Karena mempelai prianya bukanlah Hans.
Begitulah akhirnya acara walimah urs, Rio dan Naazwa berlangsung sangat meriah, dan penuh suka cita. Namun acara tersebut tak berlangsung lama, karena pada akhirnya Rio memilih pulang. Yaa sudah pasti ia merasa tak nyaman, karena melihat keterkejutan dari para tamu, saat melihat dirinya. Maka dari itu ia pun memboyong keluarganya pulang, setelah ia berpamitan pada Ustadz Khairul dan para sahabatnya.
...*****...
Kini mobil Rio, yang membawa keluarganya, telah sampai di villanya. Naazwa tercengang melihat villa Rio, yang begitu megah dan indah. Hingga ia tak sadar kalau Yumna dan Yunda yang tadi tertidur dengan kepala yang diatas pangkuannya, sudah tidak ada lagi. Sampai pada akhirnya ia tersentak, dari lamunannya karena suara bariton Rio.
"Mau sampai kapan kamu duduk di situ hm?" tanya Rio, terdengar datar. Membuat Naazwa sedikit gugup.
"Eh, Ma-maaf A-akhy!" balas Naazwa.
"Ya sudah ayo cepat turun!" titah Rio, terdengar tegas.
"I-iya..Eh! Anu..hmm.. Akhy, anak-anak mana?" Naazwa baru tersadar kalau quadruplets sudah tidak ada dimobil lagi.
"Huh! Baru sadar anak-anak sudah tidak ada! Makanya jangan kebanyakan bengong Nona!" jawab Rio terdengar ketus. Lalu ia pun pergi begitu saja meninggalkan Naazwa yang terlihat masih bingung.
"Huh! Dasar Pria aneh! Ditanya main nyelonong aja!" gerutu Naazwa, mulai kesal dengan sikap Rio,
__ADS_1
"Eh, Astaghfirullah! Pria aneh itukan sudah menjadi suami Anakan? Haiis..sabar sabar Yumna! Ini ujian dan kamu harus bisa melewatinya dengan sabar," gumamannya sambil mengelus dadanya. Dengan mata yang masih melihat punggung Rio yang mulai memasuki villanya.
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...