GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
PERJODOHAN.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•


JANGAN MERASA SENDIRI


Dear Readers,.. dikala kita sendiri jangan merasa sepi, karena ada Allah yang mengawasi. Dikala kita sedih jangan pendam dalam hati, karena ada Allah tempat berbagi.


Dikala kita marah jagalah pikiran dan hati, karena ada Allah tempat menenangkan diri. Dikala kita susah dan gelisah jangan merasa pilu, karena ada Allah tempat mengadu.


Dikala kita gagal jangan putus asa, karena ada Allah tempat meminta. Dikala kita bahagia janganlah lupa, karena ada Allah untuk di puja dan tempat bersyukur.


Sahaba Filla... Allah itu dekat, maka mendekatlah dengan berharap rahmat dan keberkahan-Nya. Jangan biarkan godaan setan membawa kita menjauhi-Nya karena kenikmatan semu yang menipu.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•


Mendengar perkataan Rio, para sahabat-sahabat begitu terkejut. Begitu juga dengan Ardian yang nampak begitu terkejut. Karena ia merasa tak pernah berkata apapun tentang prihal jodoh anak-anaknya. Karena prinsip ia dan Anisah tak ingin memaksakan anak-anaknya untuk mengikuti kehendak mereka. Jadi apapun yang menjadi pilihan anak-anaknya, mau itu tentang pendidikan ataupun penentang jodoh. Ardiyan dan Anisah sudah sepakat hanya memberikan dukungan saja, apapun yang menjadi keinginan anak-anaknya.

__ADS_1


"Sorry Brian! Gue dan bini gue sudah sepakat tidak ingin memaksa anak-anak kami dalam prihal apapun! Mau itu tentang pendidikan ataupun jodoh! Jadi gue tegaskan sama, lu jangan terlalu banyak berharap, oke!" ujar Ardiyan dengan tegas.


"Iya gue tau kok! Gue juga nggak serius-serius amat menanggapi prihal itu. Gue berkata begitu, cuma membuat mereka berdua ini pada berhenti saja kok. Habis pada kepedean banget jadi orang," dalih Rio, yang sebenarnya ada kekecewaan juga dalam hatinya. Karena mendengar perkataan Ardiyan.


"Gue juga nggak serius-serius banget mau jodohin anak gue sama Anak Lo kok Bro! Karena siapa tahu saja Anak gue nanti, mendapatkan jodoh orang Kairo. Karena bini gue berencana ingin menyekolahkan anaknya disana Bro," timpal Dimas. Mendengar perkataan Dimas, Daffin tertawa lucu.


"Hehehehe.. Lo dengar itu Rio? Ternyata yang mau sama anak Lo tuh cuma anak gue tau! Jadi jangan menghindar lagi deh!" ujar Daffin, sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Cih! Pede banget Lo! Belum tentu jugakan? Karena bisa jadi juga Anak gue berjodoh dengan orang baratkan? Karena gue juga berniat menyekolahkan mereka diluar negeri!" kata Rio, terlihat begitu percaya diri. Namun baru saja Ia berkata seperti, tiba-tiba terdengar suara anak kecil, berteriak memanggil nama seseorang.


"A'a Amy!!!" teriaknya, dan dengan spontan Rio, dan para sahabatnya pun menoleh kesumber suara. Dan terlihatlah Yumna yang sedang berlari-lari menuju ke arah Azmy, yang terlihat ia sedang duduk di rerumputan, sambil menatap layar ponselnya. Dengan posisi yang tak berapa jauh dari kumpulan para bapak-bapaknya.


Melihat hal itu, Daffin pun tersenyum, "Lo lihatkan Rio? Bahkan anak Lo yang main nemplok aja ke anak gue! Masih ingin menyangkalnya lagi, hm?"


Mendengar pertanyaan Daffin, Rio langsung membuang wajahnya yang terlihat sedikit kesal. Sehingga para sahabatnya ikut tertawa lucu, karena melihat tingkahnya Rio.


"Hahahaha, itu namanya sudah takdir Brian, jadi anak Lo nggak mungkin dapat orang barat!" ledek Dimas, yang terlihat tawanya paling keras.

__ADS_1


"Hahahaha, kayaknya anak lu juga nggak bakalan dapat orang Kairo, Dim. Lihat saja tuh disana, Anak Lo kayaknya lagi merayu Yunda deh, " celetuk Dika, sambil jari telunjuknya mengarah ke sebuah taman yang terdapat banyak Bunga. Dan disana terlihat Yunda, dan Albirru anak Dimas yang terlihat sedang meyelipkan setangkai bunga ke telinganya Yunda. Dan spontan teman-teman Dimas langsung tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha, ternyata takdirnya anak Lo, masih di seputar lingkungan rumah Brian juga ya? Hahhaha.." celetuk Andi, yang terlihat masih tertawa terbahak-bahak. Sehingga mulutnya sampai menganga lebar.


Dimas yang melihatnya, langsung mengambil satu sendok sambel kecap, yang terlihat sudah tersedia disana. untuk temannya ikan, dan ayam panggang. Lalu Dimas pun langsung memasukkan, sambel tersebut kemulutnya Andi.


"Makan tuh Cabe! Biar ketawa Lo tambah nyaring!" kata Dimas, dan dengan spontan Andi pun langsung tersedak.


"Uhuk..huk..huk..! Sialan Lo! Nggak punya perasaan banget sih Lo! Huk huk.." kesal Andi yang terlihat ia masih terbatuk-batuk.


"Nih Minum dulu Ndi!" kata Wira, sambil memberikan segelas air putih pada Andi.


"Thanks Bro! Huk..huk.. Emang cuma teman yang paling peduli," kata Andi pada Wira.


"Becanda lu udah kelewatan Dim! Sudah jangan diperpanjang lagi soal perjodohan! Biarkan saja dan ikuti alur rencana Allah, kalau mereka memang berjodoh, pasti Allah akan memudahkan mereka nantinya," tutur Ardiyan, memberikan wejangan pada teman-temannya.


"Yap, benar banget tuh Pak Ardiyan, karena kita tidak akan pernah dari rencana-Nya," balas Daffin.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu, sebaiknya mari kita mulai makan saja sekarang! Karena sepertinya ikan-ikan itu sudah minta dimakan," kata Dika, yang terlihat ia lebih mengambil piring. Dan diikuti oleh para teman-temannya. Dan akhirnya mereka pun menyantap hidangan yang telah tersaji di hadapan Mereka.


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


__ADS_2