
•⊷⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷⊷•
"Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”. [Ath-Thalaq/65 : 3]
Tawakal itu pekerjaan jiwa, bukan pekerjaan raga. Artinya orang tawakal harus tetap ikhtiar namun sekaligus tidak menuhankan ikhtiar tersebut. Tawakal berserah diri kepada Allah, bukan berarti mengabaikan sebab-sebab dari suatu kejadian; yaitu sunatullah dari proses penciptaan.
Jadi, dengan menyadari bahwa berikhtiar adalah juga bentuk ibadah sebagai perintah Allah, kita harus tetap berupaya sebaik mungkin. Dan ini sudah menjadi sunatullah yang harus kita usahakan.
Dan harus menyadari bahwa semua usahanya tak lain adalah sebuah doa yang aktif. Ini akan menjadi bukti sikap tawakal kita kepada Allah. Mengenai hasil yang kita dapatkan itu yang diluar kuasa manusia melainkan hak prerogatif dari Sang Pencipta.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷•
Sudah hampir dua puluh menit Rio, berada dikursi tunggu, dengan wajah yang terlihat begitu cemas. Terkadang juga ia terlihat mondar mandir didepan pintu UGD untuk menghilangkan rasa gelisahnya. Hingga akhirnya, sang Dokter yang menangani Naazwa keluar dari ruangan tersebut. Dan dengan spontan Rio pun langsung menghampiri Dokter tersebut.
"Gimana keadaan istri dan anak saya Dok?" tanya Rio dengan wajah yang terlihat begitu tegang. Karena menanti jawaban dari sang Dokter.
"Begini pak, karena jatuhnya istri Anda tadi, menyebabkan bayinya yang berada didalam kandungan istri Anda jadi bermasalah. Untuk itu kita harus secepatnya melakukan mengoperasinya Pak," jelas Sang Dokter, memberitahukan kondisi Naazwa saat ini. Membuat Rio yang mendengarnya semakin cemas.
"Tapi Dok, kandungan istri saya, baru memasuki usia tujuh bulan. Apa ti..." balas Rio. Namun belum lagi ia menyelesaikan pertanyaannya. Tiba-tiba seseorang memotong perkataannya.
"Lakukan yang terbaik untuk Ibu dan Anaknya Dok," potong pria tua, yang terlihat sedang berjalan mendekati tempat Rio dan sang Dokter berada saat ini. Mendengar ucapan Pria tersebut, Rio pun langsung menoleh ke sumber suara tersebut.
"Papah!" sentaknya saat melihat pria yang barusan saja datang. Dan ternyata pria tua itu adalah Harun, ayahnya Rio.
Sementara itu sang dokter yang mendengar perkataan Harun, tampak bingung, Harun yang sepertinya paham akan tatapan sang Dokter ia pun kembali buka suara, "Saya Ayah mertuanya jadi saya minta lakukan yang terbaik untuk menantu saya serta Anaknya," jelas Harun, sedikit mengulangi perkataannya yang tadi.
__ADS_1
"Tapi Pah.. Kan..." ucap Rio yang sepertinya ia bermaksud protes. Namun lagi-lagi perkataannya langsung disanggah oleh Harun.
"Sebaiknya kamu diam!" kata Harun, sambil memberikan tatapan tajam pada Rio. Membuat Rio, akhirnya hanya terdiam.
"Seperti yang saya katakan tadi Dok, jadi lakukanlah sekarang!" kata Harun lagi pada Dokter tersebut.
"Baiklah Pak! Kalau begitu, kami meminta kesediaan bapak menandatangani surat pernyataan persetujuannya Anda Pak," balas Dokter, sembari ia mengodekan pada seorang Suster yang kebetulan sedang berdiri tak berapa jauh darinya.
"Baiklah saya yang akan menandatanganinya! Tapi tolang, selamatkan keduanya Dok?" pinta Harun.
"In shaa Allah Pak, bantu doa saja, mudah-mudahan keduanya terselamatkan. Untuk itu, segeralah bapak tandatangani surat itu! Agar kami secepatnya mengoperasikan anak mantu Baoak," balas sang Dokter. Dan tanpa basa-basi lagi, Harun pun langsung mentanda tangani surat disodorkan oleh seorang Suster.
Setelah mendapatkan tanda tangan dari Harun. Sang Dokter pun bermaksud pergi, "Baiklah Pak, kalau begitu kami Permisi," katanya, pada Harun.
"Silahkan Dok," Setelah mendapatkan jawaban dari Harun. Sang Dokter berserta susternya itu pun melangkah pergi. Tinggallah Rio dan Harun yang terlihat masih berdiri di sana.
"Pah! Kenapa papa menyetujuinya sih? Emangnya Papa nggak tahu, kalau kandungannya Naazwa masih berusia tujuh bulan! Kalau ada apa-apa gimana Pah?" protes Rio, setelah kepergian sang Dokter.
"Eh, kok Papa ngomong begitu sih?" tanya Rio sambil mengerutkan keningnya.
"Kenapa? Apakah kamu berpikir Papa tidak tahu apa yang terjadi hari ini hah?! Apakah sekarang kamu merasa puas, setelah menjadikan istri dan anakmu korban kebodohanmu itu Brian?! Apakah kamu ingin kehilangan istri kamu lagi, hah?! Apakah kamu baru akan puas setelah Naazwa pergi juga dari sisimu hah?!" balas Harun, terlihat sekali ia begitu marah pada Rio.
"Pah! Hentikan!" bentak Rio tanpa sadar. Dan seketika ia pun mengusap wajahnya dengan kasar, "Aah..Maaf Pah! Brian tadi tidak bermaksud membentak Papa," lanjutnya lagi, setelah ia menyadari akan kesalahannya.
Namun, Harun hanya diam dan mendengus kesal lalu ia berjalan ke sebuah kursi yang ada di koredor rumah sakit tersebut. Lalu ia pun duduk di sana dengan nafas sedikit tersengal-sengal, karena ia habis melampiaskan kekesalannya pada Rio. Melihat Amarah Harun yang masih meliputi wajahnya, Rio pun langsung menghampirinya. Lalu ia pun langsung duduk dikursi tepat di sampingnya Harun.
"Pah, Brian tahu ini salah Brian! Tapi please jangan berkata seperti itu Pah! Brian tidak ingin kehilangan Naazwa Pah! Apakah Papa tidak ingat, Naazwa pernah berkata, bahwa sebuah kata-kata kita akan menjadi doa! Jadi please jangan berkata seperti itu lagi Pah. Karena Brian dan Anak-anak masih membutuhkan Naazwa Pah, Brian tidak ingin kehilangan lagi. Cukuplah Cindy dan Mama saja yang pergi meninggalkan Brian hiks..hiks.. Tapi jangan Naazwa Pah, hiks..hiks.." tutur Rio seraya ia menundukkan wajahnya. Karena pada akhirnya air matanya jatuh begitu saja tatkala ia menyebutkan nama orang-orang yang ia sayangi telah pergi.
__ADS_1
Harun pun menjadi Iba setelah mendengar perkataan dari putranya itu. Apalagi saat melihat Rio menitikkan air matanya. Ia pun langsung teringat tatkala istri pertama putranya itu pergi meninggalkannya untuk selamanya. Dan Harun tahu betul, gimana sulitnya Rio, melewati masa-masa itu. Mengingat kenangan itu, hati Harun pun menjadi sakit. Dan ia pun tak berkeinginan hal itu terjadi lagi.
"Maafkan Papa Nak, Papa tidak bermaksud berkata seperti itu, Papa juga tidak ingin Naazwa pergi juga kok," ucap Harun dan langsung memeluk tubuh putra satu-satunya itu. "Untuk itu, ayo kita berdoa, semoga istri dan anakmu selamat dan keduanya akan baik-baik saja," lanjut Harun dan langsung dianggukan oleh Rio.
Berikut ini doa untuk kelancaran operasi:
حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ عَلىَ اللهِ تَوَكَّلْنَا
Hasbunallahu wa ni’mal wakilu ‘alallahi tawakkalna.
Artinya:
"Cukuplah Allah sebagai pelindung kami, dan Dia sebaik-baik pelindung. Hanya kepada Allah kami berserah diri."
Suami dianjurkan untuk memperbanyak melafalkan doa di bawah ini:
لَآ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ لَآإِلٰهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ لَآإِلٰهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْم
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Mahaagung lagi Mahabijaksana. Tiada Tuhan selain Allah Pemilik ‘Arsy yang Agung. Tiada Tuhan selain Allah Pemilik langit dan bumi dan ‘Arsy yang agung.”
"Yaa Rabb berikan kelancaran operasi pada menantuku Naazwa, dan selamatkanlah keduanya, ya Rabb"
...⊶⊶⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶...
Jangan lupa Dukung author ya 😉 Berikan VOTE, LIKE, HADIAH, & KOMNTAR. Biar Author semangat UP Oke😉
Sembari menunggu Author update yuk mampir ke karya terbaru Author ya guys 🙏😉
__ADS_1
Jangan lupa berikan dukungannya juga ya Guys 🙏😘 Syukron 🙏😘🥰.