
•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•
Jangan pernah menilai seseorang dari fisiknya dan penampilannya saja. Kenali orang itu dari hatimu sendiri. Janganlah pernah kau sia siakan orang yang sangat tulus mencintaimu dan menyayangmu dengan sepenuh hatinya. Dan menerima apadanya dirimu. Karena mencari seseorang yang tulus amatlah sulit.
Maka hargailah perasaanya. Karena menghargai seseorang yang mencintaimu jauh lebih baik daripada engkau terus menerus mengejar yang tak mungkin engkau dapatin.
Hargailah orang yang tulus yang mencintaimu dengan hati bukan dengan fisik atau materinya
Gunakanlah hatimu untuk melihat yang tulus dari hatinya, bukan dengan mata yang bisa menipu banyak hal.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•
Diwaktu yang sama.
Bukan hanya para suami yang terlihat senang bila berkumpul dengan para sahabatnya. Para istri-istri mereka juga nampak begitu senang, bila sudah berkumpul. Apalagi mereka berasal dari pondok yang sama. Dan sama-sama menjadi pengabdi dipondok tersebut. Sehingga kalau sudah bertemu, yang dibicarakan pasti tentang seputar pondok juga. Namun kali ini sedikit berbeda, karena mereka kedatangan teman baru yang berasal dari kota JK.
"Alhamdulillah, Ana senang banget bisa bertemu, dengan para Ustadzah pondok pesantren An-Nur," kata Meira, saat sesi perkenalan telah usai.
"Alhamdulillah syukurlah, Ana juga senang bisa berkenalan dengan Anti," balas Anisah, seraya tersenyum lembut pada Meira.
__ADS_1
"Oh iya, kata Naazwa, Anti teman Almarhuma istrinya Bang Bria ya?" tanya Nadziha, istrinya Andi.
"Benar ukhty, kami bisa dibilang sahabat karib. Bahkan Almarhumah, sudah Ana anggap sebagai saudari Ana sendiri," balas Meira yang kini raut wajah sudah sedikit berbeda.
"Maaf Ukhty, Ana jadi mengungkit kesedihan Anti, ucap Nadziha, jadi merasa bersalah, saat melihat wajah Meira, yang terlihat sendu.
"Tidak apa-apa Ukhty, Ana memang kebetulan lagi kangen, sama Almarhumah, makanya kami, datang kemari. Untuk melihat Yuman, yang kebetulan wajah Yumna Mirip banget sama Almarhumah," balas Meira, sambil tersenyum paksa.
"Ooh Maa shaa Allah? Berarti cantik ya Almarhuma? Soalnya melihat Yumna yang masih kecil saja begitu cantik, sehingga jadi rebutan, oleh Suami ukhti dan Bang Dimas," timpal Asyifa, yang terlihat ia jadi penasaran.
"Hehehe, bikin malu saja, Suaminya ana Ya? Anak-anak masih pada kecil, main dijodohkan saja. Tapi Ana juga berharap sih, semoga Yumna dan Azmy berjodoh, hihihi," balas Meira, yang ternyata ia juga menginginkan Yumna menjadi menantunya.
"Oh iya, Ana dengan Dek Naazwa sedang hamil ya?" tanya Meira, pada Naazwa, yang sejak tadi hanya diam saja ketika mereka membahas tentang Ibunya quadruplets.
"Eh, be-benar ukhti, Alhamdulillah, sudah mau memasuki bulan ketiga," balas Naazwa, terlihat sedikit terkejut. Karena ia tadi sempat melamun, saat mendengar perkataan Meira tentang istri pertama Rio.
"Alhamdulillah, semoga Allah memberikan kemudahan bagi Anti, hingga bersalin nanti," ucap Meira tulus, ia terlihat ikut, senang mendengar kabar gembira dari Naazwa.
"Aamiin, ya Allah, Syukron ya ukhti," balas Naazwa, begitu senang karena mendapatkan doa dari Meira.
"Na'am Dek, sama-sama. Jaga kesehatannya ya?" kata Meira lagi.
__ADS_1
"Na'am in shaa Allah Ukhty," balas Naazwa.
"Oh iya, Ana permisi sebentar ya Ukhti-ukhti. Soalnya mau melihat si bungsu Ana," ujar Meira, seraya ia bangkit dari duduknya.
"Silahkan Ukhty," balas mereka secara bersamaan. Setelah mendapatkan jawaban dari sahabat barunya Meira pun beranjak pergi meninggalkan mereka.
"Sebenarnya Ty Nisah kenapa? Hari ini kok berbeda banget deh?" tanya Nina istrinya Dika, yang ternyata ia memperhatikan sikap Anisah yang sedikit berbeda.
"Entahlah Ty, beberapa hari ini, Ana kepikiran sama Inayah. Ana merasa sepertinya dia sedang marah pada Ana. Ya Ana akui, Ana memang salah, karena terlalu memaksanya untuk menikah dengan Hans," balas Anisah, yang nampaknya ada penyesalan dari raut wajahnya.
"Sabar Ustadzah, Nayah tidak seperti itu kok. Yaa mungkin saat ini dia masih membutuhkan waktu, untuk beradaptasi pada Bang Hans, makanya ia belum memberikan kita kabar," balas Nina, yang sepertinya ia tahu, sifatnya Inayah.
"Benar yang dikatakan Ustadzah Nina, Ustadzah, ya walaupun ia mungkin saat ini sedikit kecewa. tapi in syaa Allah kalau rasa kecewanya hilanya pasti beliau akan kembali," timpal Naazwa, yang lebih tahu, sifatnya Inayah, karena ia merupakan sahabat karibnya Inayah.
"Aamiin, semoga saja ya Naz! Semoga, Inayah secepatnya kembali. Soalnya Ana kangen sama dia" kata Anisah.
"Aamiin ya Allah," balas mereka secara bersamaan.
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
Maaf ya Guys, karena hari ini body Author sedang tidak fit, 🤒🤒 Jadi Author upnya cuma sedikit. 🙏 jadj sekali lagi, author minta maaf ya🙏
__ADS_1