
•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara Hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•
Janganlah sibuk membuktikan kepada orang-orang kalau kamu adalah orang baik. Tetapi sibuklah memberi manfaat, sibuklah berbuat baik, menolong sesama dan tunjukkanlah akhlak yang baik.
Niatkan semua itu karena Allah, bukan karena agar manusia mengenal dan menyukaimu. Karena sesungguhnya kita akan mendapatkan sesuai apa yang kita niatkan.
Bila air yang sedikit bisa menyelamatkanmu dari rasa haus, tak perlu meminta air lebih banyak yang mungkin akan membuatmu tenggelam.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ*__
•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•
Dua hari penuh mereka melewati hari dengan penuh kehangatan. Apalagi saat melihat keempat Anaknya Rio maupun kelima Anaknya Daffin yang terlihat begitu senang, karena mereka dapat bermain secara bersama-sama. Begitu juga dengan para orang tua mereka yang nampaknya mereka sudah semakin akrab dengan Naazwa. Terutama Meira dan Nazwa yang sudah seperti kakak beradik itu.
Namun kehangatan itu pun harus berakhir, karena akhir pekan telah berakhir. Jadi mau tak mau Daffin harus membawa keluarganya untuk kembali ke kota JK. Kini suasana Villa Rio kembali seperti semula keadaannya.
"Yaah, rumah kita jadi sepi lagi yaa kak Unda?" keluh Yumna, disaat mereka sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Ho'oh, benar banget Dek Umna, sekarang sepi. Padahal kalau ada Kak Ziah, A'a Amy dan kakak-kakak triplets seru banget ya? Mereka selalu membuat kita tertawa. Nggak seperti bang Anza dan Bang Asya, Huh! Mereka mah asyik, cuek banget!" keluh Yunda juga, yang saat ini ia sedang duduk malas disampingnya Yumna.
"Hu'um! Kenapa sih mereka harus pulang? Kenapa nggak tinggal disini saja?" balas Yumna, sambil mengikuti posisi duduknya Yunda, yang malas-malasan.
"Heeei.. kenapa kedua tuan putri ini jadi lesu begini? Ada apa nak?" tanya Naazwa, yang terlihat baru saja datang dari arah dapur seraya membawa baki yang berisikan sepiring cemilan, serta empat gelas susu.
"Tidak ada apa-apa Mymah, kami hanya merasa sepi setelah kakak-kakak Twins dan Triple pulang," balas Yunda, masih posisi duduk malasnya.
__ADS_1
"Oooh.. habis mau gimana lagi Nak? Besokkan mereka harus kembali ke sekolahkan? Jadi ya mereka harus pulang dong. Sudah akh jangan sedih lagi. Nih Mymah sudah membuatkan kalian agar-agar buah loh, pasti kalian akan suka," jelas Naazwa, sembari ia meletakkan baki tersebut diatas meja, yang berada ditengah-tengah sofa.
"Yeee, asyiiik makan agar-agar.. pasti enak nih," sorak Fasya, sambil ia mengambil, mangkuk kecil yang berisikan agar-agar, lalu dengan tidak sabarnya ia langsung memakan agar-agar tersebut, "Uhmm.. yummy..." ucapnya lagi, membuat Yumna dan Yunda jadi ingin ikut memakan dan akhirnya mereka pun mengambil mangkuk agar-agar satu persatu dan ikut memakannya.
"Uhmm.. Enaak!" kata Yunda, kini wajahnya terlihat ceria kembali.
"Uhmm.. lezat! Humm.. apapun makanan yang dimasak oleh Mymah selalu enak ya kak Unda?" ujar Yumna, dengan mata yang terlihat berbinar.
"Ho'oh Dek Umna. Mymah memang yang terbaik!" balas Yunda, lalu keduanya sama-sama mengecup pipinya Naazwa.
"Terima kasih ya Mymah," ucap mereka secara bersamaan.
"Sama-sama, Sayang. Ya sudah sekarang ayo habiskan agar-agarnya, setelah itu minum susunya ya Nak," kata Nazwa sembari mengusap kepala mereka satu persatu. Dan ternyata Rio sedang menyaksikan aksi kemesraan ibu dan anak itu, dari lantai dua. Ia terlihat tersenyum senang, melihat Naazwa yang begitu pandai merayu kedua putrinya yang sempat bersedih.
"Senang bukan melihat mereka,?" ujar Harun , yang tiba-tiba sudah berdiri dibelakang.
"Seharusnya Kamu beruntung Nak. Karena karena telah memiliki istri, yang memiliki kecantikan luar-dalam seperti Nazwa. Lihatlah ketulusannya, yang begitu menyayangi anak-anak kamu. Padahal ia belum memiliki pengalaman menjadi seorang Ibu, tetapi ia mampu, menjalani tugas seorang Ibu. Jadi kamu harus banyak-banyak bersyukur pada Allah, karena Dia sudah memberikan kamu bidadari seperti Naazwa," ujar Harun, yang terlihat ia juga ikut memandang kebawah dimana disana terdapat Nazwa berserta para Cucunya.
"Iya Pah, in shaa Allah," balas Rio, dengan singkat.
"Pergilah, bawa dia ke villa di BT. Berikan dia kebahagiaan, sebagai seorang istri, apa kamu paham Nak?"
Mendengar perkataan Harun, pandangan Rio pun beralih ke wajah sang Ayah, "Villa BT? Malam-malam begini? Mau ngapain Pah, kesana, mana jauh lagi," balas Rio, terlihat malas.
"Huh! Dasar bodoh!" kata Harun, sembari ia mengeplak kepalanya Rio.
__ADS_1
"Papa! Kenapa mukul kepala Brian sih?" protes Rio, sembari ia mengusap kepalanya yang habis di pukul oleh sang Ayah.
"Itu karena kamu bodoh! Emangnya kamu mau terus-menerus digangguin anak kamu hah? Lihatlah, mereka selalu menguasai istri kamu, emang kamu nggak ingin bercinta sama dia hah?! Kamu pikir Papa nggak tahu ya, kalau kamu sering kesal pada Anak-anak kamu. Sudah sana jangan membantah lagi! Dan ingat jangan pernah kecewakan dia, kamu paham!" ujar Harun terlihat kesal pada kebodohan anaknya.
Melihat sang Ayah marah, Rio, tak berani membantah sang Ayahnya lagi, "Iya, iya Brian akan membawanya malam ini," balasnya terlihat pasrah.
"Bagus! Sekarang pergilah! Biar anak-anak menjadi urusan Papa!" pungkas Harun, lalu ia pun langsung menurunkan anak tangga, dan entah apa yang ia katakan pada para cucunya. Membuat Quadruplets akhirnya ikut bersamanya. Dan nampaknya ia membawa quadruplets jalan-jalan. Tinggallah Naazwa seorang diri diruang keluarga tersebut.
Melihat istrinya seorang diri Rio pun menghampirinya, "Naaz? Pergilah Bersiap, karena kita akan pergi juga," katanya saat ia sudah berada di bawah.
"Pergi? Memangnya kita mau pergi kemana Mas malam-malam begini?" tanya Naazwa terlihat penasaran.
"Sudah jangan bertanya lagi, nanti kita kemalaman sampai di sana!" balas Rio, sambil mendorong pelan tubuh istrinya agar ia segera bersiap, "Oh iya bawalah beberapa baju, karena kita akan bermalam disana," lanjut Rio, saat Naazwa, telah menaiki anak tangga.
Nazwa langsung menghentikan langkahnya, tatkala ia mendengar kata Bermalam, "Bermalam? Kita mau bermalam dimana Bang?" tanyanya terlihat penasaran.
"Haiiis! Naazwa! Sudah dibilang jangan bertanya lagi! Ini sudah malam tau nggak sih!" balas Rio, dengan suara bernada keras.
"Eh! Iya iya, maaf!" kata Nazwa, sembari ia kembali menaiki anak tangga, "Iiikh, seram banget sih, masih aja galak!" gerutu Naazwa
"Apa kamu bilang?" tanya Rio, yang ternyata ia mendengar gerutuannya Naazwa.
"Eh, nggak bilang apa-apa kok Bang! Azwa cuma bilang kalau suaminya Azwa tampan tapi galak!" kata Nazwa, sembari ia berlari menuju kamarnya.
"Cih! Dasar bocah! Lihat saja nanti, akan ku buat kamu tidak bisa turun dari tempat tidurmu!"
__ADS_1
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...