
•⊷⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷⊷•
Rasulullah ﷺ bersabda; “Menuntut ilmu adalah fardhu bagi tiap-tiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan”(HR. Ibnu Abdulbari)
Dalam pandangan Islam, menuntut ilmu dianggap sangat penting. Alasannya, karena belajar dalam Islam bertujuan agar kita dapat ilmu untuk hidup di dunia dan memperoleh bekal untuk di akhirat. Hal-hal penting tentang ilmu yang harus kita pelajari nantinya akan berpengaruh dan Insya Allah dapat menjadi pegangan kita selama hidup di dunia dan juga menjadi bekal diakhirat kelak.
Rasulullah ﷺ pernah bersabda; “Barangsiapa berjalan di suatu tempat guna menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (HR. Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi)
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷•
Di malam harinya di Villa Rio.
Semenjak menyaksikan kepintaran Farah, dalam penghafalan Al-Qur'an dan hadits. Membuat Yumna jadi berkeinginan seperti Farah, yang mampu menghafal Al-Qur'an dan juga Hadits. Dan keinginannya semakin kuat tatkala ia mendengar Ibu sambungnya melantunkan ayat suci Alquran tanpa melihatnya. Membuat ia semakin terpicu ingin belajar juga.
"Mymah, Umnah pingin deh seperti Kak Farah dan Mymah," ujar gadis kecil itu, tatkala mereka sedang duduk santai di ruang keluarga setelah selesai makan malam bersama.
Mendengar perkataan putrinya sambungnya Naazwa pun mengerenyitkan dahinya, sambil memandang wajah Rio, yang kebetulan Rio juga sedang menatapnya. Mendapatkan tatapan dari istrinya, dengan spontan Rio langsung mengangkat kedua bahunya, tanda ia juga tidak paham dengan perkataan putri bungsunya itu.
"Maksudnya kamu Apa sih Yumna? Kenapa Ingin seperti Kak Farah dan Mymah?" tanya Rio, yang tampaknya ia juga sangat penasaran, dengan perkataan Yumna.
"Iya Nak, Mymah juga nggak paham, dengan maksud kamu Nak," sambung Naazwa terdengar berat lembut.
"Itu loh Dad, My. Kak Farah itukan jago banget membaca ayat tanpa melihat Al-Quran. Bahkan dia juga hafal hadits-hadits, Mymah. Samakan sama Mymah? Makanya Umnah ingin juga seperti itu, Mymah," jelas Yumna, begitu antusias.
"Unda juga Mymah, Unda juga ingin seperti Kak Farah dan juga ingin seperti Mymah. Jadi maukah Mymah mengajarkan kami?" timpal Yunda yang terlihat juga tak mau kalah.
__ADS_1
Mendengar keinginan Yumna dan Yunda, Naazwa pun tersenyum lembut, "Tentu saja Mymah Mau dong Nak. Dengan senang hati, Mymah akan membantu kalian menghafal Al-Qur'an. Tapi dengan Syarat kalian harus semangat tidak boleh kendor, gimana, apakah kalian setuju, hm?" tanya Naazwa dan dengan spontan mereka semua pun membalasnya dengan lantang.
"SETUJU!!" seru mereka secara bersamaan. Bahkan Rio juga ikutan menyerukan kata setuju juga. Membuat Quadruplets langsung menatap wajah Ayahnya.
"Kenapa Ayah, ikut-ikutanan sih?" protes Yunda, sambil mengerutkan keningnya.
"Kenapa emangnya? Ayahkan juga ingin ikutan bisa seperti kalian juga. Bolehkan Mymah, kalau Ayah ikutan belajar?" tanya Rio, yang sebenarnya ia melakukan itu untuk menyemangati Anak-anaknya saja.
"Boleh dong Yah. Ya sudah kalau begitu kalian ambilah Al Qur'an kalian ya. Tapi jangan lupa, berwudhu dulu oke," kata Naazwa, yang terlihat ia begitu senang, melihat semangat anak-anaknya, yang ingin menghafal Al-Qur'an.
"Okay Mymah!!" balas Quadruplets sambil mengangkat tangan kanannya memberi hormat pada Naazwa. Setelah itu mereka pun langsung bergegas menuju ke kamar mereka. Sedangkan Rio, terlihat masih duduk diam disebelah istrinya.
"Loh Bibei kok, malah diam disini? Katanya tadikan mau ikutan belajar? Kenapa tidak pergi berwudhu dan mengambil Al-Qur'annya?" tanya Naazwa, tampak heran, melihat suaminya yang terlihat santai-santai saja.
"Tadi Bibei berkata seperti itukan, hanya agar anak-anak menjadi semangat saja, Sayang. Jadi Bibei nggak benar-benar ingin belajar. Lagian Bibeikan udah tua mana cocok lagi, belajar Sayang," balas Rio. Membuat Naazwa yang mendengar langsung mengerutkan keningnya.
أُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ
Artinya: “Tuntutlah ilmu dari buaian (bayi) hingga liang lahat.”
"Jadi Intinya kewajiban menuntut ilmu itu sepanjang hidup kita dimulai dari kita dilahirkan sampai akhir hayat kita. Kewajiban ini akan terus ada dan tidak akan terlepas hingga akhir hayat kita, Bei," jelas Naazwa dengan penuturan yang terdengar lembut.
"Tapi Sayang, Bibeikan..." balas Rio, yang terlihat ia masih ingin mencari-cari Alasan, agar Naazwa tidak lagi memaksa dirinya untuk belajar. Namun belum lagi ia menyelesaikan perkataannya Naazwa langsung memotongnya.
"Bei.., belajar merupakan sebuah kewajiban bagi setiap manusia, karena dengan belajar manusia bisa meningkatkan kemampuan dirinya. Dengan belajar, manusia juga dapat mengetahui hal-hal yang sebelumnya tidak ia ketahui. Apalagi kita khususnya sebagai umat muslim haruslah lebih memperhatikan lagi dalam hal belajar, karena di dalam agama Islam sudah dijelaskan keutamaan bagi para penuntut ilmu.
Allah menerangkan anjuran untuk menuntut ilmu di dalam Al-Quran Q.S. Al-Mujadalah ayat 11:
__ADS_1
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan"
Dalam ayat tersebut menerangkan bahwa betapa Allah akan mengangkat derajat mereka yang menuntut ilmu beberapa kali lebih tinggi daripada yang tidak menuntut ilmu. Isyarat ini menandakan bahwa dengan ilmulah manusia bisa menjadi lebih mulia, tidak dengan hartanya apalagi nasabnya. Dalam sebuah Hadis pun disebutkan tentang keutamaan mempelajari ilmu pengetahuan dalam Islam, Rasulullah ﷺ bersabda:
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Artinya: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)
Dari kedua dalil di atas menerangkan bahwa umat Islam diwajibkan untuk menuntut ilmu, karena Allah telah berjanji di dalam Al-Qur’an bahwa barang siapa yang pergi untuk menuntut ilmu maka Allah akan mengangkat derajatnya, dan Rasulullah juga menjelaskan bahwa dengan belajar atau berjalan untuk mencari ilmu maka Allah akan memudahkan jalannya menuju surga" jelas Naazwa panjang lebar. Membuat Rio, akhirnya menyerah.
"Haiis..kenak batunya dah gua! Tahu gitu, gua nggak ikutan nimbrung deh," gumam Rio, yang terlihat ada penyesalan, karena tadi ia sempat ikut-ikutan bersemangat bersama quadruplets.
"Ooh..jadi Bibei nyesal nih ceritanya, iya? Hmm.. berati Bibei, nggak mau ya masuk surga?" kata Naazwa, yang ternyata ia mendengar gumaman Rio tadi.
"Eh, nggak kok Sayang, Bibei, malah senang kok, lihat ini, Bibei senang kok," balas Rio, sambil menyunggingkan senyuman terpaksanya.
"Huh! Dasar pria palsu! Udah akh, Zwa, mau ke kamar anak-anak saja! Sekalian mau tidur dikamar mereka!" cetus Naazwa seraya ia bangkit dari duduknya dan langsung melangkah kakinya menuju ke kamar quadruplets.
"Eh, loh..eh.. Loh.. Sayang, kalau kamu tidur sama anak-anak, Bibei, tidurnya sama siapa dong?" protes Rio, seraya ia ikut bangkit dari duduknya.
"Tidur saja sama guling sana! Emangnya Zwa pikirin!" balas Naazwa, saat ia hendak masuk kekamar anak-anaknya, setelah itu ia langsung menutup pintu kamar quadruplets dan langsung menguncinya.
"Aduuuh, kok tidur sama guling sih? Gulingkan nggak bisa diapa-apain, Sayang!" kata Rio, seraya ia ingin membuka pintu namun ternyata sudah terkunci, "Aduh! Kok dikunci sih Sayang? Aah alamat jablai dong!"
...⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶...
__ADS_1
Jangan lupa Dukung author ya 😉 Berikan VOTE, LIKE, HADIAH, & KOMNTAR. Biar Author semangat UP Oke😉