
•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•
“LIDAH memang sangat kecil dan ringan, tapi ia bisa mengangkatmu ke derajat paling tinggi atau justru menjerumuskanmu ke dalaman terendah.” ( Imam Al-Ghazali ).
Saat kita mengeluarkan perkataan, maka sulit untuk ditarik kembali. Oleh karena itu jadikan lidah sebagai alat untuk menyampaikan kebenaran dan kebaikan, sehingga lidahmu akan mengantarkan pada derajat paling tinggi. Jangan sampai kita gunakan lidah untuk menyampaikan keburukan, karena akibatnya orang lain dan alam akan merendahkan harga dirimu.
Ingat....!! Kita dinilai dari yang kita ucapkan karena apa yang keluar dari mulut kita, mencerminkan apa yang ada didalam isi hati kita. Dan tidak pandainya kita dalam menjaga lisan adalah bukti tidak pandai menjaga hati. Maka jaga hatimu, maka lisan juga ragamu akan terjaga.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•
Rio terlihat heran, ketika melihat ruang tamunya dipenuhi dengan anak-anak kecil. Sedangkan diruang keluarganya, dipenuhi dengan para orang tuanya. Naazwa yang sepertinya paham dengan kebingungan suaminya. Ia pun langsung membisikkan sesuatu ke telinganya Rio.
"Maaf Bei, Zwa sudah lancang mengundang teman-temannya quadruplets dan juga mengundang Anak-anak yatim, tanpa izin dari Bibei. Tapi Zwa lakukan ini, untuk menyenangkan quadruplets, karena merekakan sedang ulang tahun Bei, jadi nggak papa ya Bei?" bisiknya, agar para tamu undangan tak mendengarnya.
Mendengar bisikan Naazwa, tatapan Rio pun beralih ke quadruplets, yang terlihat keempatnya sedang menundukkan wajahnya. Rio pun langsung menyadari kalau sebenarnya keempat anaknya saat ini sedang takut padanya. Karena memang Rio pernah mengatakan pada mereka. Bahwa ia tak akan pernah mengadakan acara hari peringatan kelahiran mereka. Karena acara itu akan membuat almarhum ibu mereka sedih. Karena hari kelahiran mereka dibarengi dengan hari kepergiannya. Dan sejak itulah quadruplets tak pernah menuntut sang Ayah lagi.
Melihat quadruplets yang tertunduk karena menyembunyikan rasa takut dan bersalahnya Rio pun langsung menghampiri mereka, "Kenapa kalian menundukkan kepala begitu, hm?" tanyanya, dengan posisi berdiri diatas lututnya, agar bisa sejajar dengan quadruplets.
"Maaf Dad, Umna, nggak pernah minta dirayakan ulang tahun kok, sama Mymah," kata Yumna, terlihat takut. Karena ia berpikir Ayahnya menyalahkan dirinya.
"Unda juga Ayah, Unda nggak pernah minta kok sama Mymah, benaran deh. Kalau nggak percaya tanya aja sama Mymah," sambung Yunda, yang tampaknya ia juga tak ingin disalahkan.
"Asya juga nggak pernah tuh minta! Malahan Asya udah lupakan kapan ulangtahunnya Asya!" timpal Fasya terdengar datar.
"Anza juga sudah melupakannya kok Yah! Jadi Ayah jangan marah sama kami! Karena kami tidak pernah meminta Mymah untuk merayakan ulang tahun kami!" ujar Fanza, yang terdengar tegas, ia terlihat lebih dewasa. Apalagi saat melihat gayanya yang sedang melipatkan kedua tangannya di bawah dadanya. Membuat ia benar-benar seperti orang dewasa.
Mendengar perkataan kedua putranya, hati Rio terasa teriris. Ia tak menyangka karena keegoisan dirinya, mereka sampai ingin melupakan hari dimana mereka dilahirkan. Padahal setiap orang akan selalu menyambutnya dengan suka cita. Karena hari kelahiran adalah momen tak akan pernah terlupakan bagi setiap insan.
"Ayah nggak marah kok Nak, dan kalian tidak boleh melupakan momen. Karena mulai sekarang kalian boleh merayakan hari kelahiran kalian," ujar Rio, seraya ia mengedipkan sebelah matanya pada quadruplets. Membuat quadruplets terpelongo mendengar perkataan sang ayah, serta melihat tingkah Rio.
"Hah... benarkah itu Dad?"
"Hah... benarkah itu Yah?" tanya Yunda dan Yumna secara bersamaan.
"Benar dong putri-putri Ayah yang cantik. Emangnya pernah Kalian medengar Ayah berkata bohong?" tanya Rio balik, dengan dengan spontan Yumna dan langsung menggelengkan kepalanya. Dan setelah itu keduanya langsung berlari kepelukan Rio. serta mencium pipi Rio secara bersamaan.
__ADS_1
"Terima kasih Daddy, muach!"
"Terima kasih Ayah, muach!" ucap Yumna dan Yunda secara bersamaan.
"Sama-sama Sayang-sayangnya Ayah. Maafkan Ayah juga yaa? Karena kesalahan Ayah kalian tidak pernah merayakan hari kelahiran kalian," balas Rio, seraya mengecup lembut pipi kedua putrinya. Setelah itu matanya langsung beralih pada kedua putranya, "Apakah kalian tidak ingin memeluk Ayah hm?" Mendengar perkataan sang ayah spontan Fanza dan Pasya langsung berlari kepelukan Sang Ayah juga. Rio pun menyambutnya dengan hangat, serta mengecup dahi keduanya dengan kasih sayang.
"Terima kasih Ayah," ucap keduanya secara bersamaan. Melihat Rio memeluk keempat anak-anaknya, membuat siapapun yang melihat itu, menjadi terharu. Termasuk Naazwa, bahkan ia sampai menitikkan air matanya.
"Alhamdulillah.. terimakasih yaa Allah, semoga kebahagiaan ini tidak akan pernah berakhir," batin Naazwa, seraya menepis air matanya. Lalu ia pun kedapur untuk mengambil nasi tumpeng yang tedi ia bikin bersama Surti. Dan ia juga meminta Surti membawakan nasi tumpeng juga. Karena Naazwa sengaja membikin dua nasi tumpengnya.
Naazwa dan Surti pun membawa kedua nasi tumpeng tersebut ketempat anak-anak yang sudah berkumpul. Dan ketika kedua sudah berada disana, Naazwa pun menyanyikan lagu Mabruuk alfa mabruuk. Dan seketika semua anak-anak yang telah ia undangan langsung ikut bernyanyi sambil bertepuk tangan.
Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruuk
Selamat hari milad
Selamat hari milad
Dari Allahu Ahad
Hingga hidup selamat
Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruuk
__ADS_1
Selamat ulang tahun
Semoga berkah turun
Selamat ulang tahun
Semoga berkah turun
Dari Allah Pengampun
Sehingga hidup rukun
Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruuk
Amin amin amin amin
Amin amin amin amin
Allah Robbul A'lamin
Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk 'alaika mabruuk
Mabruuk alfa mabruuk yawm miiladik mabruuk.
Quadruplets nampak begitu bahagia. Ya betapa tidak, karena semenjak satu tahun hingga empat tahun mereka tidak pernah sekalipun merayakan hari kelahiran mereka. Dan baru yang kelima tahun inilah mereka merasakannya. Jadi hal yang wajar kalau hari ini mereka begitu senang dan bahagia.
Setelah lagu selesai, Naazwa pun meminta quadruplets memotong tumpengnya. Secara bersamaan, dengan Rio, mendampingi Yumna dan Yunda. Sementara Naazwa mendampingi Fanza, dan Fasya. Lalu mereka pun memotong tumpeng secara bersamaan. Setelah itu Rio dan Naazwa menyuapi nasi tumpengnya satu persatu pada Anak-anak mereka seraya berkata.
"Selamat milad Sayang, Barakallah fi umrik Quadruplets," ucap Rio dan Naazwa secara bersamaan. Serta memberikan kecupan kasih sayang pada quadruplets satu persatu.
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
__ADS_1