GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
RENCANA PENCULIKAN.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•


DUNIA YANG DICARI TAKKAN DIBAWA MATI.


Pesonanya telah membutakan setiap mata.


Tak terbatas oleh usia. Bahkan dia telah menyelusup kedalam sendi-sendi manusia. Pagi, siang, sore, hingga pekatnya malam. Semua raga sibuk memburunya.


Entah untuk apa? Entah bagaimana? Dan Entah apa yang sedang dicari...?


Tapi satu yang pasti, banyak dari manusia yang lupa bahwasannya dunia ini hanya sementara.


Hanya sebentar saja! Hanya mampir untuk menorehkan sejarah dalam catatan amal kita, yang tentu bakal menentukan; Jannah, atau Naar...


Ingatlah wahai kawan, Dunia takkan pernah dapat menyelamatkan jiwa. Saat api neraka menjilat begitu panasnya.


Tapi, entahlah..? Kenapa banyak dari kita seakan tuli dan buta? Enggan mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala dan enggan melaksanakan perintah-Nya.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•


Disebuah gedung berlantaikan 7.


Disalah satu ruangan yang berada dilantai teratas.Tampak seorang pria dan seorang wanita, sedang bercumbu mesra disalah satu sofa yang ada di ruangan tersebut. Terlihat juga keduanya begitu menikmati asmara panas tersebut. Dan ketika sedang asyik-asyiknya, mereka bercumbu. Tba-tiba seorang pria menyelonong masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Membuat sang wanita, yang tubuhnya yang bagian atas hampir polos itu langsung menjerit.


"Kyaaaak!! Sialan Lo Anton! Main masuk saja tanpa mengetuk pintu! Keluar Lo dari sini!" teriak wanita itu, sambil ia mengambil jas sang pria yang kebetulan sedang berada tak jauh darinya. Dan dengan cepat ia pun langsung menutup tubuh bagian atas.


Melihat hal itu Pria yang baru saja nongol itu langsung membelakangi mereka, seraya berkata,


''Sorry-sorry..! Lagian kalian kere banget sih mainnya kok disini! Ke hotel dong! Jadi nggak ada yang ganggu tau!" ujar pria yang dipanggil Anton tersebut.

__ADS_1


"Huh! Dasar brengsek! Diam Lo! Banyak bacot lagi Lo! Mau apa Lo kemari hah?!" bentak si pria yang terlihat ia sedang mengancingkan baju kemejanya. Tampak sekali ia begitu kesal karena hasratnya tak tersalurkan.


"Tenanglah Bram! Gue kemari cuma mau ngasih tahu bahwa adik lu saat ini sedang berada di kantor polisi!" ujar Anton. Membuat pria yang dipanggil Bram itu tampak terkejut.


"Apa Lo bilang? Bella di kantor polisi?!" sentak Bram, dan karena disana masih ada wanitanya, ia langsung beralih pada wanita itu yang terlihat ia telah rapih kembali, "Donna, kamu pergilah dulu ke Caffe yang ada di depan perusahaanku ini, nanti aku akan segera menyusul, Oke?" katanya lagi pada wanita yang dipanggil Donna itu. Seraya ia memberikan kecupan pada pipinya.


"Okay Dear, kalau begitu aku pergi dulu ya? Bey Dear," balas Donna, dan ia pun langsung beranjak meninggalkan ruangannya Bram


"Sekarang kita lanjutkan! Lo bilang tadi Adik gue dikantor polisi? Lo nggak salah dengan ucapan Lo hah?" tanya Bram lagi, yang tampaknya ia belum percaya dengan pendengarannya. Sehingga ia kembali mengulangi pertanyaannya kepada Anton.


"Benar kok, saat ini dia sedang ditahan! Dengan tuduhan telah mencemar nama baik. Dan tadi gue juga sudah memastikan keadaannya, Bram. Dan gue lihat dia begitu kacau!" balas Anton apa adanya.


"Sialan! Siapa yang sudah lancang melakukan hal ini pada adik gue hah?!" tanya Bram, terlihat sekali ia begitu marah.


"Rio Febrian pemilik perusahaan HRP grup, yang melakukan itu Bram!" balas Anton, dengan nada suara yang terdengar dingin ketika ia menyebutkan nama Rio.


"Cih! Brengsek! Berani sekali dia mengusik ketenangan keluarga Brinata! Kalau begitu Lo culik anak-anaknya! Biar dijadikan pertukaran untuk Bella!" titah Bram dengan tegas.


"Baiklah begitu! Tapi gue bolehkah bawa anak buah Lo! Soalnya nggak mungkin bisa melakukannya seorang diri Man! Rencana penculikan itu skala besar tau! Jadi gue nggak berani melakukan itu hanya seorang diri bro," pinta Anton.


"Iya iya, gue paham kok!


"Bagus! Sekarang pergilah! Semakin cepat, maka akan semakin bagus!" ujar Bram lagi.


"Oke, kalau begitu gue berangkat sekarang!" kata Anto, yang kemudian ia pun langsung bergegas pergi meninggalkan ruangannya Bram.


"Sabarlah adikku sebentar lagi kakak mu ini akan membebaskan kamu!" gumma Bram dengan mata masih menatap kepintu. Setelah Anton keluar.


...🍃🍃🍃...


Sementara itu di sekolah Bintang.

__ADS_1


Tampak para murid sedang beristirahat. Ada yang sibuk bermain, ada yang sedang berbondong-bondong ke kantin sekolah. Karena memang di jam segitu, waktu makan siang, yang tak memiliki bekal pasti larinya ke kantin.


Sedangkan Yumna dan Yunda, terlihat sedang berkumpul dengan teman-teman perempuannya yang tak lain mereka adalah anak-anak dari lima sekawan, mereka memang sudah saling akrab satu sama lainnya.


"Kak Farah, lihatlah disana, ada Kakek-kakek, yang bajunya compang-camping, Kasian banget Kakek itu, pasti dia sedang kelaparan," ujar Yumna, sembari jari telunjuknya mengarah ke depan pintu gerbang. Yang terlihat disana ada seorang kakek dengan pakaian terlihat begitu lusuh


"Ya sudah kalau kasihan, kita berikan bekal kita untuk Kakek itu yuk," ajak Farah, sembari ia kembali menutup kotak bekalnya.


"Ayoo! Kebetulan Umna lagi nggak berselera makan! Jadi biar saja Kakek itu yang makan bekalnya Umna," balas Yumna, sedikit berbohong, karena sebenarnya, ia juga sedang lapar.


"Ya sudah kalau begitu ayo kita hampiri Kakek itu," ajak Farah, dan dengan semangat Yumna langsung bangkit dari duduknya.


"Ayoo!" Lalu kedua gadis kecil itu akhirnya menghampiri sang kakek tersebut dengan membawa bekal mereka masing-masing.


Sesampainya di depan gerbang, "Assalamu'alaikum Kek, ini untuk Kakek," ucap Yumna dan Farah, sambil keduanya menyodorkan bekal mereka masing-masing.


"Wah ini apa Cu?" tanya Kakek tersebut.


"Ini bekal Kek, makalah pasti Kakek laparkan?" tanya Farah, dengan lembut dan sopan.


"Terima kasih cu, tapi maukah kalian menemani Kakek makan?" tanya Sang kakek


"Boleh, kakek mau makannya dimana?" tanya Si kecil Yumna.


"Disana saja cu, ayo kita kesana!" ujar sang Kakek sembari ia menunjuk sebuah bangku yang tak berapa jauh dari gerbang sekolah.


"Baiklah Kek," balas Yumna dan Farah. Dan akhirnya keduanya mengikuti sang Kekek, namun belum lagi mereka sampai di kursi tersebut tiba-tiba..


"Uhmmm!!!"


"Uhmmm!!"

__ADS_1


...⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶...


Jangan lupa Dukung author ya 😉 Berikan VOTE, LIKE, HADIAH, & KOMNTAR. Biar Author semangat UP Oke😉


__ADS_2