GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
PENYATUAN CINTA Hans & Inayah


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Kalam Al'Qur'an 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


نِسَآؤُكُمۡ حَرۡثٞ لَّكُمۡ فَأۡتُواْ حَرۡثَكُمۡ أَنَّىٰ شِئۡتُمۡۖ وَقَدِّمُواْ لِأَنفُسِكُمۡۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّكُم مُّلَٰقُوهُۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٢٢٣


"Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dan dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman."


(QS. Al-Baqarah ayat : 223)


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•


Film horor membawa hikmah, itulah yang ada didalam pikiran Hans. Karena setelah menonton film tersebut, Inayah seperti tak mau melepaskan rangkulannya dari tangannya Hans. Membuat Hans semakin ingin menggodanya. Bahkan ia sengaja kesana-kemari, dengan berbagai alasan. Namun tetap saja Inayah akan mengekorinya kemanapun dia pergi. Dan kini Hans, sengaja membawa Inayah, duduk di balkon kamarnya.


"Eh, Bang Hans mau kemana lagi?" tanya Inayah, saat Hans, mulai menggerakkan tubuhnya.


"Nggak kemana-mana Nayah, Aku hanya menggerakkan tubuhku saja," kata Hans apa adanya.


"Ooh, Nayah pikir Abang mau pergi lagi," balas Inayah terlihat lega.

__ADS_1


"Tidak, cuma kayaknya minum teh enak nih. Apakah kamu mau teh Nayah? Biar Abang bikinkan," tawar Hans, seraya ia hendak bangkit.


"Tidak-tidak! Nayah hanya ingin tidur saja Bang, Nayah ngantuk, hooaam.." balas, Inayah, yang dibarengi dengan menguapnya, menandakan ia telah mengantuk.


"Ya sudah kamu tidur duluan gih. Nanti kalau Aku sudah mengantuk baru nyusul," ujar Hans, sambil mengusap kepala Inayah.


"Nggak mau akh, Nayah nggak mau tidur, kalau Abang nggak tidur juga," balas Inayah, yang terlihat ia memilih, menyandarkan kepalanya di bahu Hans, membuat Hans tersenyum tipis.


"Ya sudah, kalau ayo kita masuk," ajak, Hans, dan dengan sigap Ianyah langsung berdiri. Dan masih kembali merangkul lengannya Hans. Dan setelah Hans mengunci pintu balkon, mereka langsung menuju ke ranjang mereka. Dan keduanya sama-sama naik ketempat tidur, secara bersamaan.


Biasanya Inayah, selalu tertidur terlebih dahulu. Dan bahkan ia selalu memposisikan tubuhnya membelakangi Hans. Namun kali ini ia membaringkan tubuhnya menghadap ke arah Hans. Membuat hati Hans menggelitik ingin menggodanya. Dan ingin melihat reaksi Inayah, bila ia menggerakkan tubuhnya. Lalu Hans, mencoba menggerakkan sedikit tubuh. Dan benar saja, tubuh Inayah refleks dan langsung memeluknya.


"Iiikh..Abang mau kemana sih?" protes Inayah, sambil memeluk tubuh Hans. Membuat Hans seperti merasakan hal yang Aneh pada tubuhnya. Ketika bagian dada Inayah menyentuh dadanya.


"Nggak mau! Nanti Abang ninggalin Nayah!" potong Inayah. Dan malahan ia semakin mempererat pelukannya. Membuat Hans, merasakan tubuhnya memanas, dan bahkan ia dapat merasakan, bagaian bawahnya mulai mengeras.


"Nayah? Kalau kamu seperti ini, Aku nggak bisa menahan hasratku lagi, jadi please menjauhlah sedikit kalau kamu belum siap!" ujar Hans, dengan suara yang benar-benar sudah berat, seperti sedang menahan sesuatu. Ia juga berusaha mendorong tubuh Inayah.


Mendengar perkataan Hans, yang telah berbeda Inayah pun langsung menatap wajah suaminya yang terlihat memerah. Bahkan keringat jagung telah meluncur dari dahinya. Terlihat jelas ia sedang menahan sesuatu yang amat menyakitkan menurutnya. Karena tak tega, akhirnya ia pun melepaskan pelukannya.


"Terima kasih, kalau begitu Aku ke kamar mandi sebentar ya? Aku sudah nggak bisa menahannya," kata Hans, seraya ia hendak bangkit dari tidurnya. Namun seketika tangan Inayah langsung menahan tangannya, sambil menundukkan wajahnya.

__ADS_1


"Nayah? Ada apa? Kenapa kamu..."


"Lakukanlah Bang, In shaa Allah Nayah sudah siap," kata Inayah memotong pertanyaan Hans. Mendengar perkataan Inayah, jantung Hans berdegup kencang.


"Benarkah yang kamu katakan Nayah? Apakah benar kamu sudah siap?" tanya Hans, terdengar lembut. Dan Inayah pun membalasnya dengan anggukan kepala saja.


"Alhamdulillah.. kalau begitu kita mulai ya, janji akan melakukannya dengan lembut." kata Hans lagi, dan Inayah kembali membalas dengan anggukan kepalanya saja, "Ya sudah ayo kita berdo'a dulu ya" lanjut Hans, kembali Inayah mengangguk. Lalu keduanya pun menengadahkan kedua tangan mereka. Lalu mereka pun doa bersihgama.


بِسْمِ اللهِ العِلِيِّ العَظِيْمِ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنْ قَدَّرْتَ أَنْ تَخْرُجَ مِنْ صُلْبِيْ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنِي الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنِيْ


Bismillahil 'aliyy al-azhim. Allahumma ij`alhaa dzurriyatan thayyibah, in kunta qaddarta an tukhrija dzaalika min shulbi. Allahumma jannibni asy-syaithaan wa jannib asy-syaithaan maa razaqtanaa.


Artinya: "Dengan nama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. ya Allah, jadikanlah ia keturunan yang baik bila Kau takdirkan ia keluar dari tulang punggungku. Yaa Allah jauhkan aku dari setan, dan jauhkan setan dari benih janin yang Kau anugerahkan padaku."


Setelah melakukan ritual doanya, Hans, pun mulai menunaikan Sunnah keduanya ya itu mencumbui Istrinya dengan diawali kecupan lembut pada dahi Inayah, lalu turun ke kedua matanya, turun kembali menuju ke dua pipinya, lalu singgah ke pucuk hidungnya dan kini menuju ketempat favoritnya, yaitu kebibir mungilnya Inayah. Untuk sesaat ia begitu menikmatinya. Bak sedang memakan permen, sehingga suara kecapannya terdengar begitu jelas, Ia terlihat begitu bersemangat.


Apalagi Iagi, ketika mendapatkan respon dari Istrinya dan ditambah lagi, kini tangan Inayah, sudah melingkar di lehernya. Membuat hasrat semakin menggebu-gebu. Sehingga jiwa pertulangannya pun bangkit. Dan kini ia pun mulai menelusuri bagian leher Inayah, yang menimbulkan suara aneh muncul dari mulutnya mungilnya.


Hans yang mendengarnya semakin merasa tertantang ingin menelusuri daerah lainnya. Untuk itu tangannya pun mulai membuka satu persatu kain yang melekat ditubuhnya Inayah. Agar ia bisa secepatnya menenggelamkan dirinya ke dalam samudera percintaan pertama mereka.


Dimalam yang begitu dingin didaerah Dt, tak berasa lagi bagi keduanya. Karena malam itu menjadi malam penyatuan cinta Hans dan Inayah. Ditambah lagi itu pengalaman pertama bagi keduanya. Sehingga membutuhkan perjuangan dan tenaga yang ekstra. Sehingga malam yang dingin menjadi malam yang begitu panas, dan malam yang panjang bagi keduanya.

__ADS_1


Setelah itu Authornya pun tertidur pulas, karena Readers pelit nggak ada yang ngasih kopi. 😜


...😴😴😴😴😴😴...


__ADS_2