GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
JAMANNYA TERBALIK.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara Hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•


"Respon terbaik adalah sikap. Sama. Respon terburuk pun juga adalah sikap ."


Maka menjadi baik bukan semata karena kita sedang berselera untuk berbuat baik. Atau sedang menginginkan kebaikkan.


Kadang berkebaikkan yang sebenarnya adalah ketika kau bisa menjadi bagian dari kekuatan dan alasan untuk oranglain.


Karena ternyata raut wajahpun bisa lebih jujur menjawab dari sekadar berkata kata.


Baikkan itu.. Benahi itu..


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•


Sore hari diVilla Rio.


Di ruang keluarga nampak quadruplets sedang berkumpul di sana. Dan tentu saja, sang kakek selalu menemani para cucunya. Dan hari ini Harun merasakan ada yang berbeda, pada kedua cucu perempuannya. Karena biasanya keduanya selalu berkicau ceria dan selalu ada saja hal yang membuat mereka, senang. Namun haru ini keduanya terlihat males-malasan, dengan wajah yang terlihat sedih.


"Ada apa dengan kedua tuan putri ini ya? Kok cantiknya memudar sih? Ada apa tuan putri? Mengapa hari ini Anda berdua, terlihat begitu sedih?" tanya Harun pada Yumna dan Yunda, yang terlihat sedang duduk di sofa sambil memeluk bantal kursi. Dan mereka juga meletakkan kepala mereka disana.


"Umna lagu sebel sama Daddy! Masa Mymah mau dikuasai sendiri sih!" balas Yumna sambil memancunkan mulutnya, menandakan ia sedang mengambek.


"Tau tuh! Padahal dulu Ayah juga tidak memperdulikan Mymah! Tapi kenapa, sekarang Mymah selalu dibawa-bawa sih!" sambung Yunda, sama halnya Yumna, ia juga menampakkan bibir cemberutnya, menunjukkan kekesalannya.


"Ya mau gimana lagi Nak. Ayah kaliankan sedang sakit, jadi kalau bukan Mymah kalian yang merawatnya siapa lagi hayoo?" jelas Harun memberikan pengertian pada kedua cucu perempuannya.

__ADS_1


"Tapikan Umna kangen banget bermain, belajar, sama Mymah, Kakek!" kata Yumna, kini wajahnya menunjukkan kerinduannya pada sang ibu sambungnya itu.


"Ho'oh! Unda juga kakek, kangen disuapin Mymah," sambung Yunda, yang kini matanya malah terlihat sudah berkaca-kaca.


"Pokonya ini semua karena Daddy! Umna benci Daddy! Pokonya Umna nggak mau ketemu Daddy lagi!!" seru Yumna, terlihat begitu kesal. Dan saat bersamaan.


"Assalamu'alaikum!" Mendengar ucapan salam, dengan spontan Harun, dan quadruplets langsung menoleh kesumber suara, yang ternyata yang datang adalah Naazwa dan Rio.


" Wa'alaikumus salam," jawab mereka dengan sertak.


"Mymaaah!" teriak Yumna dan Yunda secara bersamaan, semabri mereka berlari dan langsung memeluk perutnya Naazwa.


"Sayang, tadi kok Mymah mendengar kata-kata yang tidak enak ya? Kenapa Sayang?" tanya Naazwa dengan lembut, seraya ia berjongkok, agar bisa bersejajar dengan Yumna dan Yunda.


"Habisnya Daddy sih, selalu membawa Mymah. Kamikan jadi kesepian! Nggak ada Mymah," keluh Yumna, sembari matanya melirik sang Ayah yang masih berada di kursi roda.


"Ho'oh, padahal dulu Ayah nggak suka sama Mymah! Kenapa sekarang selalu membawa-bawa Mymah!" sambung Yunda juga tak mau kalah.


"Maaf Mymah," kata keduanya, seraya menundukkan wajahnya.


"Yumna, Yunda, Mymah sangat tidak menyukai dengan bertutur kata yang buruk! Apakah kalian tahu kenapa?" tanya Naazwa, dan dibalas oleh keduanya dengan menggelengkan kepala mereka secara serentak.


"Sebab ada suatu keterangan yang mengatakan. *Setiap kata yang terucapkan, merupakan doa yang terlantunkan.* Memang sih kita terkadang telat menyadari, bahwa apa yang terjadi pada diri kita saat ini, merupakan bagian dari lantunan doa yang telah kita panjatkan. Entah doa yang disengaja, maupun doa yang tanpa sengaja terselip dalam setiap ucapan kita.


Dalam sebuah hadist di jelaskan :


“Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda : “Sesungguhnya hamba-hamba yang berbicara dengan kata-kata yang diridha’i Allah Azza Wa Jalla tanpa berfikir panjang, Allah akan mengangkatnya beberapa derajat dengan perkataanya itu. Dan hamba-hamba yang berbicara dengan kata-kata yang dimurkai Allah tanpa berfikir panjang, Allah akan menjerumuskannya ke neraka jahanam dengan kata-katanya itu.” (HR Bukhari, Ahmad dan Malik).

__ADS_1


"Nak, Sesungguhnya baik atau buruknya suatu perkara adalah kembali kepada pengucapnya. Bila ucapannya bernilai ibadah, maka ganjaran dan pahala akan menyertainya. Jika bernilai maksiat maka akan menerima siksa dan bala.


Hal itu bukan hanya didalam hadist saja, didalam Al Qur'an, Allah juga memberi perintah-Nya agar setiap hamba-Nya berkata dengan baik, Seperti didalam Firman-Nya:


“Dan katakanlah kepada hamba-hambaku. Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. Al-Isro’ ayat 53)


Melihat dan mendengar penjelasan dari Naazwa, Rio yang masih berada disana. Seketika ia teringat pada kata-katanya, sebelum insiden kecelakaannya terjadi. Rasa bersalah pun langsung menyelimutinya. Namun ia masih memilih diam, karena saat ini istrinya sedang menasehati anak-anaknya.


"Yumna, tadi Mymah, mendengar kamu berkata membenci Ayah, dan tak ingin bertemu Ayah lagu. Apakah Yumna tahu, kalau itu menjadi doa, maka Yumna tidak akan bertemu Ayah lagi! Emangnya Yumna mau tidak bertemu ayah lagi, hm? Seperti Yumna tidak pernah bertemu Mama Yumna lagi, apa kamu ingin seperti itu Sayang?"


Mendengar perkataan sang Ibu, tiba-tiba dada Yumna terasa sesak, karena ia pernah merindukan sosok seorang Ibu, dan seketika air matanya mengalir begitu saja, "Tidak Mymah! Umna janji tidak berkata seperti itu lagi Mymah," katanya, sambil mengangkat jari telunjuk dan tengahnya keatas.


"Anak pintar, sekarang Yumna minta maaf sama Ayah ya," ujar Naazwa, dan Yumna pun langsung berlari menuju Ayahnya tanpa membalas perkataan Naazwa. Ia bahkan langsung memeluk Rio.


"Huhuhu.. Daddy..hiks.. maafin Umna ya..hiks.. Umna sudah jahat sama Daddy.. huhuhu.." katanya didalam pelukan sang ayah. Begitu juga dengan Yunda yang ikut memeluk sang Ayah dengan posisi nyamping disebelah kiri Rio, karena disebelah kanannya ada Yumna.


"Unda juga minta maaf ya Ayah, Umda sudah berburuk sangka sama Ayah," katanya, dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.


"Iya Sayang-sayangnya Ayah. Ayah sudah memaafkan kalian kok Sayang. Ayah juga minta maaf ya? Karena sudah mengambil Mymah kalian, mulai besok, Ayah tidak akan membawa Mymah lagi kok. Biar kalian bisa bersama Mymah," kata Rio, sembari mengelus kepala sang buah hati dengan tangan kirinya.


"Tidak boleh! Daddykan lagi sakit! Kalau Mymah tidak membantu Daddy, gimana caranya Daddy bekerja? Jadi Mymah harus merawat Daddy sampai sembuh! Jadi Daddy harus menurut, pada Mymah biar cepat sembuh! Apakah Daddy paham?" kata Yumna sembari ia berkacak pinggang. Membuat Rio dan Naazwa tercengang melihat Yumna yang gayanya seperti orang dewasa.


"Eh! Apakah ada yang salah Naaz? Apakah sekarang jamannya terbalikkah Naz?"


Mendengar perkataan Rio Naazwa langsung tertawa kekeh, "Sudah Bibei jangan protes, nurut dong sama Mama Yumna," ledek Naazwa.


"Daddy.....?"

__ADS_1


"Eh, iya-iya Mama Umna, Ayah akan nurut kok sama Mymah!" balas Rio dengan spontan. Membuat Naazwa dan Harun tertawa kecil melihat tingkah laku Ayah dan anak tersebut.


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


__ADS_2