
•⊷⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷⊷•
Didalam beramal kebaikan, jangan pernah merasa lelah dan letih, istiqamahlah dan jangan menunda - nunda kebaikan.
Allah subhanahu wa ta‘ala berfirman,
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan dunia, tetapi amal kebaikan yang terus-menerus lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS. al-Kahfi: 46)
Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah ta‘ala adalah amalan yang kontinyu walaupun itu sedikit.” (HR. Muslim No. 783)
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
••┈┈•┈┈••┈••✾•◆❀💚❀◆•✾••┈••┈┈•┈┈••
Hari pun menjelang malam.
Seperti biasanya, setelah selepas makan malam, keluarga Rio selalu berkumpul diruang keluarga. Karena Naazwa sudah membiasakan mereka, supaya kekeluargaan mereka semakin erat. Walaupun waktunya sangat singkat. Namun mereka akan mengisinya dengan saling mengobrol, saling bercanda. Bahkan Nazwa akan selalu bertanya tentang kegiatan mereka disekolah. Tujuannya agar ia bisa mengontrol apapun yang sedang dilakukan anak-anaknya.
Disaat Naazwa sedang menyimak cerita Anak-anaknya ketika mereka disekolah. Riolah yang akan menjaga si bungsu, tatkala ia belum tidur. Dan ia juga yang nantinya akan meniduri sang bungsu lewat buaiannya. Namun hari itu Naazwa sedikit heran, melihat Rio, terlihat masih mengajak anaknya bercanda. Hingga ocehan dan tawa si kecil terdengar oleh Naazwa.
"Uluh..uluh...Fahri.. anak Ayah semakin pintar ya? Sekarang Fahri sudah pintar tengkurep nih Yah.. ho'oh nak? Iya Yah.. ho'oh..nak? Fahri sudah mau besar nih Yah..iya Nak? Sudah bisa tengkurap iya..?" tanya Rio, pada si bungsu di saat ia mengajak si bungsu mengobrol. Walaupun hanya ditanggapi oleh si bungsu dengan perkataan yang tidak bisa di mengerti oleh orang dewasa.
"Agrr..awa..agh..aghr..ah.. aghr..agk..agk.." balas si bungsu, sambil ia tertawa, pada sang Ayah, yang mengajaknya bicara.
Karena merasa heran melihat Ayah dan Anak yang tak henti-hentinya mengobrol, Naazwa yang tampaknya telah menyuruh quadruplets tidur, langsung menghampiri mereka. "Bei, kok tumben si baby boy belum Bibei tidurkan sih?" tanya Naazwa, menyela pembicaraan Rio dan si bungsu, yang tak bisa dimengerti itu.
__ADS_1
"Sengaja Sayang, Bibei mau membuat Baby Boy kelelahan dulu, biar dia tidak menggangu kita malam ini loh Sayang," balas Rio, dengan entengnya. Seraya ia mengedipkan sebelah matanya. Sehingga membuat mata Naazwa langsung membulat sempurna.
"Eh! Iiikh.. Bibei! Jahat banget sih! Kan kasian dia harus melewati jam tidurnya!" protes Naazwa, yang terlihat ia merasa iba pada si kecil.
"Kok jahat sih Sayang? Bibeikan cuma mengulur waktu jam tidurnya sedikit saja Sayang. Dan Bibei juga tidak melakukan hal yang aneh-aneh kok," balas Rio, membela dirinya sendiri.
"Iya tetap saja, namanya jahat tau! Masa hanya karena itu Bibei membiarkan Baby Boy melewati jam tidurnya sih!" tegur Naazwa lagi, terlihat sekali ia tidak suka dengan apa yang dilakukan Rio terhadap anaknya. Melihat wajah istrinya yang telah berubah, membuat Rio mulai cemas. Karena ia takut, istrinya akan berubah pikiran.
"Maaf Sayang. Kamukan tahu Bibei sudah menahan hasrat Bibei selama lebih tiga bulan. Jadi tolong mengertilah Sayang, karena rasa Bibei sudah tidak bisa bila harus menunggu lagi, Sayang," balas Rio sembari ia memasang wajah memelasnya. Agar istrinya jadi merasa iba melihat dirinya. Dan benar saja, Naazwa paling tidak bisa melihat hal itu.
"Hmm..Ya sudah, Zwa maafkan. Tapi jangan di ulangi lagi ya Bei?" kata Naazwa yang kini nada bicaranya sudah menjadi lembut.
"Iya Sayang, terma kasih ya?" balas Rio, seraya ia meraih tangan Naazwa, lalu ia kecup.
"Ya sudah siniin baby boynya. Biar Zwa susui, kalau dia merasa kenyang juga, dia tidak akan bangun kok, sampai subuh," ujar Naazwa, seraya ia hendak mengambil alih Baby Boy yang berada di pangkuannya Rio.
"Eh, benarkah itu Sayang?"
"Ooh, ya sudah kalau begitu, cepat deh kamu susui dia," balas Rio, yang kemudian ia langsung menyerahkan si bungsu pada Rio.
"Iya Bei, tunggu ya sebentar,"
"Iya Sayang," Setelah mendapatkan jawaban dari sang suami Naazwa pun langsung membawa Baby Boy ke kamar mereka. Setelah melihat istrinya Pergi, Rio langsung menghembuskan nafas leganya.
"Hufft..! Hampir saja! Kalau aku tak mengalah, bisa-bisa malam ini bakalan gagal dong! Aah..! Pokoknya tidak boleh gagal lagi! Kasiankan si entongku, sudah berbulan-bulan nggak dapat jatah, jadi malam ini dia harus nyebur diri ke rawa belantaranya dan tidak boleh gagal lagi!" gumam Rio, yang terlihat ia masih berada di ruang keluarganya,
"Oke! Sebaiknya sekarang aku harus bersiap-siap dulu! Biar saat Naazwa sudah selesai menyusui, aku akan langsung tancap gas!" gumamnya lagi, seraya ia bangkit dari sofa tempat ia duduk. Lalu ia pun langsung bergegas menuju kamarnya.
Sesampainya Rio di kamarnya, ternyata ia melihat istrinya masih menyusui buah hati mereka. Karena tak ingin membuat si bungsu yang terlihat sudah memejamkan matanya terbangun. Rio pun tak berani mengeluarkan suaranya dan ia memilih langsung pergi ke kamar mandi untuk bersiap-siap. Dan tak berapa lama kemudian, ia kembali lagi dengan pakaian yang sudah berubah dengan piayama kimononya. Dan saat bersamaan juga ia melihat, istrinya sedang meletakkan Baby Boy kedalam box bayinya.
"Alhamdulillah.. akhirnya saingan tidur juga!" gumamnya, lalu ia pun segera menghampiri istrinya, "Sayang, sekarang giliran Bibei, yang harus kamu susui!" katanya dengan suara yang terdengar berbisik. Membuat Naazwa, bergidik mendengarnya.
__ADS_1
"Iiikh..apaan sih Bei! Kamu.." protes Naazwa. Namun langsung terhenti karena Rio, yang tanpa memberi aba-aba sudah langsung menggendongnya. Dan hal itu membuat Naazwa tanpa sadar terpekik.
"Kyaaak! Bibei!" teriak Naazwa saking kagetnya karena ia merasa tubuhnya tiba-tiba melayang.
"Sssth...Sayang! Jangan berisik nanti sainganku bangun lagi!" tegur Rio dan benar saja, belum lagi, Rio membawa istrinya ke tempat tidur mereka tiba-tiba.
"Oe..oek..oek..oek..oek..!
"Alamaak..! Gagal maning, gagal maning!"
...┈••┈••✾•◆❀💚❀◆•✾••┈••┈...
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu.
Dear Readers ♥️
Maaf ya Author lupa dengan Give Away yang sudah Author janjikan 🙏 Tapi jangan khawatir, hari ini juga Author akan memberikan pulsa yang sudah Author janjikan. Untuk itu Author akan mengumumkan empat pemenangnya ya?
Selamat untuk
**Pratiwi sebagai peringkat pertama.
Istaria Itha sebagai peringkat kedua.
Nur Meylia Dzulfa di peringkat ketiga.
Dan Heru langga peringkat keempat.
Sekali lagi selamat ya, bagi para pemenang dan Ramanda minta, bagi nama yang Ramanda sebutkan. chapri ya untuk mengirimkan nomor kontaknya Author tunggu loh🥰
Bagi yang belum mendapatkannya Author ucapkan terima kasih banyak ya, atas dukungannya. In shaa Allah, kalau ada kesempatan Author akan membuatnya lagi. Untuk itu terus dukung Karya-karya Ramanda ya Guys 🙏😘 Syukron 🙏😉**
__ADS_1