GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
SERIGALA DIKASIH UMPAN.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•


Semua hal yang terjadi di dalam hidup ini layak dijadikan pelajaran, seperti hal-hal kecil yang kita lihat disekitar kita, akan membantu menyadari bahwa hidup yang kita keluhkan adalah hidup yang diimpikan oleh orang lain.


"Boleh jadi kamu membenci sesuatu sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak" (QS Al-Baqoroh : 216).


Banyak pembelajaran didalamnya. Setiap hal yang terjadi pasti ada hikmahnya, percayalah. Kerja kerasmu akan terbayar suatu saat nanti dan kita akan mulai belajar menerima semuanya dengan rasa Syukur.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•


Naazwa yang berniat ingin mengerjai suaminya, sebelum ia mengungkapkan keinginannya Fanza. Malah terjebak duluan oleh suaminya, yang kini sudah lebih dulu menguasai dirinya. Dan hal itu membuatnya menjadi kesal. Pasalnya Rio, tak mau memberinya celah untuk berbicara, karena bibirnya selalu saja dikuasai olehnya. Dan karena protes selalu diabaikan oleh Rio, akhirnya ia pun mencubit pinggang Rio dengan keras. Dan otomatis...


"Aaw..Aaw..Aaaw! Sayang! Kok Bibei dicubit sih?!" keluh Rio sambil mengusap-usap bekas cubitan Naazwa tadi.


"Rasain! Siapa suruh Bibei, mencium Zwa sampai nggak memberikan kesempatan Zwa untuk ngomong! Nggak tahu apa kalau Fanza sedang menunggu Zwa dibawah!" balas Naazwa, seraya ia bermaksud turun dari pangkuannya Rio.


"Eh, Fanza ikut kamu? Kenapa nggak di bawa kesini? Dan sama siapa, dia dibawah?" tanya Rio, sambil menahan tubuh Naazwa, yang hendak turun dari pangkuannya, sehingga Naazwa tak bisa berkutik lagi.


"Itu karena dia nggak mau tau! Dan karena dialah Zwa ingin mengunyel-nguyel Bibei! Iiikh gemaaasnyaa!!" geram Naazwa, dan ia pun mulai mengacak-ngacak rambut Rio. Membuat Rio tampak bingung melihat dengan apa yang dilakukan oleh istrinya itu. Namun ia tak mau protes dan hanya membiarkan istrinya yang terlihat sedang geram padanya. Dan ia tahu kegeraman Naazwa yang sebenarnya tertuju pada putra sulungnya.


"Sudah puas ngunyel-nguyel Bibeinya hm?" tanya Rio dengan lembut, setelah melihat istrinya menghentikan aksinya.


"Sebenarnya belum sih! Tapi takutnya Fanza kebosanan menunggu Zwa disini. Ya sudahlah Zwa mau secepatnya kembali, nanti saja dirumah ngomongnya," balas Naazwa, sembari ia ingin turun dari pangkuannya Rio. Namun lagi-lagi Rio, menahannya.

__ADS_1


"Bibei! Lepaskan! Zwa mau turun!" protes Naazwa, seraya ia berusaha melepaskan tangan Rio yang sedang melingkar di perutnya.


"Shuutt... diamlah!" kata Rio, sembari ia mengambil benda pipihnya, yang berada di atas meja, lalu ia pun melakukan panggilan pada seseorang dan tak berapa lama panggilan pun tersambung.


"Halo Pak!" ucap seseorang yang berada di seberang.


"Gilang! Antar Fanza pulang duluan! Nanti Nyonya pulang bersamaku!" balas Rio, dan langsung menutupnya, sebelum Gilang membalasnya.


"Iiis Bibei! Kok nyuruh Fanza pulang duluan sih? Nanti apa kata dia, padahal Zwa tadi mengajak susah banget tau!" protes Naazwa.


"Sudah tidak papa, lagian bukankah kamu tadi bilang ingin ngomong sama Bibei?"


"Iya sih, ya sudahlah kalau, tapi turunkan Zwa dulu dong! Nggak nyaman tau, ngomongnya dengan posisi begini Bei," ujar Naazwa, dan kembali ia berusaha melepaskan diri dari cengkeraman tangan suaminya.


"Ooh, kamu ingin ngobrol dengan nyaman? Baiklah, Bibei tau dimana tempat yang nyaman," kata Rio, seraya ia bangkit dari duduknya, dan otomatis tubuh Naazwa langsung digendongnya dengan ala bridal style.


Sesampainya di dalam, Rio pun langsung meletakkan tubuh istrinya ditempat tidur yang berada di ruangan tersebut, "Sekarang ngomonglah Sayang," ujarnya sembari ia membuka hijab syar'inya Naazwa.


"Iya tapi kenapa harus membuka hijab Zwa sih?" protes Naazwa, yang sebenarnya ia tahu maksud, suaminya membawanya ke ruangan tersebut.


"Kan biar tambah nyaman Sayang," balas Rio, yang kini ia malah membuka baju jas.


"Ooh, ya sudah kalau begitu Zwa langsung bilang saja ya?"


"Hu'um, katakanlah Sayang," balas Rio, sembari ia membaringkan tubuhnya di sisi Naazwa, pada awalnya ia hanya berpura-pura ingin memeluknya saja.

__ADS_1


"Bibei taukan, beberapa hari ini Fanza sedikit berbeda?"


"Hu'um Bibei tahu Sayang," balas Rio, sembari ia mengecup lembut dahinya Naazwa.


"Tapi Bibei nggak tahukan apa penyebabnya? Um.." tanya Naazwa, seraya ia mendorong wajah suaminya, karena mulut Rio sudah mulai nakal dilehernya. Dan menjadi menyebab suara lenguhan Naazwa muncul.


"Emangnya kenapa Sayang?" tanya Rio, yang terlihat ia kembali berusaha ingin menelusuri lehernya Naazwa.


"Karena Dia rindu dengan Mamah kandungan Bei," kata Naazwa, membuat Rio tersentak dan langsung menghentikan aksinya dan ia bahkan langsung menatap wajah Naazwa. Tanpa berkata apapun.


"Bei, kamukan biasanya selalu mengajak mereka berziarah ke makam ibu merekakan? Nah karena kemarin tidak, makanya sikap mereka semua berbeda, itu karena quadruplets sedang kangen pada ibunya Bibei," jelas Naazwa, sambil ia mengusik leher suaminya. Karena ia tahu, mood Rio, langsung hilang karena perkataannya tadi.


"Bei? Besokkan akhir pekan, gimana kalau besok kita pergi ke makam Kak Cindy, sekalian Zwa ingin meminta restu darinya langsung Bei," rayu Naazwa, yang terlihat kini ia sedang memegang kedua pipinya Rio, sambil menatap mata Rio, yang kebetulan Rio pun sedang menatap matanya.


"Bolehkan Bei, Zwa berkenalan dengan Almarhum kak Cindy? Zwa ingin sekali menyekar ke makamnya. Boleh ya Bei?" pinta Naazwa, dengan memasang mata pengharapan, membuat Rio tak tega menolak permintaannya.


"Baiklah, kalau itu keinginan kamu besok pagi kita semua akan berangkat ke kota JK," ujar Rio. Dan dengan spontan Naazwa pun langsung memeluknya.


"Alhamdulillah.. Terima kasih Bei.. Muaaaach! Sayang Suamiku," ucap Naazwa sambil mengecup pipi Rio begitu lama, membuat Rio, tersenyum gemas melihatnya.


"Benarkah, kamu sayang Bibei?"


"Ya benarankah! Sayang Zwa tulus tau sama Bibei."


"Iyakah? Kalau begitu buktikan dong kalau sayang kamu bukan hanya kata-kata saja. Dan bebei mau kamu membuktikannya dengan perbuatan kamu juga, dong sayang" kata Rio, sembari menaik turunkan alisnya. Naazwa yang sepertinya paham, dia pun langsung meraih bibir suaminya. Dan apa lagi, serigala dikasih umpan ya langsung mencaploklah.

__ADS_1


Selanjutnya bayangin sendiri aja Yee soalnya Author juga mau Bobo Bey 😴😴😴😴


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


__ADS_2