GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
BOBO BERSAMA.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara Hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•


"𝐒𝐞𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐮𝐧𝐠𝐠𝐮𝐡-𝐬𝐮𝐧𝐠𝐠𝐮𝐡 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐦𝐞𝐧𝐜𝐚𝐫𝐢 𝐫𝐢𝐝𝐡𝐨 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡, 𝐬𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐢𝐤𝐡𝐥𝐚𝐬 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐦𝐚𝐥, 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐡𝐚𝐦𝐢 𝐤𝐞𝐚𝐠𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐚'𝐚𝐥𝐚), 𝐢𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐩𝐞𝐧𝐠𝐚𝐫𝐮𝐡 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐜𝐞𝐥𝐚𝐚𝐧 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐡𝐢𝐧𝐚𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚,, 𝐛𝐞𝐠𝐢𝐭𝐮 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐩𝐮𝐣𝐢𝐚𝐧 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐩𝐞𝐧𝐠𝐚𝐫𝐮𝐡 𝐬𝐞𝐝𝐢𝐤𝐢𝐭𝐩𝐮𝐧 𝐤𝐞𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐝𝐢𝐫𝐢𝐧𝐲𝐚."


[ 𝐀𝐥 𝐇𝐚𝐛𝐢𝐛 𝐔𝐦𝐚𝐫 𝐁𝐢𝐧 𝐇𝐚𝐟𝐢𝐝𝐳 ]


❤اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ❤


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•


Naazwa, merasa risih saat melihat suaminya yang terlihat tercengang dengan mata yang terlihat sedang terkesima, bahkan mulutnya, sampai menganga melihat dirinya. Ia pun menjadi salah tingkah, mendapatkan tatapan yang tidak biasa baginya.


"Ma-maaf, A-ada a-apa Bang? Ke-kenapa Abang menatap Ana seperti itu?" tanya Naazwa terlihat gugup. Membuat Rio tersadar, dan langsung mengalihkan pandangannya.


"Aah... tidak ada apa-apa, saya cuma mau bilang, kalau kamu merasa lapar turunlah, kalau tidak, ya sudah istirahat saja," ujar Rio terlihat canggung, namun kali ini suaranya terdengar sedikit lembut.


Naazwa tersenyum tipis, saat melihat, sikap suaminya berubah mendadak, " Hmm..Iya Bang, tapi Ana belum lapar kok, Ana ingin Istirahat dulu," balas Naazwa, yang terlihat lebih tenang.


"Ooh, ya sudah Istirahatlah! Kalau begitu saya pergi dulu, ada kerjaan mendadak," kata Rio, yang langsung melangkah menuju pintu keluar tanpa berani melihat Wajah Naazwa lagi.


"Iya Bang, hati-hati ya?"


"Hemm!" balas Rio yang hanya hmm saja, dan ia pun langsung keluar dari kamar mereka. Setelah ia berada di luar kamar, "Mengapa dia cantik sekali? Dan matanya seperti sebuah jambrut sangat mempesona! Ah, kenapa jantungku tiba-tiba berdetak kencang begini sih?" batin Rio, yang masih berdiri di depan pintu kamarnya.


"Ah, sudahlah sebaiknya aku pergi ke perkebunan saja!" gumamnya, seraya ia berjalan menuju anak tangga dan menuruninya.


...*****...

__ADS_1


Sementara di dalam kamar.


Setelah Rio menghilang dibalik pintu kamarnya, Naazwa pun kembali tersenyum. sambil menatap pintu kamar, "Hmm... ternyata Suami Ana lucu ya? Hihihi, apalagi saat beliau sedang melongo, lucu banget, bikin gemas deh," gumam Naazwa, saat ia teringat pada Rio yang ternganga, ketika pertama melihat wajahnya.


"Hmm..baiklah Yumna! Sekarang kamu sudah menjadi seorang istri dari Pria es itu. Sekarang tugas kamu adalah mencairkan Es tersebut. Dan langkah pertama, menyenangkan hati, seperti yang dikatakan oleh Baginda Nabi.


Dari Abu Hurairah juga meriwayatkan, pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik? ” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251). " gumam Naazwa, mengingatkan dirinya pada apa yang telah ia pelajari selama dipondok.


"Oh iya, tapikan saat ini Suami Ana lagi keluar. Hmm, ya sudah kalau begitu ana istirahat aja dulu, habis badan ana rasanya capek semua. Habis beberapa hari ini tidak bisa tidur karena tegang, mau menghadapi pernikahan, sekarang baru terasa capeknya," gumamannya lagi, sembari ia naik keatas Ranjang milik Rio.


"Aah, nyamannya empuk lagi," Naazwa pun mulai memejamkan matanya. Karena ia memang sudah amat lelah sekali, maka tak membutuhkan waktu lama, untuk ia terlelap.


Namun itu tak berlangsung lama, karena sebuah ketukan pintu, membuat ia kembali terjaga, "Eh, siapa yang mengetuk pintu ya?" gumamnya, sembari ia bangkit dari tempat tidurnya, lalu ia pun menghampiri pintu. Dan ketika pintu telah terbuka, ternyata Yumna dan Yunda, yang telah mengetuk pintu, dengan mata yang terlihat masih mengantuk.


"Eh, Yumna, Yunda? Ada apa Nak?" tanya Naazwa, saat melihat


"Mymah? Bolehkah kami bobo sama Mymah?" pinta Yumna seraya ia menggosok-gosok matanya yang masih memerah karena rasa kantuknya.


"Terima kasih Mymah," ucap Yunda terlihat senang.


"Iya Sayang, sama-sama, ya sudah sini bobo di samping Mymah," Yumna dan Yunda pun naik ke tempat tidur. Dan dengan posisi Naazwa ditengah, Yumna dan Yunda langsung memeluknya. Membuat Naazwa, tersenyum senang melihat keduanya yang terlihat manja padanya.


"Sekarang tidurlah putri-putri Mymah yang cantik. Mymah akan melantunkan sholawat untuk kalian," ucap Naazwa, sembari ia mengecup lembut dahi kedua putri sambungnya tersebut.


"Yee, terima kasih Mymah," ucap Yumna dan Yunda senang, dan mereka pun juga memberikan kecupan di pipi Naazwa secara bersamaan.


"Iya Sayang, sekarang bobo ya, Mymah sholawatin," Naazwa pun bersiap untuk melantunkan sholawatnya. Namun tanpa sengaja matanya melihat kearah pintu kamar yang ternyata belum ia tutup. Dan ia juga melihat ada dua anak laki-laki kecil yang sedang mengintip.


Naazwa pun tersenyum melihat keduanya. Karena selama ini ia memperhatikan kedua anak laki-laki itu sangat cuek dan selalu bersikap dingin padanya, persis seperti Ayahnya.

__ADS_1


"Sebentar ya Sayang, Mymah mau nutup pintu dulu," kata Naazwa, kepada kedua putrinya. Lalu ia pun turun dari tempat tidurnya, dan langsung menghampiri pintu. Ia kembali tersenyum, karena melihat kedua anak Laki-laki tersebut seperti sembunyi di antara dua dinding antara pintu kamarnya. Naazwa pun langsung jongkok tepat ditengah-tengah pintu.


"Fanza, Fasya? Maukah kalian Bobo bersama, dengan Mymah?" tanya Naazwa, tanpa melihat sisi, kanan dan kiri dinding tempat Fanza dan Fasya berdiri. Nampak keduanya terlihat malu-malu meong. Tapi tetap seperti sang Ayah, yang selalu menunjukkan sifat datar dan dingin. Keduanya tak mau menunjukkan bahwa mereka sebenarnya ingin sekali bergabung dengan Mymah barunya. Namun karena keinginan kuat Fanza akhirnya ia pun buka suara.


"Karena Mymah, sangat menginginkannya, baiklah kita bobo bersama," katanya dengan suara datarnya. sambil ia memasuki kamar tidur orang tuanya. Begitu juga dengan Fasya yang mengikutinya dari belakang.


Naazwa tersenyum lucu melihat sikap keduanya, "Persis banget sih sikapnya, sama Ayahnya. Oke Yumna, ini salah satu tugas baru kamu, jangan biarkan putra kamu, menjadi seorang pria es, kamu harus bisa merubah mereka menjadi pria yang hangat," batinnya, sambil ia menutup pintu kamarnya.


Setelah itu ia pun kembali naik keranjangnya, dengan posisi ia ditengah-tengah mereka, "Baiklah anak-anak sekarang kalian Bobo ya, Mymah sholawatin," katanya, yang kemudian ia pun mulai bersholawat dengan merdunya membuat quadruplets pun terhanyut dalam mimpinya. Karena ia juga masih mengantuk, akhirnya ia ikut terlelap setelah melihat anak sambungnya telah tertidur.


...*****...


Sementara disisi lain di sebuah mobil.


Gilang merasa aneh melihat majikannya, yang sejak diperkebunan seperti tidak Fokus. Membuat ia jadi penasaran.


"Pak? Apakah Pak Rio sedang tidak enak badan? Kenapa hari ini bapak terlihat berbeda?" tanyanya, saat mereka sedang berada di dalam mobilnya Rio.


"Saya tidak apa-apa Gilang," balas Rio, tanpa melihat wajah sang asisten.


"Setelah ini mau kemana lagi pak?"


"Kita langsung pulang saja!"


"Baiklah Pak!" Gilang pun langsung mempercepat laju mobilnya. Karena ia mengira kalau Bosnya itu sedang sakit. Dan sepuluh menit kemudian, mereka pun telah sampai di villa milik Rio. Dan Rio pun langsung bergegas turun.


"Ah, kenapa sejak melihat wajah wanita itu, aku jadi ingin melihatnya lagi ya? Hmm.. Dia sedang ngapain ya? Aku lihat saja deh,"


Rio pun langsung bergegas menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, ia langsung tercengang melihat, putra, putrinya yang juga ada disana,

__ADS_1


"Hah? Mengapa mereka menempati posisiku?!"


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


__ADS_2