
•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara Hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•
"Bersangka baiklah walaupun keadaannya tidaklah sebaik yang kita sangka. Bukan menyangkal realita tetapi demi ketenangan hati yang dijaga."
Segala tingkah laku makhluk adalah dengan izin Allah juga. Jika ada orang “menghadiahkan” air mata pada kita, itu tandanya Allah sedang mendidik kita tentang sifat sabar.
Manusia yang menyakiti itu hanyalah sebagai “asbab” saja. Jika kita di sakiti oleh dia, maka DIA sedang mengajar kita arti ridha.
Keimanan kepada ALLAH Ta'ala akan menimbulkan rasa sabar untuk kita menghadapi setiap prilaku orang-orang terhadap kita"
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•
Diwaktu yang sama diluar ruangan.
Ternyata bukan hanya Lima sekawan saja yang berkunjung. Akan tetapi para istri mereka juga turut serta. Hanya saja karena Naazwa sedang berada diluar, akhirnya mereka pun bergabung dengannya. Dan duduk dikursi tunggu yang berada di koridor rumah sakit tersebut.
"Assalamu'alaikum, warahmatullahi wabarakatu," ucap para Istri lima sekawan, secara bersamaan.
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu, Ty Nisah? Ty Lisa, Ty Syifa, Ty Nina, Ah, Ty, Ziha juga datang," balas Naazwa, seraya ia menyalami serta melakukan cipka-cipki, pada mereka satu persatu, "Alhamdulillah, Ana senang banget Uty semuanya mau datang kesini," tambah Naazwa lagi, yang memang ia terlihat begitu senang, saat melihat seniornya ikut menjenguk suaminya.
"Alhamdulillah, kami juga senang, melihat Anti ternyata baik-baik saja. karena kami tadi sempat berpikir anti turut serta didalam mobil tersebut. Tapi syukurlah ternyata Anti, dalam keadaan sehat wal'afiat," ujar Anisah, seraya ia kembali memeluk Naazwa, yang sudah seperti adiknya sendiri.
__ADS_1
"Alhamdulillah, Allah masih melindungi Ana, tapi suami Ana..." balas Naazwa. Namun langsung dipotong oleh Anisah, karena ia melihat, mata Naazwa yang sudah mulai berkaca-kaca, saat ia menceritakan suaminya.
"Sabarlah yaa Yumna, ini adalah ujian dari Allah. Kamu tahukan kalau ujian dari-Nya adalah bentuk kasih sayang-Nya. Dan saat ini Allah sedang memberikan kasih sayang pada Bang Brian. Untuk itu, Anti harus berbesar hati untuk menerima semua ujian ini, yaa?" " ujar Anisah dengan penuh kelembutan, yang menjadi ciri khasnya.
"Benar Yumna, tapi Anti jangan berkecil hati, karena bukan Anti saja yang mendapatkan ujian tersebut. Karena setiap Hamba Allah, pasti akan mendapatkannya. Karena Allah SWT telah mengatur alam semesta dan isinya, termasuk takdir dari umat Muslim serta ujian hidup yang dihadapinya. Dalam hidup, manusia tidak akan luput dari ujian yang datang. Seringkali ujian tersebut terasa ringan, namun tak jarang juga terasa berat dan datang secara bertubi-tubikan?" sambung Nina, yang ikut memberikan sentuhan pada Naazwa.
"Na'am, benar Ty. Tapi meski begitu, Islam adalah agama yang indah dan dibangun atas dasar kelembutan, kasih sayang, serta kemudahan di dalamnya. Seperti firman Allah di dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 185 yang artinya:
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (QS. Al-Baqarah: 185)." sambung Lisa juga, ikut memberikan ilmunya.
"Na'am, Ty Lisa. Oleh karenanya, kita harus memiliki, keyakinan iman di dalam hati, ingatlah selalu, bahwa Allah SWT menguji hamba-Nya sesuai dengan kemampuannya. Seperti Firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 286 mengatakan:
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya." timpal Asyifa juga.
"Alhamdulillah, Ana memang sangat bersyukur karena pernah menjadi santriwati, beliau semua. Syukron ya Ustadzah semua," balas Naazwa, begitu bersyukur.
"Afwan Sayang, ingat yaa, jalani semuanya dengan ikhlas. Karena yakin in shaa Allah, setelah ujian ini Anti akan mendapatkan kebahagiaan terindah dari Allah," ujar Anisah, terdengar begitu tulus.
"Aamiin.. Aamiin..Aamiin ya Allah. In shaa Allah Ana akan menjalaninya dengan ikhlas Uty, dan akan bersabar menghadapinya, semua ujian ini" balas Naazwa, yang terlihat ia menjadi tenang setelah mendapatkan pencerahan dari para Ustadzahnya.
"Aamiin ya Allah," ucap para istri lima sekawan tersebut secara bersamaan. Dan disaat bersamaan tiba-tiba.
"Assalamu'alaikum," ucap seorang pria dan wanita secara bersamaan.
__ADS_1
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu," ucap mereka semua yang berada disana secara serentak.
"Uty Inayah? Bang Hans? Kalian kok bisa berduaan sih? Waah sepertinya..." tanya Naazwa, pada pria dan wanita yang beru saja datang. Dan ternyata mereka adalah Hans dan Inayah sahabat Naazwa.
"Eh, Astaghfirullah ja-jangan Salah paham dulu Uty! Kami tidak berdua saja kok! Tapi Ada ty Zahro, Ty Kanzaa, dan Ty Hafsah kok! Cuma mereka sedang mencari buah tangan dulu," potong Inayah, yang terlihat begitu gugup.
Melihat Inayah gugup, Naazwa jadi semakin ingin menggodanya, "Hmm.. benarkah itu? Tapi kenapa Anti jadi gugup begitu?" tanyanya, seraya ia melirik ke arah Hans.
"Be-benar kok! Tanya aja sama Bang Hans!" balas Inayah terdengar lantang, karena ia ingin menutupi kegugupannya.
"Benar yang dikatakan Inayah, Yumna. Tadi kami kemari berlima kok, kalau kamu nggak percaya tunggu aja sebentar lagi," balas Hans terlihat santai, "Lagian kenapa kamu berpikir yang aneh sih? Apa kalau berjalan berdua Itu selalu ada apa-apanya ya?" tanyanya lagi, terdengar datar. Sepertinya Hans tidak menyukai dengan bercandaannya Naazwa.
"Hans? Yumnakan hanya bercanda, kenapa kamu sensitif gitu sih? Emang sih, bagi orang awam jalan berduaan bagi pasangan yang belum punya ikatan seperti kalian ini tidak aneh. Tapi Hans, bagi orang yang paham, jalan berduaan itu sangatlah Aneh. Kenapa? Karena mereka harus menjaga syariat yang sudah mereka pelajari, Hans," jelas Anisah, membuat Hans, enggan berkomentar lagi.
"Baiklah Ustadzah saya Paham, kalau begitu saya permisi, Assalamu'alaikum," pamit Hans dan ia pun langsung melangkah pergi begitu saja tanpa menoleh sedikitpun.
"Astaghfirullah, sepertinya Ana, sudah membuat Bang Hans marah deh. Maaf ya Inayah, candaan Ana, sudah keterlaluan," kata Naazwa, merasa tidak enak hati pada Inayah, karena ternyata sebelum Hans pergi, ia sempat menatap mata Inayah dengan dingin. Melihat sikap diingin Hans, Naazwa jadi merasa bersalah pada Inayah.
"Tidak apa-apa Ty, lupakan saja," balas Inayah, terlihat canggung. Dan saat bersamaan, pintu ruangan Rio terbuka, dan muncullah para suami-suami mereka.
"Apakah obrolan kalian sudah selesai? Kalau sudah kita pulang yuk?" tanya Ardiyan, pada Anisah.
"Sudah kok By. Tapi sebentar ya Nisah pamitan dulu sama Yumna," kata Anisah, lalu ia pun berpamitan pada Naazwa, begitu juga dengan Lisa, Asyifa, Nina, dan Nadziha. Setelah berpamitan mereka semuanya pun langsung pergi meninggalkan Naazwa, yang masih berdiri di depan ruangan Rio.
__ADS_1
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...