GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
KEBERANIAN NAAZWA.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara Hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•


🥀𝑲𝒆𝒕𝒊𝒌𝒂 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒊𝒌𝒉𝒍𝒂𝒔 𝒎𝒆𝒏𝒆𝒓𝒊𝒎𝒂 𝒌𝒆𝒌𝒆𝒄𝒆𝒘𝒂𝒂𝒏 𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑, 𝒎𝒂𝒌𝒂 𝑨𝒍𝒍𝒂𝒉 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒂𝒚𝒂𝒓 𝒕𝒖𝒏𝒕𝒂𝒔 𝒌𝒆𝒌𝒆𝒄𝒆𝒘𝒂𝒂𝒏𝒎𝒖 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒊𝒃𝒖-𝒓𝒊𝒃𝒖 𝒌𝒆𝒃𝒂𝒊𝒌𝒂𝒏.


__𝒜𝓁𝒾 ℬ𝒾𝓃 𝒜𝒷𝒾 𝒯𝒽𝒶𝓁𝒾𝒷__


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•


Setelah melakukan persiapan, Naazwa pun kembali lagi keruang keluarga dengan membawa tas yang tak begitu besar. Yang artinya ia hanya bawa baju dua sepasang, punya dirinya dan punya Rio. Melihat tas yang di bawa Naazwa, Rio mengerenyitkan Dahinya.


"Hanya segitu saja?" tanyanya dengan datar.


"Eh, bukannya hanya satu makamkan?" tanya Naazwa, dengan polos.


"Aah, sudahlah! Ayo pergi! Nanti keburu anak-anak pulang!" kata Rio, sembari ia mengambil tas Naazwa. Lalu ia pun menggandeng tangan Naazwa. Dan membawanya keluar dengan langkah cepatnya. Membuat Naazwa yang mengikutinya sedikit berlari-lari kecil. Sesampainya mereka didepan mobil.


"Masuklah!" kata Rio, terdengar dingin. Namun ia tetap membukakan pintu mobil untuk Naazwa.


"Baik Bang," balas Naazwa dibarengi dengan ia bergidik, membuat Rio, kembali mengerenyitkan dahinya.


"Kenapa kamu bergidik begitu?" tanya Rio, masih tetap dengan nada datarnya.

__ADS_1


"Eh, nggak papa kok, cuma dingin aja, Kok bang," dalih Naazwa, padahal saat ia bergidik, karena melihat suaminya yang begitu dingin terhadapnya.


"Kenapa tadi tidak membawa jaket?" tanya Rio, sembari ia membuka jasnya.


"Maaf, lupa Bang," balas Naazwa yang terlihat ia begitu enggan menatap wajah suaminya yang terlihat begitu dingin dimatanya.


"Ya sudah pakai ini saja! Padahal didaerahnya BT, sangat dingin, mengapa tidak membawa jaket," kata Rio, sembari menyerahkan Jas hitamnya, pada Naazwa. Lalu tanpa menunggu balasannya, ia langsung menutup pintu mobil, yang disisi Naazwa. Dan dilanjutkan ia memutari mobil menuju pintu disisi kemudinya.


"Maa shaa Allah banget ya suami Ana? Dinginnya bikin bulu kuduk pun merinding! Astaghfirullah.. sabar Yumna, ini ujian, jadi kamu harus bersabar. Dan kamu juga harus bisa mencairkan balok es ini sebelum kamu membeku," batin Naazwa, dengan tatapan mata, yang mengarah ke Rio, yang sedang berjalan menuju pintu mobil. Dan tak berapa lama pintu pun terbuka. Dan otomatis Pandangan mereka pun bertemu.


"Ada apa?" tanya Rio singkat, dan masih saja terdengar dingin.


"Eh, nggak papa!" balas Naazwa singkat, dan langsung membuang pandangannya ke kaca jendela yang ada disisinya. Rio menaikkan sebelah alisnya, saat melihat itu. Namun ia mau membahasnya lagi. Karena ia lebih memilih segera melajukan mobilnya. Karena ia tak ingin berpapasan dengan Harun yang saat ini sedang membawa quadruplets jalan-jalan.


Suasana didalam mobil begitu hening. Karena keduanya terlihat begitu enggan berbicara. Karena begitu hening, membuat Naazwa tanpa sadar telah terlelap. Melihat istrinya sudah terlelap, membuat Rio mengambil kesempatan tersebut. Karena mengingat perjalanan menuju Villa di BT lumayan jauh. Rio pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Setelah Rio memarkirkan mobilnya dengan sempurna. Ia pun langsung turun, dan langsung menghampiri pintu mobil bagian sisi Naazwa duduk. Karena tak ingin membangunkan Naazwa, akhirnya ia pun menggendong tubuhnya dengan perlahan-lahan, dengan ala bridal style.


"Hah? Ringan sekali tubuhnya? Apakah dia tidak makan?" gumam Rio, sambil berjalan dengan membawa Naazwa menuju pintu masuk Villa tersebut. Dan ketika ia sudah mendekati pintu, ia langsung disambut oleh pasangan suami istri, yang sepertinya merekalah yang menjaga Villa tersebut.


Disaat keduanya ingin menyapanya, Rio langsung memberi kode bahwa istrinya sedang tidur. Sehingga tanpa berbasa-basi pada kedua pasangan tersebut, Rio langsung membawa Naazwa menuju kamar utama. Setibanya didalam ia langsung meletakkan tubuh kecil itu diatas ranjangnya.


"Hmm.. nyenyak banget dia tidur? Sampai-sampai tak bergeming sedikitpun diapa-apain juga," gumam Rio, seraya ia membantu membuka cadar serta hijabnya Naazwa.

__ADS_1


Terpampanglah wajah cantiknya, serta lehernya yang terlihat begitu putih, membuat Rio, langsung menelan Silvanya dengan paksa. Apalagi saat melihat bibir merah Naazwa yang terlihat begitu menggoda. Membuat ia tak mampu menahan hasratnya ingin segera menyicipi bibir itu. Hingga tanpa sadar, bibirnya kini sudah mendarat di bibirnya Naazwa. Membuat Naazwa tersentak dari tidurnya.


"Uhmm!!" Mata Naazwa terbelalak akibat kaget. Karena melihat Rio, yang terlihat gemas ******* bibirnya. Bahkan tangannya spontan mendorong tubuh Rio, membuat tautan pun terlepas.


"Bang Brian! Sakit tau!" protes Naazwa, sambil memegang bibirnya.


"Eh, ma-maaf, maaf Naz, aku tadi tidak sengaja," kata Rio, terlihat gugup, akibat malu karena ketahuan telah, mencuri ciuman Naazwa.


Melihat wajah suaminya, yang memerah akibat menahan, malu, Naazwa pun tersenyum tipis, "Hmm.. sudah waktunya mencairkan batu Es, bismillah, kamu bisa Yumna," batin Naazwa, yang kemudian dengan beraninya ia melingkarkan tangannya dileher Rio, membuat mata yang kini terbelalak melihat keberanian istri kecilnya itu.


"Kenapa harus minta Maaf Bang? Bukankah Azwa pernah bilang? Kalau Azwa ini sudah halal buat Bang Brian," kata Nazwa, seraya ia mengedipkan sebelah matanya. Membuat mata Rio semakin membulat, bahkan mulutnya juga ikut ternganga, saking kagetnya melihat keberanian Naazwa.


Sedangkan Naazwa malah gemas melihat, wajah Rio. Sehingga timbullah rasa ingin menggodanya, dengan cara mencium pipi Rio, dengan gemasnya, "Uhmuaac! Sayaang banget sama Suamiku," ucapnya, seraya ia kembali mengedipkan matanya. Sehingga mata Rio kembali terbelalak, sambil ia memegang pipinya


"Kamu! Kamu!; Kamu! Berani sekali kamu memprovokasiku ya! Kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi!"


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


Dear Readers ♥️


Selagi menunggu Author update, yuk Akh kepoin Karya milik adiknya Author ♥️ SKYSAL ♥️


Ceritanya dijamin seru deh 😉

__ADS_1



Cus Akh mampir, dan jangan lupa juga untuk memberikan dukungannya juga ya, 🥰 Syukron 🙏🥰.


__ADS_2