GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
KETEGANGAN INAYAH.


__ADS_3

•⊷⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷⊷•


Saat masih kecil seringkali kita ditanya tentang "apa cita-citamu?" Kebanyakan kita menjawab, dengan menyebut salah satu profesi tertentu


Kita melihat profesi-profesi tersebut adalah bentuk kesuksesan, sehingga seandainya kita tidak menjadi seperti itu dianggap bukan manusia sukses.


Tak mengapa jika saat ini kita menjadi seorang pegawai dengan penghasilan yang halal lagi baik, yang kemudian hasil dari jerih payah itu kita membelanjakannya di jalan Allah ﷻ sebagai bekal di akhirat kelak


Maka yang terpenting dari semua itu adalah proses dan tujuan hidup kita, menjadi apapun itu baik selama jalan yang ditempuh itu benar dan diiringi dengan harapan semoga Allah ﷻ meridhoi apa yang kita cita-citakan


dan sebaik cita-cita adalah kita menjadi hambaNya yang diridhai


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


••┈┈•┈┈••┈••✾•◆❀💚❀◆•✾••┈••┈┈•┈┈••


Sesuai keinginan Hans, akhirnya ia berhasil membawa Inayah pulang. Dan kini keduanya terlihat masih berada di dalam mobil menuju perjalanan rumah mereka. Pada awalnya Inayah tampak biasa-biasa saja. Namun tatkala mobil mereka mulai memasuki gerbang rumah mereka. Tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang hangat mengalir dari bagian intimnya. Dan seketika itu juga wajahnya menjadi tegang.


"Kita sudah sampai Sayang, ayo kita turun," ujar Hans, seraya ia membuka pintu mobilnya dan ia pun langsung turun dari mobilnya. Lalu ia bergegas menuju pintu mobil yang berada di sisi Inayah, "Turunlah Sayang," katanya lagi, setelah ia membukakan pintu untuk Inayah.


Namun Inayah hanya berdiam diri saja tanpa berkata apapun. Wajahnya terlihat begitu tegang. Membuat Hans, langsung mengerutkan dahinya, melihat ketegangan pada wajah istrinya, "Sayang kamu kenapa? Kok tidak turun? Ayo dong turun Sayang," tanya Hans, seraya ia hendak meraih tangan Inayah, namun malah ditepis oleh Inayah, tanpa berkata apapun.

__ADS_1


"Eh, kamu kenapa Sayang? Apa kamu marah lagi sama Abang hm?" tanya Hans, dengan wajah terlihat, heran melihat sikap Istrinya yang tiba-tiba saja berubah. Padahal tadi masih baik-baik saja.


"Ba-bang, to-tolong panggilkan M-mbok Iyem," kata Inayah yang akhirnya buka suara. Namun wajah tenggangnya masih terlihat. Bahkan cara bicaranya menjadi gagap. Melihat hal itu, Hans semakin heran dan juga penasaran.


"Ada apa Sayang? Kamu Sebenarnya kamu kenapa? Kenapa malah nyari Mbok iyem sih?" tanyanya, seraya ia ingin memegang tangan istrinya kembali. Namun lagi-lagi Inayah kembali menepis seraya berteriak.


"Tolong panggilkan Mbok iyem!!" teriaknya tanpa melihat wajah Hans, sedikit pun. Membuat Hans begitu terkejut melihat hal itu. Bahkan ia menjadi cemas, apalagi saat melihat keringat jagung mulai membasahi wajah Inayah.


"Baiklah! Baiklah! Abang panggil Mbok Iyem!" balas Hans. Setelah itu ia pun berlari memasuki rumahnya. Dan tak berapa lama ia kembali lagi, dengan diikuti Mbok iyem yang terlihat ikut berlari juga menghampiri mobilnya Hans.


"Ada apa Neng? Kenapa wajah Eneng jadi pucat begitu?" tanya Mbok Iyem, setelah ia berada di depan pintu mobil tepat di sisi Inayah.


"Mbok..Ada yang keluar dari sini Mbok, tempat duduknya jadi basah," balas Inayah dengan suara yang terdengar bergetar. Bak seorang anak yang sedang mengadu pada ibunya. Begitulah sikap Inayah Mbok iyem yang tanpa ragu ia juga menunjukkan sesuatu yang sedang mengalir dibetisnya.


Mbok Iyem begitu terkejut, saat melihat warna cairan yang mengalir dibetisnya Inayah, "Astaghfirullah, inikan air ketuban Neng! Ya Allah.. kayaknya Eneng mau melahirkan deh," kata Iyem dengan tatapan yang terlihat masih melihat cairan tersebut. Mendengar kata melahirkan, wajah Hans ikutan tegang.


"Apa Mbok? Nayah mau melahirkan?" tanya Hans, terlihat panik.


"Benar Den! Sebaiknya kita kerumah sakit saja sekarang," balas Mbok Iyem dengan tenang.


"Baiklah Mbok, kalau begitu kami pergi ya?" ujar Hans, yang kemudian ia berlari menuju ke pintu pengemudinya.

__ADS_1


"Ayo Mbok! Mbok juga ikut!" kata Inayah yang terlihat sekarang wajahnya terlihat ada ketakutan disana. Mendengar permintaan istrinya, Hans pun ikut menimpali.


"Iya Mbok masuklah! Biar Inayah lebih tenang Mbok," katanya. Dan akhirnya Mbok iyem pun menuruti keinginan kedua majikannya itu


"Baiklah Den!" balas Iyem, seraya ia masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang. Setelah Iyem masuk, Hans pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimum. Sesekali ia juga melirik ke wajah istrinya, yang terlihat sedang memejamkan matanya dengan bibir yang terlihat sedang komat-kamit. Tampaknya ia sedang berdzikir untuk menenangkan hatinya.


Setelah menempuh perjalanan selama empat lima menit akhirnya, mobil Hans memasuki kawasan rumah sakit. bahkan ia sengaja memberhentikan mobilnya tepat di depan pintu rumah sakit. Agar memudahkan ia membawa istrinya. Setelah mobil terparkir dengan sempurna, Hans pun langsung turun dan memanggil perawat. Dan tak berapa lama dua orang suster datang menghampiri mobil Hans dengan membawa brankar.


Setelah Inayah sudah dinaikkan ke atas brankar, Hans pun langsung membawa mobilnya ketempat perpakiran. Setelah itu ia pun menyusul para suster yang membawa istrinya, keruangan persalinan. Sesampainya di sana, Hans dilarang masuk oleh salah satu perawat disana. Karena merasa tidak tenang ia pun meminta dokter agar diizinkan ia masuk untuk mendampingi istrinya. Syukunya sang Dokter mengizinkannya. Maka kini ia berada di samping ranjangnya Inayah.


"Bang.. doain Nayah ya uhm...!" kata Inayah seraya ia seperti sedang menahan sakit yang amat sangat


"Tentu Sayang, Abang akan doain kamu dan juga anak-anak kita, agar selamat," balas Hans, seraya ia menghapus keringat jagung yang memenuhi dahinya Inayah. Lalu ia juga memberikan kecupan kasih sayang didahinya. Disaat bersamaan sang Dokter pun datang dengan membawa hasil pemeriksaan.


"Maaf pak mengganggu sejenak! Bisa kita bicara Pak?" tanya Dokter tersebut.


"Bisa Dok silahkan!" kata Hans, yang terlihat ia masih menggenggam tangan istrinya.


"Begini Pak! Setelah kami periksa, sepertinya istri Anda tidak bisa melahirkan secara normal Pak. Karena salah satu bayi Anda posisinya nyungsang ditambah lagi, air ketubannya juga sudah mengering," jelas sang Dokter, membuat Hans maupun Inayah yang mendengarnya begitu terkejut.


"Apa?! Nyungsang Dok?" sentak keduanya.

__ADS_1


...┈••┈••✾•◆❀💚❀◆•✾••┈••┈...


Maaf ya guys, beberapa hari ini Author kurang fokus. Karena saat ini rumah Author sudah dua hari kebanjiran 🥲. Jadi pikiran author terbagi-bagi. Apalagi saat ini hujan masih mengguyur, membuat perasaa author semakin nggak tenang. Jadi sekali lagi maaf ya kalau hari ini dan kemarin tak terpuaskan 🙏🥲.


__ADS_2