GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
SUAMI NAYAH MANJA YA?


__ADS_3

•⊷⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷⊷•


HANYA BERHARAP KEPADA ALLAH


Tidak semua kebaikanmu Akan dibalas dan diapresiasi oleh manusia. Manusia cepat lupa dan melupakan. Akan tetapi berharaplah hanya kepada Allah. Allah pasti membalasnya


Allah tidak akan menyia-nyiakan kebaikan seorang mukmin


Allah berfirman,


وَاصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ


“Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Hud: 115)


Berharaplah pada Allah saja balasannya


Jangan pernah berharap pada manusia


Engkau akan kecewa. Dalam pelajaran TAUHID


Kita diajarkan agar hanya berharap pada Allah saja. Ini menandakan semakin Ikhlasnya seseorang.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


••┈┈•┈┈••┈••✾•◆❀💚❀◆•✾••┈••┈┈•┈┈••


Setelah mengetahui Hans, memiliki istri, seluruh karyawan di Pramana grup. Menjadi orang gempar. Apalagi ketika melihat Hans, mengandeng tangan istrinya. Dengan spontan mata para karyawatinya Ardiyan langsung tertuju pada Hans serta Inayah. Tampak mereka seperti tak percaya pada pandangan mereka sendiri.


"Dita, itu benaran istrinya Pak Hans, ya?" tanya salah satu karyawati yang pandangannya tak lepas dari Hans dan Inayah yang terlihat masih saling bergandengan tangan.

__ADS_1


"Katanya sih Iya, Mel! Tadikan Adel, udah ngasih tahu digrup?" jawab karyawati yang dipanggil Dita.


"Waah... Regina patah hati dong, kalau dia tahu, pujaan hatinya ternyata sudah punya Bini. Secara diakan suka banget sama Pak Hans. Padahal Pak Hans selalu bersikap dingin padanya, tapi tetap aja Regina masih tergila-gila sama Pak Hans," ujar Wanita yang dipanggil Amel itu oleh Dita.


"Ya mau bagaimana lagi namanya juga Cinta. Mau seperti apapun sikap orang yang dicintainya, tapi tetap aja dia cintakan?" balas Dita. Dan disaat bersamaan tiba-tiba seseorang menepuk pundak Dita dan Amel.


"Woy!! Pada gosip lagi! Bukannya kerja! Kalian mau dipotong gaji ya?" ujar seorang wanita yang baru saja muncul dari belakang Dita dan Amel. Membuat kedua karyawati langsung menoleh.


"Regina!" sentak Dita dan Amel secara bersamaan.


"Kenapa kalian terkejut begitu? Ada apa sih?" tanya wanita yang dipanggil Regina tersebut.


"Nggak papa kok," balas Dita, seraya ia memandang wajah Amel yang kebetulan juga sedang memandang dirinya.


"Kamu kok sudah kembali Reg? Bukannya kamu sedang berada di kota A kan?" tanya Amel, terlihat penasaran.


"Aku kan berada disana hanya menggantikan Pak Hans yang sedang Sakit. Dan hari ini Pak Ardiyan sudah mengirim Pak Ilham. Jadi ya udah Aku pulanglah! Soalnya Aku disana juga gelisah banget, kepikiran terus sama pujaan hati yang sedang sakit, Mel," balas Regina yang terlihat wajahnya memang terlihat sedang sendu.


"Hah? Benarkah? Kalau begitu Aku mau menyapa beliau dulu yaa? Bey..." balas Regina, Dan ia pun langsung bergegas pergi meninggalkan Amel dan Dita.


"Eeeeh.. tunggu Regina!" teriak Amel, namun tak direspon oleh Regina yang terlihat ia sudah berlari-lari kecil menuju ke pintu lift.


"Aduh.. gimana ini Dit? Regina nggak mau dengar!" kata Amel, lagi pada Dita.


"Mau bagaimana lagi? Dia sudah ngilang pun! Ya sudah biar sajalah, aku rasa itu malah bagus. Karena semakin cepat dia tahu kenyataannya itu malah semakin baik untuk diakan? Biar dia tak berharap lagi pada Pak Hans," balas Dita.


"Benar juga ya? Ya sudah kalau begitu kita lanjut kerja lagi yuk?" ajak Amel, dan mereka pun akhirnya kembali fokus ke perkerjaan mereka masing-masing.


...🦋🦋🦋...

__ADS_1


Sementara itu di sisi lain.


Hans yang sejak tadi hanya diam disepanjang jalannya, dan hanya menggandeng tangan istrinya, saja. Membuat Inayah berpikir kalau suaminya masih marah padaya. Namun ternyata pemikirannya salah, karena ketika mereka sudah berada di ruangan kerjanya. Hans langsung membuka suaranya.


"Sayang, kamu Kok nggak ngabarin Abang sih kalau mau datang ke sini?" tanya Hans, seraya ia mengajak istrinya untuk duduk di sofa yang berada di ruangannya itu.


"Maaf Bang, tadi Nayah terburu-buru, jadi lupa deh membawa handphonenya," balas Inayah, seraya ia membuka cadarnya.


"Huh, kamu kebiasaan ya? Selalu saja menganggap remeh dengan hp kamu ya?Sehingga HP kamu itu cuma menjadi panjangan saja di kamar Kitakan?" protes Hans, dengan memasang wajah yang terlihat kesal pada Istrinya, yang nampaknya tak terbiasa dengan HP yang sudah ia persiapka.


"Iya iya Nayah ngaku salah! Besok-besok nggak lagi deh," balas Inayah, merasa bersalah.


"Heh.. perasaan, kemarin kamu juga bilang begitukan? Tapi tetap sajakan HP kamu.masih pada tempatnya, bahkan posisnya masih tetap samakan?" protes Hans lagi.


"Iiik.. Bang Hans kok jadi ngomel-ngomel nggak jelas gini sih? Padahal Nayah datang ke sini tuh membawakan bekal sarapan buat Abang tau! Tapi sampai sini malam mendapatkan omelan! Ya sudahlah kalau begitu Nayah pulang saja!" balas Inayah, seraya ia bangkit dari duduknya. Dan bermaksud ingin melangkahkan kakinya. Namun dengan spontan harus menarik tangannya dan otomatis Inayah kembali terduduk namun kali ini ia sudah berada di atas pangkuannya Hans.


"Maaf dong Sayang. Abang tuh tidak bermaksud begitu sayang. Abangkan tadi hanya ingin mengingatkan kamu agar kamu tidak lupa lagi kedepannya," kata Hans, seraya ia mencium pipi istri cantiknya itu. Namun dibalas Inayah dengan lengusannya saja.


"Hum...!"


"Kok masih marah sih? Kan Abang udah minta maaf Sayang, jadi jangan marah lagi dong Sayang ?" ujar Hans seraya menatap wajah istrinya, dengan tatapan sendunya.


"Iya iya dah Nayah Maafkan kok, dan Nayah juga minta maaf ya Bang, karena sikap Nayah yang kekanak-kanakan ini," balas Inayah, seraya ia merangkulkan tangannya ke lehernya Hans.


"Oh iyaa, Nayah sampai lupa, Abangkan belum serapankan? Jadi sekarang Abang sarapan dulu ya?" kata Inayah, seraya berpindah duduk, lalu ia pun membuka bekal yang ia bawa tadi.


"Wah, kebetulan Abang memang sudah lapar banget nih Sayang, jadi sekarang cepatlah suapin Abang," kata Hans dengan memasang wajah manjanya.


"Aih, Suami Nayah manja banget ya? Sabar dong Bang, inikan mau Nayah suapin," balas Inayah, seraya ia menyendokan makanannya, lalu ia masukkan kedalam mulutnya. Dan tanpa basa-basi lagi, mulutnya Hans sudah mendarat kebibirnya Inayah. Dan disaat bersamaan, tiba-tiba pintu ruangan Hans pun terbuka, dibarengi dengan suara seorang wanita.

__ADS_1


"Pagi Pak Hans! Syukurlah Anda...!!"


...⊶⊶⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶...


__ADS_2