GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
DIGANTUNG.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara Hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•


"Jika mencari kawan tak bercacat, selamanya kita tak kan berkawan. Jika mencari pasangan yang sempurna, selamanya kita tak kan berpasangan.


Cinta mungkin terkadang membuatmu rapuh tapi berterimakasihlah padanya karena cinta, dirimu bisa menjadi lebih kuat dari sebelumya.


Cinta adalah anugerah terindah yang Allah berikan pada hambaNya, dan seseorang yang hadir dalam kehidupanmu, adalah anugerah terindah yang Allah berikan kepada hambanya.


ketika engkau kehilangan seseorang yang amat penting di dunia ini, yakinlah bahwa Allah akan mengganti kepergiannya dengan yang lebih baik."


~Ustadz Abdul Somad~


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•


Sepulangnya dari pondok, Naazwa gelisah. Namun rasa penasaran ingin mengetahui kebenaran yang dikatakan Anisah. Akhirnya ia menyempatkan diri, untuk singgah ke apotik yang kebetulan dilewatinya saat ia menuju perjalanan pulangnya. Bahkan sesampainya di rumah, ia terlihat tergesa-gesa, karena ia bermaksud ingin langsung ke kamar mandi. Namun baru saja ia memasuki kamarnya, tiba-tiba sebuah tangan kekar menariknya membuat ia begitu terkejut.


"Kyaaak!!" pekiknya, dan seketika ia langsung menoleh untuk melihat, siapakah yang telah menarik, "Hah! Bibei! Bikin kaget saja sih!" tegurnya lagi terlihat kesal, karena memang pada saat itu, ia sedang terhanyut dalam pemikirannya. Hingga ia tidak menyadari keberadaan suaminya.

__ADS_1


"Itukan salah kamu Sayang. Siapa suruh kamu pulangnya lama! Tidak tahu apa kalau Bibei, sudah menunggu sedari tadi!" balas Rio, seraya membuka cadar Istrinya, yang kini ia sedang memeluknya dari belakangnya. Bahkan setelah cadar terbuka ia juga langsung membuka hijab syar'inya Naazwa, dan terlihatlah tengkuknya terlihat putih, karena rambut Naazwa kebetulan sedang disanggul.


"Aah! Iiis apaan sih Bei! Bukan Zwa yang salah! Bibei aja yang pulangnya kecepatan! Lihat saja jamnya, seharusnya Zwa belum pulang loh!" protes Naazwa, yang terlihat ia sedang berusaha melepaskan diri dari cengkeraman suaminya yang terlihat sudah siap ingin memangsanya.


"Aah! Tetap saja ini gara-gara kamu! Siapa suruh kamu selalu muncul di pikiran Bibei! Hingga Suami kamu ini tak bisa menahan rindunya," balas Rio, yang terlihat ia mulai menciumi bagian tengkuknya Naazwa.


"Idih gombal! Oh iya Bei, bisakah kita bicara sebentar? Ada yang ingin..aakh.. Bibei! Jangan Ah..seperti itu!" kata Naazwa yang tubuhnya mulai menggeliat, karena ulah suami, yang terlihat mulai memberikan kecupan dileher Naazwa, serta memberikan gigit kecil pada lehernya.


"Apa yang kamu ingin, hum..bicarakan sayang? Katakanlah," kata Rio, yang terlihat masih menelusuri leher serta bahu Naazwa. Membuat tubuh Naazwa, langsung meresponnya. Sehingga tanpa ia sadari mulutnya mengeluarkan suara yang hasrat Rio semakin membara.


"Hum.. ah.. Bei gimana cara Zwa mengatakan..kalau Bibei seperti ini ukh...Bibei, berhenti dulu...akh.. hentikan Bie! jangan lakukan itu! Hum...Ugh..ah..!" Naazwa ingin memprotes kelakuan Suaminya. Namun tubuhnya, sudah lebih dulu mengkhianatinya. Sehingga ia tak bisa mengendalikan dirinya lagi. Bahkan ia juga merasakan keanehan pada dirinya, yang seakan tubuhnya meminta suaminya harus segera membawanya kelautan percintaannya.


"Ugh.. Sayang? Kamu baik-baik sajakan..hum..? Kamu tidak meminum sesuatukan, hm..?" tanya Rio, sambil berusaha menahan wajah istrinya yang terlihat ingin meninggalkan jejaknya dilehernya Rio.


"Aaah Zwa baik-baik saja Bei, humm.. cepatlah Zwa sudah tidak tahan lagi..ukhum.." balas yang terdengar suaranya sudah berat, seperti menahan sesuatu. Melihat hal itu, Rio pun langsung menggendong tubuh Naazwa dan membawanya keranjang mereka. Sesampainya di ranjang Naazwa langsung menarik tubuh Rio, dan langsung menaikkan tubuhnya, yang kini Rio berada dibawah tubuhnya.


"Akh! Apa yang terjadi pada istriku? Mengapa dia jadi seperti ini? Tidak mungkinkan dia minum obat perangsang?" batin Rio, yang terlihat ia semakin merasakan keanehan pada Istrinya. Yang kini ia terlihat sedang membuka baju Rio dengan mata yang terlihat begitu nanar seakan ingin menerkamnya. Membuat konsentrasi Rio menjadi buyar karena melihat istrinya yang terlihat sangat berbeda.


Dan ketika Naazwa hendak meraih bibir Rio tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Membuat Naazwa terlihat kaget saat ia melihat wajah Rio, yang berada dibawahnya, "Astaghfirullah! Maaf Bei Zwa nggak bermaksud seperti itu!" katanya yang terlihat ia langsung turun dari tubuh Rio. Bahkan ia langsung turun dari tempat tidurnya dan langsung mengambil hijabnya yang tadi sempat dicampakkan ngasal oleh Rio.

__ADS_1


Setelah hijab telah dipakai Naazwa langsung menuju ke pintu dan langsung membukanya,


"Yunda? Ada apa Nak?" tanya Naazwa, saat melihat seorang anak kecil yang berdiri di depan pintu kamarnya.


"Mymah, bisakah ikut Unda sebentar? Soalnya ada yang mau Unda tunjukan, maukan Mymah?" tanya Yunda, seraya ia memegang tangan Naazwa. Tanpa memikirkan nasib suaminya Naazwa langsung mengikuti keinginan Yunda begitu saja.


"Baiklah! Ayo kita pergi sekarang!" balasnya, sambil menuntun tangan Naazwa, dan membiarkan pintu kamarnya terbuka lebar. Membuat Rio yang masih berada di atas ranjangnya, dalam posisi duduk, terlihat terpelongo melihat kepergian istrinya, begitu saja tanpa berkata apapun.


"Hah? Apa yang terjadi? Mengapa begini? Siapa aku? Dimana aku?" gumam Rio, yang terlihat seperti orang bodoh dengan keadaan rambut yang acak-acakan, serta baju yang terlihat berantakan dengan kancing kemeja yang sudah terbuka semuanya. Bahkan kemejanya yang hampir terbuka, hanya bagian lengannya saja yang masih nyangkut di lengannya.


"Haeh..kenapa dia meninggalkanku, setelah dia mengacak-ngacak diriku seperti ini? Lalu pergi tanpa ada kepastian begini sih?! Aah tunggu dulu, sepertinya ada yang salah! Mengapa dia seperti berbeda ya? Humm...tapi aku suka melihatnya yang begitu agresif, arr.. sangat menantang," gumam Rio, yang terlihat ia menyunggingkan senyuman smriknya. Namun saat teringat pada anak-anaknya selalu mengganggu kesenangannya tiba-tiba.


"Aaaakh!!!" teriaknya secara tiba-tiba, saat ia mulai tersadar, kalau dirinya sedang digantung, "Tidak bisa begini! Aku bisa gila! Kalau masih berada dirumah ini! Sebaiknya aku harus segera membawa Naazwa ke BT!" gumamnya lagi, dan langsung bangkit dari tempat tidurnya. Lalu seraya ia membenarkan bajunya, ia pun melangkah keluar dari kamarnya. Dan langsung ke kamar anak-anaknya.


Setibanya di kamar putrinya, ternyata istrinya sedang bercanda ditempat tidur bersama kedua putrinya, "Hah? Setelah aku digantungin, dia malah asyik tertawa-tawa disini! Ini nggak bisa dibiarkan!" gumam Rio yang terlihat kesal. Hingga tanpa memberi aba-aba, ia langsung mengangkat tubuh Naazwa dan diletakkan dibahunya dengan posisi kepala kebawah membuat Naazwa kaget dan langsung menjerit.


"Kyaak!! turunkan Zwa Bei! Nanti bayinya kejepit!!' teriaknya dengan lantang, membuat Riio kaget mendengarnya dan langsung menurunkan Istrinya.


"Apa!! Apa yang kamu katakan tadi? Bayi?"

__ADS_1


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


__ADS_2