
•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•
Arti sebuah kehadiran akan terasa saat kehilangan telah merenggutnya, jika itu terjadi, maka hanya penyesalanlah yang akan tercipta. Namun bila kita bijak dalam menanggapinya, dan menyadari bahwa apapun yang kita miliki hanyalah titipan. Maka akan timbullah keikhlasan dihati kita.
Ingatlah sedih yang berlarut tidak akan mengembalikan apapun yang hilang. Takut yang berlebihan tidak memperbaiki masa depan. Rasa cemas yang berlebihan juga tidak bisa mengantarkan pada keberhasilan.
Namun, jiwa yang lurus serta hati yang ikhlas dan ridha-lah yang akan mampu menjadi dua sayap untuk menggapai kebahagiaan.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Akhirnya mobil yang membawa keluarga Rio pun memasuki gerbang sebuah Villa yang menghadap ke arah pantai. Quadruplets yang kebetulan telah bangun dari tidurnya pun begitu senang ketika melihat hamparan laut biru didepan mata mereka. Sehingga ketika mereka baru turun dari mobil, langsung bersorak kegirangan.
"Horree...Yeeee...kita bermain di pantai.." sorak quadruplets secara bersamaan. Mereka terlihat begitu senang. Bahkan mereka langsung berlari menuju ke pesisir pantai. Membuat Naazwa dan Rio ikut tersenyum saat melihat tawa lepas mereka yang terlihat begitu bahagia.
"Maa shaa Allah, begitu bahagianya mereka melihat pantai. Ternyata membuat mereka bahagia itu tidak harus dengan materikan, Bei? Lihatlah sekarang, ternyata mereka juga bisa bahagia hanya karena menyatu dengan alam," ujar Naazwa, sembari melihat keempat anak sambungnya yang terlihat sedang berlari-larian dipinggiran pantai dan sesekali bermain di air lautnya juga.
"Kamu benar Sayang. Selama ini Bibei hanya berpikir asalkan menuruti keinginan mereka, itu akan membuat mereka bahagia. Tapi kenyataannya baru hari ini saja, Bibei melihat wajah mereka yang benar-benar terlihat bahagia," balas Rio, yang tatapannya juga sedang mengarah keempat anak-anaknya itu.
Mendengar perkataan suaminya, Naazwa tampak terkejut, "Hah?! Iyakah baru hari ini Bibei melihat mereka yang seperti itu?" tanyanya terlihat heran.
"Iya Sayang, baru hari ini Bibei mereka seperti itu. Memang sih terkadang ada kalanya mereka terlihat bahagia ketika, Bibei memberi sesuatu yang mereka inginkan. Tetapi tidak sebahagia hari ini Sayang, yang Bibei lihat," balas Rio apa adanya.
__ADS_1
"Humm.. kalau begitu ayo Bei, kita juga harus ikut bahagia bersama mereka!" ajak Naazwa. Dan seketika ia pun langsung berlari menuju ke pantai.
Rio langsung tersentak ketika melihat Naazwa, yang langsung menyelonong begitu saja, "Hah?! Sayaaang, jangan lari-lari! Nanti kamu jatuh!" teriaknya, namun tak direspon oleh Naazwa, ia masih terus berlari ketempat bermainnya quadruplets.
"Aduuh kok jadi mirip Acha ya? Sama-sama memiliki sifat sembrono! Lihat aja tuh, nggak ingat apa perutnya udah buncit begitu! Main lari aja, kayak anak kecil begitu!" gerutu Rio, seraya ia berjalan mengikuti Naazwa yang terlihat kini ia sudah ikut bermain bersama anak-anak sambungnya itu.
"Aah iya, Naazwakan juga gadis tomboi, sama dengan Acha, dia juga memiliki ilmu bela diri. Bahkan dia melebihi Acha deh, malahan dia guru berkuda dan memanahkan? Haiis.. kenapa baru nyadar sekarang ya? Kalau ternyata gue mendapat Istri tomboi lagi, kok bisa kebetulan begini ya? Apa memang takdir gue ya harus memiliki istri yang tomboi?" gumam Rio, yang saat ini ia sudah duduk di atas perpasiran dipinggir pantai, sambil menatap wajah istrinya, yang sekilas ia seperti melihat Cindy pada diri Naazwa.
"Astaghfirullah, apa yang sedang kupikirkan sih!" katanya lagi seraya ia mengusap wajah dengan kasar dan saat bersamaan.
"Bibei kenapa sih? Kok Zwa lihat Bibei seperti resah begitu? Ada apa Bei, cerita dong sama Zwa?" tanya Naazwa, sambil memegang pundak suaminya. Mmbuat Rio sedikit kaget karena melihat Naazwa yang datang secara tiba-tiba itu.
"Eh, Kenapa kamu sudah sampai di sini saja? Bukankah tadi kamu masih bermain sama anak-anak ya disana?" tanya Rio sedikit heran.
"Bibei baik-baik saja kok Sayang. Bibei tadi hanya teringat dengan.."
"Kak Cindy ya?" potong Naazwa, dan seketika Rio langsung menatap mata istrinya itu. Lalu ia juga membuka cadarnya terlihat wajah istrinya yang begitu cantik, "Kenapa Bibei diam sih? Ceritain dong Bei, kisah Bibei sama Kak Cindy, dan dimana berjumpa pertama kali dengan Almarhum?" tanya Naazwa, lagi yang terlihat begitu penasaran.
"Yakin kamu ingin mendengarnya kisah kami, Sayang? Emangnya kamu nggak cemburu?" tanya Rio, dengan tatapan menyelidik pada Naazwa.
"Kenapa harus cemburu sama orang yang sudah tidak ada Bei? Justru Zwa ingin mengenal lebih jauh lagi, gimana sosok Kak Cindy, siapa tahu aja Zwa bisa, mengambil hikmahnya dari cerita inikan?" balas Naazwa dengan santai.
"Baiklah kalau begitu, tapi kamu tidak perlu mengambil hikmahnya dari cerita ini Sayang," kata Rio, seraya ia merangkul pundak istrinya.
__ADS_1
"Loh emangnya kenapa Bei?" tanya Naazwa dengan tatapan penasarannya.
"Karena tabiat kamu dengannya begitu mirip, sama-sama tomboi, sama-sama sembrono, sama-sama jago bela diri, sama-sama jago masak. Dan juga sama-sama Agresif saat diranjang," kata Rio, yang kemudian sedikit berbisik pada kalimat terakhirnya.
"Eh, apaan sih Bei! Kenapa omongannya jadi mengarah ke sana sih?" protes Naazwa yang wajahnya sudah terllihat memerah karena malu.
"Hahahaha, kalau sudah begini kamu itu menggemaskan loh Sayang, Bibei jadi ingin memakan kamu deh," bisik Rio, membuat mata Naazwa membulat sempurna.
"Eh, Iiikh Bibei! Ini masih terang tau! Pikirannya kemana sih! Zwakan ingin mendengar pertemuan babei pertama kali sama Kak Cindy tau!" protes Naazwa, terlihat kesal sehingga bibirnya terlihat mengerucut ke depan membuat Rio semakin gemes melihatnya. Dan tanpa basa-basi lagi ya aku langsung meraih bibir istrinya yang terlihat begitu menggiurkan bagi dirinya.
"Uumm...!!" protes Naazwa dengan mata yang terbelalak akibat terkejut karena mendapatkan serangan mendadak dari suaminya itu. Dan seketika ia memukuli dada bidang suaminya.
"Iiikh Bibei! Sembarang aja sih main cium Zwa! Kalau dilihat anak-anak gimana! Itu namanya mengajari yang tidak benar tau!" tegur Naazwa, sambil matanya menatap kearah Anak-anaknya. Karena ia merasa khawatir, kalau-kalau anak-anaknya melihat mereka.
"Tenang saja Sayang! Mereka tidak akan melihat kita kok. Lihat aja tuh, mereka saja sedang asyik bermain. Jadi tidak mungkin mereka berkesempatan melihat kita," balas Rio dengan entengnya, "Jadi sekarang ayo kita lanjutkan lagi, atau gimana kalau kita lanjutkannya didalam saja pasti seru tuh Sayang," kata Rio lagi, membuat mata Naazwa kembali membulat sempurna.
"Hah! Tidak-tidak lebih baik Zwa bermain bersama anak-anak saja!" kata Naazwa, yang kemudian ia langsung bangkit dan langsung ngacir ke tempat quadruplets bermain lagi. Rio yang melihatnya langsung tertawa terbahak-bahak.
"Hahahaha..lucu banget sih istri tomboiku! Ukh.. selalu bikin gemas!" ucap Rio, yang seketika ia langsung teringat sesuatu, "Astaghfirullah..inikan kata-kata yang aku ucap pada Acha!"
...⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶...
Jangan lupa Dukung author ya 😉 Berikan VOTE, LIKE, HADIAH, & KOMNTAR. Biar Author semangat UP Oke😉
__ADS_1