GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.

GADIS BERCADAR Bermata Hijau V DUDA BERANAK Kembar Empat.
GARA-GARA CEMBURU.


__ADS_3

•⊷⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷⊷•


Mengadulah pada Allah.


Dear Readers ♥️


Tak perlu engkau ceritakan kisahmu semuanya pada dunia. Sisakan sebagian kisah hidupmu sebagai misteri. Karena bila semua yang telah diketahui oleh mereka. Akan jadi tak menarik lagi.


Terutama bila itu keluhan kisah yang pilu. Cukuplah hanya engkau dan Allah saja yang tahu.


Allah ta'ala berfirman,


‎قَالَ إِنَّمَا أَشْكُوْ بثّيْ وَ حُزْنِيْ إِلَى اللهِ


"Dia (Ya’qub) menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (QS Yusuf: 86)


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷•


Setelah mengantar Hans, sebenarnya Rio bermaksud ingin kembali lagi ke kota A. Karena memang perkerjaannya memang belum terselesaikan. Bahkan saat ia bertemu dengan Ardiyan, itu adalah hari pertama ia memijakkan kakinya di kota itu. Jadi ia sama sekali belum melakukan tugasnya, makanya ia bermaksud ingin kembali lagi.


Namun karena tubuhnya terasa begitu lelah akhirnya Rio, memutuskan untuk kembali ke rumahnya dahulu. Dan kini tampak mobilnya mulai memasuki pintu gerbang Villanya. Membuat Naazwa yang kebetulan sedang berada di teras rumah tampak begitu terkejut. Tatkala melihat mobil Suaminya yang kini sudah terparkir dengan sempurna. Dan tak berapa lama Rio pun turun dari mobilnya.


"Assalamu'alaikum," ucap Rio, saat ia mulai menaiki tiga anak tangga yang berada di depan teras Villanya.


"Wa'alaikumus salam, loh Bei, kok sudah pulang? Inikan masih satu hari? Bukankah kata Bibei, satu minggu ya disana?" tanya Naazwa, yang tampak begitu heran melihat kepulangan suaminya.

__ADS_1


"Ya seharusnya memang seperti itu Sayang. Tapi karena Ardiyan minta tolong sama Bibei, untuk membawa Hans pulang. Jadinya kerjaan Bibel tertunda deh," jelas Rio, seraya ia duduk dikursi, yang bersebelahan pada Naazwa.


"Membawa Bang Hans? Emangnya Bang Hans kenapa Bei?" tanya Naazwa, dengan memasang wajah penasarannya. Membuat Rio seketika kesal, melihat wajah penasarannya Naazwa.


"Sakit!" balas Rio singkat dan dengan nada terdengar begitu ketus.


"Hah..Sakit? Emangnya sakit apa Bang Hans Bei? Kok sampai Bibei yang harus membawanya pulang?" tanya Naazwa yang terlihat bukan hanya penasaran saja. Ia bahkan menunjukkan ada kecemasan dari raut wajahnya, walaupun hanya sekilas. Membuat Rio yang menangkap ada kecemasan pada raut wajah istrinya, membuatnya semakin kesal.


"Nggak tahu! Dan Bibei juga nggak mau tahu! Dia sakit apa kek! Bukan urusan Bibei!" cetus Rio, seraya ia bangkit dari duduknya. Lalu ia pun berlalu masuk begitu saja tanpa memperdulikan istrinya lagi.


"Loh Bei! Zwa kok ditinggalin sih?" tanya Naazwa, terlihat sedikit terkejut melihat suaminya yang Pergi begitu saja. Karena pertanyaannya tidak dijawab oleh Rio, Naazwa pun langsung bangkit dari duduknya, lalu ia pun mengejar Suaminya.


"Bibei? Tungguin Zwa dong!" teriak Naazwa sambil berlari kecil mengejar Rio. Yang tampak tak menghiraukan panggilannya, "Iiikh Bibei! Kamu kenapa sih? Kok malah cuekin Zwa? Bibei marah ya sama Zwa?!" teriaknya lagi, yang terlihat masih berlari mengejar suaminya.


Namun lagi-lagi Rio tak menghiraukannya sama sekali. Ia malahan mempercepat langkahnya yang kini sedang menaiki anak tangga menuju ke lantai dua, dimana disana terdapat kamarnya. Namun saat sudah hampir berada diujung anak tangga terakhir, tiba-tiba langkahnya terhenti ketika ia mendengar teriakkan seseorang yang berada di bawah.


"KYAAAAK!!"


BRRUUUK!!!


Mendengar teriakkan tersebut dengan spontan Rio pun langsung menoleh kebelakang. Dan tampaklah olehnya tubuh Naazwa yang sudah terbaring di lantai dengan mata yang sudah terpejam dan tampak juga olehnya Surti sedang berlari kearah Naazwa.


"Astaghfirullah Neng bangun Neng!" teriak Surti, menyadari Rio, yang tadi sempat bleng saat melihat tubuh Naazwa yang sudah tergeletak di lantai. Setelah ia sadar Rio pun langsung berlari menuruni anak tangga dengan cepat.


"Ya Allah Naazwa!" teriaknya dan ketika ia sampai di lantai bawah ia pun langsung menggendong tubuh istrinya, "Bi bilangin sama Gilang siapkan mobilnya!" teriak Rio lagi, terlihat begitu panik. Yang kemudian ia berjalan cepat menuju pintu keluar dari vilanya.


"Baik Den!" balas Surti, yang terlihat ia juga tak kalah paniknya saat melihat keadaannya Naazwa. Sehingga ia langsung berlari keluar, agar segera memberitahukan titah Rio pada Gilang. Sehingga ketika Rio sudah berada di luar, Gilang terlihat sudah membuka pintu mobil bagian belakangnya. Dan Rio pun langsung masuk, dengan posisi Naazwa berada dipangkuannya.

__ADS_1


"Cepat Gilang! Kita kerumah sakit!" teriak Rio, masih dalam keadaan panik.


"Baik Pak!" balas Gilang dan ia pun langsung bergegas masuk dan tak berapa lama ia pun mulai melajukan mobilnya dengan perlahan hingga mobil tersebut berada di luar gerbang. Dan ia pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi setelah berada diluar gerbang. Dan didalam perjalanan mereka menuju ke rumah sakit, Rio tampak merutuki dirinya sendiri.


"Kenapa jadi begini sih! Ini semua gara-gara cemburu ku yang bodoh! Kenapa aku selalu cemburu nggak jelas gini sih! Aakh! Dasar Bodoh! Bodoh!" rutukan Rio yang terlihat ia begitu kesal pada dirinya sendiri.


"Maaf Sayang, maafkan Bibei! Karena kebodohan kami jadi harus menanggung ini semua," ujar Rio, seraya ia memeluk tubuh istrinya masih berada di pangkuannya. Dan disaat bersamaan, ia seperti merasakan sesuatu yang hangat mengalir dipahanya, yang bertepatan tempat ia memangku Naazwa. Tangan Rio pun merabanya dan ketika tangannya ia tarik kembali, seketika matanya langsung terbelalak.


"Darah! Astaghfirullah! Ya Allah semoga tak terjadi apa-apa pada kandungan istri hamba Ya Allah," gumam Rio, terlihat begitu cemas. "Gilang! Percepatan lagi mobilnya!" teriak Rio, yang terlihat ada ketakutan dari raut wajahnya.


"Baik Pak!" Sesuai titah dari Bosnya, Gilang pun melajukan mobilnya semakin cepat. Sehingga sepuluh menit kemudian, mobilnya pun telah berhenti tepat didepan pintu masuk rumah sakit. Dan Gilang pun langsung turun bahkan ia langsung membukakan pintu mobil bagian belakang tempat Rio dan Naazwa berada.


Melihat pintu mobil telah terbuka, Rio yang masih memangku istrinya langsung bergegas turun. Lalu dengan langkah cepat ia pun membawa istrinya masuk dan langsung membawanya ke ruang UGD.


"Dokter tolong Istri Saya!" teriaknya, seraya ia masuk keruang UGD tersebut. "Tolong selamatkan istri saya dan juga kandungannya!!" teriaknya lagi.


"Baik Pak! Sekarang sebaiknya Anda tunggulah diluar!" ujar sang Dokter, dan Rio pun menuruti perintah sang Dokter, dan kini ia hanya bisa menunggu di depan pintu masuk ruang UGD tersebut.


"Yaa Allah, selamatkanlah istri dan Anakku ya Allah. Hamba mohon jangan ambil keduanya dariku ya Rabb," batin Rio.


...⊶⊶⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶...


Jangan lupa Dukung author ya 😉 Berikan VOTE, LIKE, HADIAH, & KOMNTAR. Biar Author semangat UP Oke😉


Oh iya yang bagi para Readers yang suka jamur yuk akh, mampir ke Jamurnya Author, mumpung masih hangat, loh cus mampir ya guys 😉👇


__ADS_1


Dan jangan lupa berikan dukungannya juga ya guys Syukron 🥰 🙏.


__ADS_2