
•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•
Sibukkanlah diri kita dengan hal baik dan bermanfaat sedemikian rupa, sehingga tidak sempat lagi untuk kita sedetikpun melakukan hal batil dan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Perkataan emas yang dinukil oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah,
“Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil.” (Al Jawabul Kaafi hlm. 156)
Hendaknya kita perhatikan dan kita atur dengan baik, waktu dan umur yang telah Allah Azza wa Jalla berikan kepada kita. Mayoritas manusia banyak lalai dan menyia-nyiakan waktu.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”
(HR. Bukhari no. 6412)
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•
Setelah puas bermain cinta dengan istrinya, Rio pun membiarkan istrinya yang telah tertidur dikamar peristirahatannya yang berada diruang kerjanya. Sedangkan ia langsung membersihkan dirinya dikamar mandi dan tak berapa lama ia sudah kembali dengan memakai handuk kimono berwarna putih.
Karena baju kerja tadi ia pakai telah berserakan di lantai, ia pun mengambil baju kerja yang lainnya disebuah kemari yang berada di sudut kamarnya. Dan tak berapa lama ia sudah kembali rapi dengan baju yang berbeda dari yang tadi. Setelah selesai ia bermaksud kembali ke meja kerjanya. Namun sebelum beranjak pergi ia menyempatkan diri mendekati istrinya.
"Terima kasih Sayang, semoga kamu bermimpi indah," bisik Rio, lalu ia pun mengecup lembut dahi Naazwa dengan penuh kasih sayang. Setelah itu ia pun beranjak dari kamarnya dan langsung duduk di kursi kebesarannya. Setelah itu ia langsung mengambil benda pipihnya. Karena sepertinya ia hendak melakukan panggilan pada seseorang. Dan tak berapa lama panggilan langsung tersambung.
"Halo ada apa Pak?" tanya seseorang dari seberang.
"Gilang kamu masih diVilla?" tanya Rio yang ternyata ia melakukan panggilan pada Gilang.
__ADS_1
"Masih Pak ini baru mau kembali ke kantor,"
"Kamu tidak perlu kembali ke kantor! Tolong pesankan tiket pesawat untuk delapan orang, termasuk kamu dan Bi Surti. Kita akan berangkat ke kota JK sore nanti! Danbtolong katakan juga pada Bi Surti untuk menyiapkan barang-barang quadruplets serta barang-barangku dan istriku! Kita akan langsung bertemu di bandara sore nanti! Kamu paham!" titah Rio pada Gilang yang kini sedang berada di villanya.
"Paham Pak!" balas Gilang.
"Bagus! Sekarang kerjakanlah!" kata Rio, dan ia pun langsung memutuskan sambungannya. Setelah menaruh kembali benda pipihnya keatas nakas, ia pun kembali melakukan pekerjaannya.
...°°°°°...
Waktu bergulir bergitu cepat, dan hari pun menjelang sore. Rio terlihat masih fokus dengan layar laptopnya. Sehingga ia tak menyadari kalau kalau istri kini sudah berada di sebuah sofa dan nampak juga ia telah rapih kembali.
"Masih lama lagi ya Bibei pulangnya?" tanya Naazwa, membuat Rio langsung tersentak.
"Eh! Kamu sudah bangun Sayang?" tanya Rio, seraya ia bangkit dari duduknya, lalu ia pun menghampiri Naazwa, yang sedang duduk bersandar disofa yang tak berapa jauh darinya. Lalu ia pun langsung duduk di sebelahnya, "Makanlah dulu Sayang, setelah itu baru kita pulang, oke?" lanjutnya lagi seraya ia mengambil kantongan plastik yang berada di atas meja. Dan langsung membukanya, ternyata isi kota berisi makanan.
"Nggak akh, Zwa makan sendiri saja Bei," balas Naazwa sembari mengambil kotak makanan yang berada di tangan Rio.
"Ya sudah kalau begitu, makan yang banyak ya," ujar Rio dan hanya dibalas anggukan kepala saja oleh Naazwa. Karena ia sudah mulai melahap makanannya. Sedangkan Rio, kembali mengambil kotak makanan lainnya, dan langsung memakannya dengan lahap juga. Dan dua puluh menit kemudian.
"Kan sudah selesai makannya, sekarang ayo kita pulang Bei, kasihan anak-anak dirumah," ajak Naazwa, yang sepertinya ia sudah tidak sabar ingin pulang.
"Baiklah Sayang, mari kita pulang sekarang," ajak Rio, sembari ia meraih tangan Naazwa. Lalu mereka pun berjalan saling bergandengan keluar dari ruangan Rio. Dan terus saling bergandengan, sampai menuju pintu lobiy kantornya. Bahkan Rio sering menyunggingkan senyum hangatnya pada Naazwa. Karena tampaknya selagi mereka menunggu Scurit mengambil mobilnya. Kedua mengisi dengan saling mengobrol. Dan sudah pasti, akan ada tawa kecil dan diantaranya, sehingga keduanya tampak mesra.
Sehingga membuat seorang wanita dan seorang pria yang sedang berada di seberang jalan terkesima melihat Rio, yang sedang tersenyum hangat pada Naazwa,
"Hah? Ternyata si pria es bisa tersenyum juga ya? Aah tidak disangka senyumannya membuat dia semakin tampan, ya?" ujar wanita, yang memandang Rio dengan mata yang berbinar.
__ADS_1
"Apa yang kau katakan Bella? Tidakkah kau merasa enggan ada aku disini hah? Ingat aku menugaskan kamu untuk menggodanya hanya, untuk mengambil perkebunannya! Dan setelah itu kita akan menikah! Jadi ingatlah pada statusmu! Kau paham!" ujar sang pria yang berada di samping wanita yang bernama Bella tersebut.
"Huh! Dasar pria pencemburu! Nggak lu ingatin juga gue dah tau lagi! Jadi lu nggak usah cemburuan gitu deh Ton! Sebal gue lihatnya!" cetus Bella, sambil ia kembali mengalihkan pandangannya pada Rio dan Naazwa, yang terlihat sedang memasuki mobil mereka.
"Tapi ngomong-ngomong, siapa wanita aneh penutup wajah itu? Apakah dia wanitanya? Tapi kenapa dia menutupi wajahnya begitu ya?" tanya Bella, yang matanya masih mengarah ke mobil Rio yang terlihat mulai meninggalkan perusahaannya.
"Mana gue tahu! Mungkin wajahnya jelek kali. Makanya, harus di tutup gitu wajahnya. Tapi bagus jugakan? Jadi ini peluang bagi lu, Bel," balas Pria yang dipanggil Anton tersebut.
"Lah, sekarang malah nyodori! Bukankah tadi ada yang langsung cemburu ya? Ketika gue memujinya tadi," sindir Bella, membuat Anton, langsung berdengus kesal.
"Huh! Siapa yang cemburu! Orang Gue cuma mengingatkan status lu aja kok! Sudahlah ayo kita ikuti mereka! Biar lu bisa langsung mendatangi kerumahnya!" kata Anton, dan ia pun langsung memasuki mobilnya.
"Eh, mau ngapain gue kerumahnya? Nggak akh yang ada, gue disemprot pula sama wanita Aneh tadi! Kalau lihat, sekilas dia seperti bukan wanita sembarangan," balas Bella, sambil menyusul masuk ke mobilnya Anton.
"Aah, sok tahu lu! Sudahlah pokoknya lakukan tugas lu secepatnya! Dan jangan protes!" tegas Anton, dan tak berapa lama ia pun melajukan mobilnya mengikuti modilnya Rio. Sampai mobil Rio memasuki kawasan bandara.
"Eh, inikan jalan tol memasuki bandara? Apa rumah mereka didaerah bandara?" ujar Anton, terlihat heran. Dan tak berapa lama mobil Rio pun memasuki area perparkiran bandara. Dan tak berapa lama mereka turun, dan tak berapa lama terlihat empat anak kecil menghampiri mereka, dan langsung memeluk Naazwa.
"Hah? Mereka sudah memiliki anak?!"
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
Yuk dukung Novel terbarunya author yuk guys.
Dan jangan lupa berikan dukungannya ya? Karena ada hadiah yang menanti bagi yang bersemangat memberikan dukungan pada Novel ini. Dan biar pada tergiur author kasih tunjuk hadiah dan persyaratannya deh 👇👇
__ADS_1
Ayoo pasti tergiurkan? Cus Akh kepoin ya guys, Syukron 🥰🙏