
•⊶⊷❉্᭄͜͡💚 Mutiara Hikmah 💚❉্᭄͜͡⊶⊷•
✧*。Tak ada yang pernah benar-benar salah.
✿ Bahkan jam dinding yang rusak pernah benar sehari dua kali.pun sebaliknya, manusia tempat salah.
✿Tak ada dari kita yang isi hidupnya benar semua.
✿Sesekali ada keputusan kurang tepat, sesekali pernah terjatuh berbuat maksiat, semua wajar, semua normal.
✿Yang salah yang menyerah, tak mau belajar perbaiki langkah dan yang selalu merasa benar.
✿Untuk sesuatu yang terlepas dari genggamanmu, pasti akan di gantikan dengan lebih baik. Tanpa kamu tahu, tanpa kamu sangka. Tugasmu hanya percaya pada Allah.。
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷•
Setelah selesai mengingat perkataan Ulama, Inayah kembali tersadar. Dan ketika ia menyadari Hans, yang sudah tertidur pulas, ia begitu kaget dan tiba-tiba saja, perasaan iba menyeruak dihatinya. Apalagi saat melihat wajah lelah Hans, yang diakibatkan karenanya.
"Maaf, Ana nggak menyangka, kalau kepergian Ana malah, membuat Anda susah," gumamannya dengan tatapan sendu memandang wajah Hans. Disaat ia masih memandang wajah Hans, tiba-tiba ia tersentak, seperti mengingat sesuatu.
"Eh! Disinikan sangat dingin setelah jam dua belas keatas! Kalau dia tidur disini pasti akan masuk angin nantinya! Ana harus membangunkannya!" gumamamnya, lalu ia pun berusaha membangunkan Hans.
"Akhi.. bangun akhi..!" panggil Inayah, sambil menyucuk-nyucuk lengan kiri Hans yang sedang diperutnya, dengan jari telunjuknya.
"Humm...Aku bukan saudara laki-lakimu Nayah! Jadi jangan panggil aku seperti itu!" sahut Hans dengan suara seraknya, dan masih memejamkan matanya, ia pun mengubah posisi tidurnya, yang kini posisi menjadi miring, tapi tetap berbantalkan lengannya.
__ADS_1
"Baiklah, tapi tolong jangan tidur disini! Karena disini sangat dingin Bang! Nanti Anda bisa masuk angin," ujar Inayah, terdengar ada kecemasan dalam kata-katanya. Membuat Hans yang matanya masih terpejam, tersenyum tipis.
"Apa itu artinya, kamu ingin berbagi kamar denganku hm?" tanyanya seraya ia membuka matanya, dan menatap wajah Inayah yang masih tetap memakai cadarnya. Mendengar perkataan Hans, spontan Inayah tersentak.
"Eh!" katanya seraya mata beralih ke kamar yang pintunya hanya ditutupi dengan kain saja. Seketika ia terdiam karena, ia baru menyadari kalau rumahnya hanya memiliki satu kamar.
"Kenapa nggak menjawab? Apa baru sadar kalau rumah kamu hanya memiliki kamar satu hm?" tanya Hans, yang terlihat masih dengan posisi yang sama,
"Sudahlah jangan perdulikan Aku, sebaiknya kamu tidurlah, Aku tidak apa-apa tidur disini. Lagian kalau Aku sakit, kamu tidak mungkin mengabaikan suami kamu inikan? Sekarang biarkan aku tidur, karena saat ini aku sangat lelah sekali," kata Hans lagi, yang kini suaranya sudah terdengar lembut. Dan tak berapa lama Hans kembali memejamkan matanya. Karena memang rasa kantuknya sudah tidak bisa ia tahan lagi.
Setelah mendengar perkataan Hans, Inayah nampak bingung, harus berbuat apa. Ia tidak mungkin tega membiarkan Hans tidur hanya beralaskan tikar, sedangkan ia tidur ditempat tidur yang nyaman. Apalagi status mereka sudah suami istri, rasanya tak mungkin ia membiarkan suaminya tidur dilantai yang dingin itu. Karena rasa tak teganya lebih besar akhirnya Inayah kembali membangunkan Hans. Dan kembali menyucuk-nyucuk lengan namun tanpa suara.
"Hum... ada apalagi Nayah? Aku ngantuk banget nih, sebaiknya kamu tidur juga dikamarmu," ujar Hans, yang terlihat ia begitu sulit membuka matanya yang kini begitu memerah.
"Maaf Bang, karena sudah mengganggu. Tapi disini memang sangat dingin, sebaiknya Abang tidur dikamar juga," kata Inayah sambil menundukkan wajahnya. Mendengar perkataan Inayah, dengan spontan Hans langsung terduduk.
"Apakah kamu yakin, ingin berbagi kamar denganku, hm?" tanyanya, untuk memastikan kesediaan Inayah yang berbagi kamar dengannya. Dan Inayah pun membalasnya dengan anggukan kepalanya saja.
"Eh!" Inayah begitu kaget, saat Hans menarik tangannya. Jantungnya juga seketika berdetak begitu kencang, saat tangan Hans menyentuh tangannya. Sehingga tak bisa protes saat Hans menariknya. Bahkan ia membiarkan Hans mengandeng tangannya dan ia hanya mengikuti Hans dengan pasrah.
Setibanya di kamar, Hans yang masih menggenggam tangan Inayah, terlihat tercengang saat melihat kamar Inayah yang begitu kecil. Namun terlihat begitu rapi dan nyaman ia juga sempat melihat tempat tidurnya yang berukuran empat kaki, yang menempel di dinding. Tempat tidur itu memang diperuntukkan untuk satu orang. Melihat Hans yang terlihat masih menatap tempat tidurnya, membuat Inayah merasa tidak enak hati.
"Maaf ya Bang, tempat tidurnya kecil. Tapi kalau Abang..." kata Inayah, dengan wajah yang kembali tertunduk. Namun kata-katanya langsung dipotong oleh Hans.
"Emangnya kenapa kalau kecil? Bukannya itu lebih bagus ya? Jadi nanti kalau dinginkan bisa saling berpelukan," balas Hans, dengan entengnya, seraya ia kembali menarik tangan istrinya.Mendengar perkataan Hans, Inayah nampak kaget, matanya langsung membulat sempurna.
"A-apa?" sentaknya.
__ADS_1
"Sudah, jangan dibahas lagi! Ayo tidur aku sudah mengantuk banget soalnya!" kata Hans, sembari ia membuka baju jas, lalu ia menggulung lengan baju putihnya, serta membuka beberapa kancing bagian atasnya, agar ia nyaman saat tidur. Setelah itu ia pun membaringkan tubuhnya di ranjang Haniah, di paling pinggir.
Sedangkan Inayah masih terlihat berdiri dengan jarak satu meter, dari ranjangnya. Dan hanya memperhatikan Hans, setiap gerakan Hans, yang terlihat begitu tenang. Berbeda dengan dirinya, yang saat ini jantungnya berdetak tidak menentu.
"Mengapa masih berdiri disitu? Apakah kamu tidak ingin tidur hm? Cepatlah naik Nayah," kata Hans yang kini sudah memposisikan tubuhnya dengan nyaman.
"Eh, i-iya Ba-bang," balas Inayah yang terlihat ada keragu-raguan saat ia mulai mendekati tempat tidurnya. Hans yang melihat itu, seperti memahami apa yang didalam pikiran istrinya.
"Tenanglah, walaupun kamu istriku, Aku tidak akan berbuat sesuatu tanpa persetujuan kamu. Jadi jangan khawatir, dan tidurlah sekarang!" kata Hans seraya ia memiringkan tubuhnya, lalu ia pun memejamkan matanya.
Mendengar perkataan suaminya, Inayah merasa tidak enak hati. Karena mau bagaimanapun dirinya sudah menjadi hak Suaminya. Jadi rasanya pantas, bila ia membatasi dirinya pada suaminya. Padahal ia sudah mempelajari Adab suami istri, yang disunnahkan. Salah satunya, disunnahkan seorang istri meminta duluan.
Bagi pasangan suami istri sebaiknya perlu mengetahui fiqih dan adab ketika berjima' (berhubungan badan). Dalam Islam, hubungan badan suami istri adalah ibadah yang sangat dianjurkan. Tidak hanya menyehatkan fisik, tetapi juga rohani.
Dianjurkan Nabi Dalam satu hadis diterangkan: "Empat macam di antara sunnah-sunnah para Rasul yaitu: berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. at-Tirmidzi)
Beberapa hal yang perlu diketahui istri terkait ibadah jima' yaitu keutamaan "minta duluan". Berikut fadhillah istri meminta jima' duluan sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Uqudullijain karya Syekh Nawawi Bin Umar Al-Bantani.
ﺃﺩﺏ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﻟﻌﺒﺪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺑﻦ ﺣﺒﻴﺐ ﺝ ١ ﺹ ٢٩٢ - ٢٩٣ ﺍﻟﻤﻜﺘﺒﺔ ﺍﻟﺸﺎﻣﻠﺔ : (ﻭﺃﻳﻤﺎ ﺍﻣﺮﺃﺓٍ ﻓﺮﺷﺖ ﻟﺰﻭﺟﻬﺎ ﺑﻄﻴﺐ ﻧﻔﺴﻬﺎ ﺣﺮﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﺪﺭﻫﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺎﺭ، ﻭﺃﻋﻄﺎﻫﺎ ﺛﻮﺍﺏ ﻣﺎﺋﺘﻲ ﺣﺠﺔٍ ﻭﻋﻤﺮﺓٍ، ﻭﻛﺘﺐ ﻟﻬﺎ ﻣﺎﺋﺘﻲ ﺃﻟﻒ ﺣﺴﻨﺔٍ، ﻭﺭﻓﻊ ﻟﻬﺎ ﻣﺎﺋﺘﻲ ﺃﻟﻒ ﺩﺭﺟﺔٍ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻨﺔ!)
Siapa saja seorang istri yang menawarkan diri untuk suaminya dengan suka-rela, maka: 1. Allah akan mengharamkan dirinya dari api neraka. 2. Memberinya pahala dua ratus ibadah Haji dan Umroh. 3. Dicatatkan untuknya dua ratus ribu kebaikan. 4. Diangkat untuknya dua ratus ribu derajat di surga.
(ﻭﺃﻳﻤﺎ ﺍﻣﺮﺃﺓٍ ﺩﺧﻠﺖ ﻣﻊ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﻓﻲ ﻓﺮﺍﺵٍ ﻭﺍﺣﺪٍ ﻧﺎﺩﺍﻫﺎ ﻣﻠﻚٌ ﻣﻦ ﺗﺤﺖ ﺍﻟﻌﺮﺵ: ﻟﺘﺴﺘﺄﻧﻔﻲ ﺍﻟﻌﻤﻞ ! ﻓﻘﺪ ﻏﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻚ ﻣﺎ ﺗﻘﺪﻡ ﻣﻦ ﺫﻧﺒﻚ ﻭﻣﺎ ﺗﺄﺧﺮ ﻭﻛﺘﺐ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻬﺎ ﺛﻮﺍﺏ ﻣﻦ ﺃﻋﺘﻖ ﻣﺎﺋﺔ ﺭﻗﺒﺔٍ، ﻭﻛﺘﺐ ﻟﻬﺎ ﺑﻜﻞ ﺷﻌﺮﺓٍ ﺣﺴﻨﺔً !)
"Dan siapa saja seorang istri yang masuk bersama suaminya dalam satu selimut, maka Malaikat dari bawah 'Arsy memanggilnya, "Mulailah duluan olehmu perbuatan itu (merangsang suami): 1. Maka Allah akan mengampuni untukmu dari dosamu yang telah lalu dan yang akan datang; 2. Dan Allah akan mencatat untuknya pahala seorang yang memerdekan seratus budak. 3. Dan mencatat untuknya dari setiap sehelai rambut dengan satu kebaikan.
(ﻭﺃﻳﻤﺎ ﺍﻣﺮﺃﺓٍ ﻗﺒﻠﺖ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﺑﻄﻴﺐ ﻧﻔﺴﻬﺎ ﻓﻜﺄﻧﻤﺎ ﻗﺮﺃﺕ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ [ ﺍﺛﻨﺘﻲ ﻋﺸﺮﺓ] ﻣﺮﺓً ﻭﻛﺘﺐ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻬﺎ ﺑﻜﻞ ﺁﻳﺔٍ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺧﻤﺴﻴﻦ ﺣﺴﻨﺔً ﻭﺑﻨﻰ ﻟﻬﺎ ﺑﻜﻞ ﻗﺒﻠﺔٍ ﻣﺪﻳﻨﺔً ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻨﺔ !)
__ADS_1
"Dan siapa saja seorang istri yang mencium suaminya dengan suka rela maka: 1. Dia bagaikan menghatamkan Al-Qur'an (dua belas) kali. 2. Dan dengannya Allah akan mencatat dari setiap ayat dalam Al-Qur'an lima puluh kebaikan; 3. Dan dari setiap ciuman dibangunkan sebuah kota di Surga untuknya. Wallahu A'lam
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...